Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura

Sabtu, 30 Mei 2026 12:58 WIB
Ilustrasi emas antam

Update Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026: Melesat Naik, Berikut Rincian Lengkapnya!

Sabtu, 30 Mei 2026 12:46 WIB

Hukum Alam Kalah! Menguak Misteri Sapi “Matilda” dan Kerbau “Donald Trump” yang Gagal Dikurbankan!

Sabtu, 30 Mei 2026 11:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026: Melesat Naik, Berikut Rincian Lengkapnya!
  • Hukum Alam Kalah! Menguak Misteri Sapi “Matilda” dan Kerbau “Donald Trump” yang Gagal Dikurbankan!
  • Wisata Napak Tilas di Kuningan: 4 Lokasi Bersejarah yang Bikin Akhir Pekan Lebih Bermakna
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Stabil di Akhir Pekan, Cek Daftar Lengkapnya!
  • Update Kode Redeem Free Fire Terbaru 30 Mei 2026: Klaim Hadiah Langka Sekarang!
  • Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rupiah di Ujung Tanduk, Ancaman Level Rp18.000 per Dolar AS Kian Nyata

By Aga GustianaJumat, 29 Mei 2026 11:33 WIB2 Mins Read
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kekhawatiran pasar keuangan Indonesia mencapai titik nadir. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai tukar rupiah diprediksi akan terus tertekan hingga mendekati angka psikologis krusial di level Rp18.000 per dolar AS.

Sentimen negatif ini dipicu oleh pelemahan rupiah di pasar offshore pada Kamis (28/5/2026). Data Google Finance menunjukkan mata uang Garuda terdepresiasi sebesar 0,46 persen ke posisi Rp17.865, bahkan sempat menyentuh level Rp17.902.

Geopolitik dan Ketergantungan Energi

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut eskalasi konflik di Timur Tengah sebagai “biang kerok” utama. Ketegangan yang memuncak pascaserangan Amerika Serikat ke fasilitas di Iran memicu investor memburu dolar AS sebagai aset safe haven.

“Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur meningkat tajam. Ini yang membuat dolar kembali menguat dan menekan mata uang emerging market termasuk rupiah,” jelas Ibrahim, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga:  Catat! Syarat dan Cara Tukar Uang Baru di Bank Indonesia Buat Lebaran 2024

Situasi ini diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah WTI yang kini mendekati US$96 per barel. Kekhawatiran akan terganggunya jalur distribusi energi di Selat Hormuz mendorong kenaikan inflasi global sekaligus meningkatkan beban impor energi Indonesia, yang otomatis memicu lonjakan permintaan dolar AS di pasar domestik.

Tekanan Multidimensi

Selain faktor eksternal, Ibrahim menyoroti kerentanan internal yang membuat rupiah makin tak berdaya:

  • Faktor Domestik: Tingginya kebutuhan impor energi, jadwal pembayaran dividen, hingga besarnya kewajiban utang pemerintah dan korporasi yang jatuh tempo.
  • Sentimen Pasar: Persepsi negatif investor terhadap efektivitas beberapa program pemerintah memicu capital outflow atau arus modal keluar yang masif.
  • Kebijakan The Fed: Sikap hawkish pejabat bank sentral AS yang mengisyaratkan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama terus menyokong kekuatan indeks dolar AS.
Baca Juga:  Ketika Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Roasting Rocky Gerung

“Dalam perdagangan hari ini rupiah kemungkinan masih melemah hingga mendekati Rp17.900 per dolar AS,” prediksi Ibrahim.

Secercah Harapan dan Solusi

Di sisi lain, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, memberikan pandangan berbeda. Ia menilai pelemahan saat ini tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya. Menurutnya, rupiah masih memiliki ruang untuk rebound ke level Rp16.800–Rp17.000 jika terdapat sinkronisasi kebijakan yang solid.

Baca Juga:  Siapkan Rp8 Triliun, bank bjb Mudahkan Warga Tukar Uang Baru Jelang Lebaran 2026

“Level rupiah saat ini menurut saya terlalu lemah dibanding kapasitas ekonomi Indonesia sebenarnya,” ungkap Fakhrul.

Ia menegaskan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar bukanlah tugas tunggal Bank Indonesia (BI). Diperlukan kolaborasi kebijakan antara fiskal dan moneter yang selaras.

“Kalau BI sudah mengetatkan kebijakan, tetapi fiscal stance dan komunikasi kebijakan belum sinkron, maka tekanan terhadap rupiah tetap besar,” tutup Fakhrul.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Indonesia ekonomi Indonesia geopolitik Kurs Dolar AS nilai tukar rupiah Rupiah melemah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura

Bansos

Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal PKH 2026 Sudah Terungkap, Ini Cara Cek Lewat HP

Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci

sapi

Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH BPNT 2026 Mulai Cair, Nama Anda Masih Terdaftar? Cek di Sini

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.