Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat

Rabu, 29 Juli 2026 09:18 WIB

Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi

Rabu, 29 Juli 2026 09:06 WIB

Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal

Rabu, 29 Juli 2026 08:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tembus Semifinal Piala Presiden 2026, Pelatih Persib Puji Mental Pemain Muda dan Singgung Jadwal Padat
  • Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
  • Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan
  • Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sikapi Pesta Gay di Karawang, Dedi Mulyadi Wacanakan Angkut Komunitas LGBT ke Barak Militer

By Aga GustianaSelasa, 9 Juni 2026 14:46 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyusun langkah strategis pasca-mencuatnya kasus pesta komunitas sesama jenis di Kabupaten Karawang yang sempat menggemparkan jagat maya. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa penanganan jangka pendek di tingkat daerah telah dirampungkan oleh pemerintah kabupaten setempat beserta aparat penegak hukum.

Sebagai kelanjutan, pihak Pemprov Jawa Barat berencana menginisiasi program pembinaan khusus yang berfokus pada rehabilitasi sosial bagi kelompok gay dan LGBT di wilayah tersebut.

“Begini, kan dari sisi aspek wilayah, bupati sudah menyampaikan katanya kan tidak ada tempat bagi kaum gay di Karawang,” ucap dia di Kantor Disdik Jabar, Selasa (9/6/2026).

Menurut Dedi, respons cepat dari Bupati Karawang beserta jajarannya perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah preventif yang lebih konkret di lapangan. Ia memetakan dua jalur penanganan; jika menyasar kelompok pelajar maka pendekatannya melalui institusi pendidikan, sedangkan untuk lingkungan sosial umum akan ditangani lewat program kemasyarakatan.

“Kebijakannya, kalau itu adalah siswa, maka kami wajib memperbaiki. Kalau itu masyarakat, ya mungkin juga saya juga harus memperbaiki. Nanti kami cari di lembaga siapa yang bisa menyembuhkan kaum gay,” kata dia.

Dalam upaya optimalisasi program rehabilitasi tersebut, Dedi melontarkan wacana pemanfaatan fasilitas kedisiplinan sebagai salah satu instrumen pembinaan mental.

“Ya mudah-mudahan barak militer bisa menyelesaikan gay,” kata dia.

Kronologi Pengamanan dan Proses Hukum di Karawang

Sikap tegas pemerintah daerah ini dipicu oleh beredarnya rekaman video aktivitas sekelompok pria di sebuah pusat hiburan malam di Karawang yang memicu polemik luas di media sosial. Menanggapi keresahan publik, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan para pihak terkait, termasuk pengelola tempat hiburan tersebut.

Para pelaku yang terlibat kini tengah menghadapi proses hukum dengan sangkaan pelanggaran norma kesusilaan di ruang publik, sebagaimana diatur dalam Pasal 414 dan Pasal 406 KUHPidana.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, memberikan konfirmasi bahwa peristiwa yang melibatkan sejumlah pria tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) di Theater Night Mart, Karawang. Pihak Polres Karawang langsung menerjunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melacak penanggung jawab lokasi.

“Kami akhirnya mendapatkan inisial TF (pemilik). Di sini kita ambil keterangannya, dan kita juga menyisir beberapa saksi-saksi yang mengetahui lokasi dan juga kejadian itu, termasuk postingan-postingan yang beredar sehingga kami telah melakukan pemeriksaan sebanyak tujuh orang saksi yang kita periksa,” ucap dia, Selasa (9/6/2026).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Berita Jabar Dedi Mulyadi Jabar Kebijakan Jabar LGBT Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Begal

10 Hari Diburu Polisi, Begal Sadis Majalaya Akhirnya Tertangkap Usai Lukai Buruh Pabrik

Harga Bahan Pokok di Bandung Terpantau Stabil, Komoditas Cabai Kompak Turun

Heboh! Layar Videotron Publik Tiba-tiba Putar Konten Tak Senonoh

Fakta di Balik Video Viral Bendera Setengah Tiang di Tasikmalaya Jelang HUT RI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.