bukamata.id – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti resmi diangkat sebagai Komisaris Utama Bank BJB melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung.
Penunjukan Susi menjadi sorotan publik lantaran dikenal sebagai sosok tegas, berintegritas, dan berpengalaman dalam dunia usaha. Ia mengaku menerima amanah tersebut setelah mendapat dorongan langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Pak Gubernur tukang paksa orang. Jadi bujuk-bujuk,” ujar Susi usai agenda RUPST Tahun Buku 2025, di Gedung Pakuan pada Selasa (28/4/2026).
Ia mengatakan, sebagai warga Jawa Barat dirinya merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi membangun daerah, termasuk melalui sektor keuangan.
“Saya juga sebagai masyarakat Jawa Barat terpanggil dan tertantang tentunya. Saya suka tantangan. Saya ingin mencoba,” katanya.
Meski belum memiliki pengalaman langsung di industri perbankan, Susi menilai latar belakangnya sebagai pengusaha cukup menjadi modal untuk memberikan kontribusi nyata.
“Kalau pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan, saya juga pengusaha. Dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah kepada Bank Jabar,” ucapnya.
Susi menegaskan, dirinya akan membawa prinsip profesionalisme dalam menjalankan tugas baru tersebut.
“Saya orang profesional. Jadi yang saya maksud ya saya omong, yang tidak saya maksud tidak saya omong. Dan yang saya omong pasti itu yang saya maksud,” tegasnya.
Menurutnya, profesionalisme menjadi elemen penting dalam industri jasa keuangan, terutama untuk memperkuat kepercayaan publik.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi besar Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dan kekuatan sektor UMKM yang luas. Ia berharap Bank BJB bisa lebih agresif menyentuh sektor ekonomi kerakyatan.
Salah satu gagasan yang ia lontarkan adalah memperluas pembiayaan formal agar masyarakat kecil tidak bergantung pada pinjaman online ilegal maupun berbunga tinggi.
“Pinjol di Jawa Barat ini kalau bisa di-takeover oleh BJB. Itu mimpi saya. Karena kita membantu orang kecil, menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi berharap susunan baru direksi dan komisaris mampu membawa Bank BJB ke arah yang lebih sehat dan produktif.
“Kita berharap ke depan kinerjanya jauh lebih baik, biaya operasionalnya semakin menurun, dividennya semakin meningkat, dan kinerja banknya terus meningkat,” ujar Dedi.
Di sisi lain, Ayi Subarna yang ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank BJB, menyebut formasi baru ini menjadi momentum memperkuat tata kelola perusahaan.
“Ini sinergi yang luar biasa. Tata kelola kita harus diperbaiki juga. Dengan kolaborasi ini menjadi tantangan bagi kami untuk memberikan yang terbaik kepada stakeholder dan pemegang saham,” katanya.
Masuknya Susi Pudjiastuti dan jajaran baru Bank BJB diharapkan menjadi awal transformasi baru bagi bank daerah terbesar di Jawa Barat tersebut, terutama dalam meningkatkan kepercayaan publik, memperkuat pembiayaan UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








