Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB

Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 28 Oktober 2026 21:35 WIB

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 20:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
  • Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ramai Soal Kopi Impor Lebih Murah, Produsen Asal Bandung: Di Kita Susah Panen

By SusanaSabtu, 30 Maret 2024 15:30 WIB3 Mins Read
Ilustrasi biji kopi. Foto: istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Produsen kopi asal Kota Bandung, Ijal angkat bicara terkait murahnya harga kopi impor dengan kualitas yang lebih konsisten dibandingkan dengan produk lokal yang kini tengah ramai dibahas di media sosial.

Menurut Ijal, adanya ketimpangan harga antara kopi impor dan lokal dikarenakan medan dan akses untuk panen di luar lebih mudah, dibanding di Indonesia.

“Kopi luar terutama Brazil, Columbia dan sebagian dari Afrika murah karena ditanam di medan yang lebih mudah diakses untuk di panenya dengan bantuan alat berat untuk kualitas ada gradenya G1 lebih murah dari pada kopi di Jawa Barat,” ucap Ijal saat dihubungi, Sabtu (30/3/2024).

“Untuk karakter rasa nusantara atau Jabar umumnya lebih varian dari pada kopi luar, dan kenapa kopi di kita khususnya Jabar lebih tinggi karena medan untuk di panennya lebih susah dan hasil panennya untuk kebutuhan export terbatas,” tambahnya.

Baca Juga:  Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Warga Jabar Siaga Bencana pada 26-30 Januari 2025

Seperti diketahui, Jabar sendiri merupakan salah satu produsen kopi lokal terbaik. Bahkan, pada tahun 2021 Jabar menjadi wilayah dengan hasil produksi kopi terbanyak sebesar 7.772 ton, 4.639 ton, dan 3.654 ton.

Kendati demikain, saat ini harga kopi lokal khususnya Jabar terbilang mahal dengan kualitas yang menurun dari 5 tahun sebelumnya.

“Sangat disayangkan Jabar sekarang mahal ga kaya dulu 5 tahun kebelakang secara kualitas bagus kalo sekarang kualitas menurun, ada efek pemain baru yang berani beli cery/buah kopi di petani langsung lebih tinggi dan tidak melihat kualitas,” ungkap Ijal.

Selain itu, Ijal juga menyayangkan terkait karakter dari petani kopi di Jabar yang dinilainya kurang baik karena menyebabkan kerugian.

“Karakter petani Jabar secara attitude kurang baik ngalaman rugi soalnya, yang terkenal di luar itu kopi Sumatera Gayo, itu sih yang saya tahu mah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tahun Ini, Kementerian PUPR Komitmen Realisasikan Lima Proyek Infrastruktur di Jabar

Sebagai penjual dan produsen kopi, Ijal mengakui, jika maraknya kopi impor saat ini tidak terlalu mengganggu. Sebab menurutnya, ia lebih terganggu dengan pemain baru yang menghancurkan harga.

“Sebagai penjual kopi/produsen saya pribadi tidak terganggu dan biasa aja, karena punya market pasarnya. Justru di tahun sekarang banyak fenomena pembisnis baru yang punya modal yang seenaknya ngancurin harga tapi untuk pembisnis kopi yang sudah lama itu hal yang biasa saja. Biasanya kalo bahasa kami sih pemain baru jarang bertahan lama karena mereka kesulitan market,” bebernya.

Sebelumnya, isu kopi impor ini pun sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial X (dulu Twitter). Salah satunya seperti cuitan yang diunggah oleh akun @kozirama pada Jumat (29/3/2024).

Dalam unggahannya itu, @kozirama mengatakan jika Indonesia saat ini tengah dibanjiri oleh produk kopi dari luar negeri.

“Indonesia lagi dibanjirin kopi dari luar. Harganya bisa lbh murah 20-30rb/kg dgn kualitas lebih konsisten. Kok bisa? Entahlah,” tulis @kozirama dikutip Sabtu (30/3/2024).

Baca Juga:  Akhir Pekan, 4 Tempat Ngopi Terbaik di Bandung Ini Layak Dikunjungi

Postingan ini pun mendapat banyak komentar dari para warganet. Banyak dari mereka mengaku jika harga kopi impor merusak kestabilan harga kopi lokal. Namun di sisi lain, harga kopi lokal saat ini juga diakui terlalu mahal.

“Sbenernya yg lokal ada aja yg konsisten ko mas, cuma green buyernya/ petani mudanya pengen cepet kaya hehehe,” tulis @kodomoceria.

“Halo @indagjabar mohon perhatiannya, kopi impor semakin menjamur dan merusak harga pasar kopi lokal Jawa Barat,” tulis @kangope.

“Kemarin diceritain sama temen yg petani kopi Ciwidey kalo harga kopi dari luar bener2 mengganggu kestabilan harga kopi lokal. Mana kualitasnya juga bagus. Dia juga sebenernya mengakui kalo harga kopi lokal udah terlalu mahal dibanding kopi2 luar,” tulis @rasjawa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

harga Jabar kopi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.