Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
kekerasan

Polisi Tetapkan Dokter IS Tersangka Kekerasan Seksual Balita, Terancam 12 Tahun Penjara

Kamis, 22 Oktober 2026 17:09 WIB

Sentil Sanksi Berat Persija, Bos Persib Wanti-wanti Bobotoh Jangan Bikin Ulah!

Kamis, 22 Oktober 2026 16:47 WIB

Soroti Sikap Tegas Lembaga Korupsi dan Kebebasan Berekspresi, FWK Gelar Diskusi Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 16:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polisi Tetapkan Dokter IS Tersangka Kekerasan Seksual Balita, Terancam 12 Tahun Penjara
  • Sentil Sanksi Berat Persija, Bos Persib Wanti-wanti Bobotoh Jangan Bikin Ulah!
  • Soroti Sikap Tegas Lembaga Korupsi dan Kebebasan Berekspresi, FWK Gelar Diskusi Kebangsaan
  • Duel Sengit Madura United vs Persib: Jadwal, Prediksi, dan Link Live Streaming Malam Ini
  • Viral Anak Pakai Baju Badut Dipaksa Mengamen di Bandung, Pemkot Turun Tangan
  • Fakta-fakta Kasus Dokter Cabuli Anak Kandung di Bandung: Ditangkap di Bekasi hingga Dugaan KDRT
  • Bukan Gagal, Tapi Salah Panggung? Alasan Reno Ferdinand Lebih Cocok di Runway Ketimbang Mister Global
  • Asian Para Games 2026: Indonesia Lampaui Target, Kini Kantongi Delapan Emas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Anak Pakai Baju Badut Dipaksa Mengamen di Bandung, Pemkot Turun Tangan

By Mulki AlbarKamis, 22 Oktober 2026 15:43 WIB2 Mins Read
Viral anak dipaksa mengamen pakai baju badut di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Video seorang anak yang mengenakan kostum badut Doraemon berwarna merah muda hingga tertidur di kawasan Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, anak tersebut diduga dipaksa mengamen oleh orang tuanya.

Unggahan tersebut menuai keprihatinan warganet. Pemerintah Kota Bandung pun merespons laporan itu. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi yang beredar, termasuk mengidentifikasi kondisi anak tersebut.

Ditemui di Pendopo Kota Bandung, Kamis (22/10/2026), Farhan mengatakan penanganan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian kesejahteraan sosial menjadi salah satu arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Pak Gubernur sudah mengarahkan agar hal-hal tersebut yang sifatnya memberi ruang kepada gepeng ya, gelandangan dan pengemis, atau istilahnya sekarang adalah kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian kesejahteraan sosial ini agar betul-betul diperhatikan,” kata Farhan.

Baca Juga:  Kirmir Ambruk di Bandung Akibat Longsor, Satu Orang Tewas dan Dua Luka-Luka

Ia menambahkan, Pemkot Bandung diminta menindak aktivitas mengemis di jalanan sekaligus memastikan kondisi masyarakat yang terlibat dapat diidentifikasi.

“Di Bandung khususnya, kami sudah diberi pesan oleh Pak Gubernur untuk betul-betul menghindarkan diri atau menghentikan tindakan-tindakan berprofesi pengemis. Nah, ini yang sedang kita pastikan agar kita bisa identifikasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Nikmati Hidangan Laut Otentik dan Segar di Kurnia Seafood Bandung

Farhan mengakui, penertiban terhadap gelandangan dan pengemis telah berulang kali dilakukan. Namun, menurutnya, sebagian orang kembali menjalankan aktivitas serupa setelah ditertibkan.

“Kalau kasus seperti itu banyak sering terjadi, kami sudah sering menertibkan bahwa mereka balik lagi balik lagi. Ya, istilahnya kita pun tidak pernah boleh berhenti menghentikan,” ucapnya.

Farhan juga menanggapi anggapan bahwa penertiban seharusnya dibarengi dengan pemberian pekerjaan. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak sederhana karena perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi orang yang bersangkutan.

Baca Juga:  Keren, Ratusan Tenant Hasil Kurasi Mejeng di Keuken 2023

Meski demikian, terkait video anak berbaju badut yang viral, Farhan menegaskan bahwa laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui aparat kewilayahan.

“Langsung, pasti itu mah. Pokoknya Kasi Trantibmas di kelurahan harus segera bergerak,” pungkasnya.

Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi anak, termasuk menelusuri dugaan keterlibatannya dalam aktivitas mengamen serta memastikan hak dan keselamatannya tetap terlindungi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

badut bandung viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

kekerasan

Polisi Tetapkan Dokter IS Tersangka Kekerasan Seksual Balita, Terancam 12 Tahun Penjara

Soroti Sikap Tegas Lembaga Korupsi dan Kebebasan Berekspresi, FWK Gelar Diskusi Kebangsaan

Pelecehan Seksual

Fakta-fakta Kasus Dokter Cabuli Anak Kandung di Bandung: Ditangkap di Bekasi hingga Dugaan KDRT

kekerasan

Oknum Dokter Ditangkap, Anak Korban Kekerasan Seksual di Bandung Masih Trauma

Di balik Ketukan Palu UU Pesantren: Cerita KH Cucun Hadapi Gelombang Penolakan di Parlemen

Buron! Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Diciduk di Apartemen Bekasi

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.