Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Jumat, 2 Oktober 2026 17:33 WIB
BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 17:04 WIB

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Jumat, 2 Oktober 2026 16:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
  • Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan
  • Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI
  • Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam
  • FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
  • Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras

By Mulki AlbarKamis, 18 Juni 2026 17:48 WIB3 Mins Read
GMNI Bandung gelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kamis (18/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan yang dinilai mendesak untuk segera direspons pemerintah.

Koordinator aksi, Muhammad Rafly Salam, mengatakan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari meningkatnya biaya hidup, melemahnya daya beli, sulitnya akses pendidikan yang terjangkau, hingga ketidakpastian ekonomi, menunjukkan adanya persoalan struktural dalam tata kelola kebijakan negara.

“Rakyat saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Namun berbagai kebijakan yang diambil pemerintah belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendasar masyarakat,” ujar Rafly saat menyampaikan orasi.

Menurutnya, pemerintah perlu lebih memprioritaskan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan ancaman pengangguran, negara dinilai harus memastikan anggaran digunakan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Baca Juga:  Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Awan, Suhu Sejuk dan Lembap

Sementara itu, Ketua Umum GMNI Cabang Bandung, Halim Mulia, menegaskan anggaran negara semestinya difokuskan pada sektor-sektor strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Anggaran publik semestinya diprioritaskan untuk pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja. Itu yang langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” kata Halim.

Dalam aksinya, GMNI membawa enam tuntutan utama. Pertama, menolak perluasan dwifungsi TNI dan Polri serta menjaga prinsip supremasi sipil. Kedua, mendesak pemerintah menjamin ketersediaan dan distribusi BBM subsidi secara merata serta tepat sasaran.

Baca Juga:  Bus dari Cicaheum Mulai Beroperasi di Leuwipanjang, Penumpang Mengaku Lebih Nyaman

Ketiga, meminta pemerintah memastikan akses pendidikan yang inklusif dan terjangkau bagi seluruh masyarakat tanpa terkendala kemampuan ekonomi. Keempat, mendesak pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan daya beli masyarakat.

Tuntutan kelima berkaitan dengan pengawasan distribusi pangan. Mahasiswa meminta pemerintah menindak praktik penimbunan komoditas strategis dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran guna menekan gejolak harga.

Selain isu ekonomi, GMNI juga menyoroti kondisi demokrasi yang dinilai mengalami kemunduran. Mereka menilai ruang partisipasi publik dalam proses penyusunan kebijakan semakin terbatas, sementara kritik terhadap pemerintah kerap dipandang sebagai ancaman.

Baca Juga:  Viral! Siswa Dayeuhkolot Kembalikan Makan Bergizi Gratis, Diduga Basi

“Demokrasi tidak hanya soal pemilu yang berjalan rutin, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki ruang yang bebas dan bermakna untuk mengawasi serta memengaruhi kebijakan negara,” ujar Halim.

GMNI menilai berbagai persoalan yang terjadi saat ini bukan sekadar persoalan teknis pemerintahan, melainkan berkaitan dengan keberpihakan negara terhadap rakyat. Karena itu, mereka mendesak pemerintah untuk lebih fokus pada kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Mahasiswa menegaskan aksi yang dilakukan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan tanggung jawab moral mahasiswa sebagai elemen masyarakat sipil dalam mengawal jalannya demokrasi serta memastikan kebijakan negara tetap berpihak kepada kepentingan rakyat banyak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan

Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI

Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam

Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.