bukamata.id – Video seorang anak yang mengenakan kostum badut Doraemon berwarna merah muda hingga tertidur di kawasan Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, anak tersebut diduga dipaksa mengamen oleh orang tuanya.
Unggahan tersebut menuai keprihatinan warganet. Pemerintah Kota Bandung pun merespons laporan itu. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi yang beredar, termasuk mengidentifikasi kondisi anak tersebut.
Ditemui di Pendopo Kota Bandung, Kamis (22/10/2026), Farhan mengatakan penanganan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian kesejahteraan sosial menjadi salah satu arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Pak Gubernur sudah mengarahkan agar hal-hal tersebut yang sifatnya memberi ruang kepada gepeng ya, gelandangan dan pengemis, atau istilahnya sekarang adalah kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian kesejahteraan sosial ini agar betul-betul diperhatikan,” kata Farhan.
Ia menambahkan, Pemkot Bandung diminta menindak aktivitas mengemis di jalanan sekaligus memastikan kondisi masyarakat yang terlibat dapat diidentifikasi.
“Di Bandung khususnya, kami sudah diberi pesan oleh Pak Gubernur untuk betul-betul menghindarkan diri atau menghentikan tindakan-tindakan berprofesi pengemis. Nah, ini yang sedang kita pastikan agar kita bisa identifikasi,” ujarnya.
Farhan mengakui, penertiban terhadap gelandangan dan pengemis telah berulang kali dilakukan. Namun, menurutnya, sebagian orang kembali menjalankan aktivitas serupa setelah ditertibkan.
“Kalau kasus seperti itu banyak sering terjadi, kami sudah sering menertibkan bahwa mereka balik lagi balik lagi. Ya, istilahnya kita pun tidak pernah boleh berhenti menghentikan,” ucapnya.
Farhan juga menanggapi anggapan bahwa penertiban seharusnya dibarengi dengan pemberian pekerjaan. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak sederhana karena perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi orang yang bersangkutan.
Meski demikian, terkait video anak berbaju badut yang viral, Farhan menegaskan bahwa laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui aparat kewilayahan.
“Langsung, pasti itu mah. Pokoknya Kasi Trantibmas di kelurahan harus segera bergerak,” pungkasnya.
Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi anak, termasuk menelusuri dugaan keterlibatannya dalam aktivitas mengamen serta memastikan hak dan keselamatannya tetap terlindungi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










