Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba

Minggu, 20 September 2026 06:00 WIB
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Minggu, 20 September 2026 01:00 WIB
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba
  • Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Selamat dari Tragedi Carstensz, Fiersa Besari Ungkap Kondisi Terkini

By SusanaSenin, 3 Maret 2025 15:30 WIB2 Mins Read
Fiersa Besari (Foto: Instagram @fiersabesari)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penyanyi sekaligus pendaki Fiersa Besari akhirnya buka suara terkait insiden tragis yang terjadi saat pendakian di Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya, Papua.

Dua pendaki wanita, Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Elsa Laksono, dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Fiersa bersama rombongan lainnya berhasil selamat dan telah dievakuasi.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram @fiersabesari, Senin (3/3/2025), musisi asal Bandung itu mengungkapkan kondisi dirinya dan tim setelah insiden tersebut.

Ia juga meminta maaf atas keterlambatan memberikan kabar, mengingat situasi yang masih dipenuhi rasa duka dan syok.

“Saya juga ingin meminta maaf karena baru mengabari perihal situasi Carstensz Pyramid (puncak tertinggi Indonesia dengan nama lain Puncak Jaya), karena kami yang berada di ‘basecamp’ Lembah Kuning (Yellow Valley/YV) pun merasa sangat syok dan berduka atas tragedi yang telah terjadi,” tulis Fiersa, dikutip Senin (3/3/2025).

Baca Juga:  Dahsyatnya Banjir Bandang Cisolok Sukabumi: Sungai Mengamuk, Kampung Luluh Lantak

Kondisi Evakuasi dan Cuaca Buruk

Fiersa menjelaskan bahwa dirinya bersama rekannya, Furky Syahroni, baru tiba kembali di Timika, Papua Tengah, pada Senin (3/3/2025).

Mereka sempat tertahan di Lembah Kuning akibat cuaca buruk yang menghambat penerbangan helikopter, satu-satunya akses resmi ke lokasi pendakian saat ini.

Baca Juga:  Sempat Terkendala, Petugas Gabungan Akhirnya Berhasil Evakuasi Jenazah Keempat KA Cicalengka

“Kondisi kami Alhamdulillah stabil,” ungkapnya.

Terkait kronologi insiden yang menewaskan dua pendaki, Fiersa tidak memberikan detail lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya berada dalam tim berbeda dengan Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono.

“Saya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang. Sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang (beda tour operator). Kami ditemani para guide. Selain kami dan tamu-tamu WNA, hari itu (28 Februari 2025) ada juga tamu dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki,” paparnya.

Proses Evakuasi Tim Pendaki

Sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan bahwa 13 pendaki yang terjebak di Carstensz Pyramid berhasil dievakuasi dengan selamat, termasuk Fiersa Besari dan tiga warga negara asing (WNA) asal Turki dan Rusia.

Baca Juga:  Prabowo Siap Evakuasi Penduduk Gaza ke Indonesia

Diketahui, tim pendaki mengirimkan permintaan evakuasi pada Minggu dini hari pukul 00.46 WIT setelah beberapa anggota tim mengalami gejala Acute Mountain Sickness (AMS) atau penyakit ketinggian saat turun dari puncak. Insiden ini terjadi sebelum mereka melintasi lintasan jembatan tali (tyrolean).

Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari TNI AD, TNI AL, Brimob, Polsek Tembagapura, serta petugas PT Freeport Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

evakuasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.