bukamata.id – Cara berkomunikasi secara diam-diam diduga digunakan dalam sebuah kasus perselingkuhan yang tengah ramai dibicarakan di media sosial.
Bukan melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, komunikasi yang disebut-sebut menjadi bukti hubungan terlarang itu justru ditemukan pada catatan transaksi GoPay.
Kisah tersebut dibagikan melalui akun TikTok Tina Fiorenza (@fio_falyn). Dalam unggahannya, Tina yang mengaku sebagai istri sah memperlihatkan tangkapan layar sebuah transaksi GoPay dengan nominal hanya Rp1.
Transaksi tersebut tercatat pada 13 September 2026. Namun, yang menjadi perhatian bukan nominal transfernya, melainkan pesan yang ditulis pada kolom catatan transaksi.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terdapat tulisan berbahasa Sunda:
“Ayank dimana nu leresna.”
Kalimat tersebut kurang lebih berarti “sayang di mana yang sebenarnya”.
Menurut keterangan Tina, catatan transaksi tersebut menjadi salah satu bukti komunikasi yang kemudian membuat dugaan hubungan antara suaminya dan seorang perempuan lain terbongkar.
Pesan di Catatan GoPay Baru Diketahui Beberapa Hari Kemudian
Tina menyebut komunikasi melalui fitur catatan transaksi tersebut masih berlangsung hingga 16 September 2026. Namun, komunikasi itu baru diketahui olehnya pada 20 September 2026.
Dalam unggahannya, Tina mengaku akan membagikan bukti-bukti lain secara bertahap kepada publik.
Ia juga menyampaikan kekesalannya melalui keterangan unggahan TikTok tersebut.
“Entahlah ini si pejantan sudah mulai lanca linci.. yang pasti betina sudah nyereng banget ingin ketemu dan finally ketauan chat di gopay terakhir tanggal 16 terciduk sama istrinya tanggal 20 nanti aku spill ya… satu persatu dan perlahan akan saya boomingkan,” tulis Tina dalam unggahannya.
Tina bahkan menandai sejumlah akun publik dalam unggahan tersebut dan menyatakan masih memiliki bukti lain yang akan diungkap secara bertahap.
Disebut Melibatkan Oknum Guru PNS
Perhatian warganet semakin besar setelah Tina menyebut dalam kolom komentar bahwa perempuan yang dituding sebagai pasangan selingkuh suaminya merupakan seorang oknum guru PNS di salah satu SMKN di Sumedang.
Namun, informasi mengenai identitas dan profesi perempuan tersebut merupakan klaim dari pengunggah di media sosial. Tidak terdapat informasi independen yang dapat memastikan tudingan tersebut.
Karena itu, dugaan perselingkuhan dalam unggahan tersebut perlu dilihat sebagai klaim dari pihak yang mengunggah, bukan sebagai fakta yang telah terverifikasi secara independen.
Warganet Soroti Cara Berkomunikasi yang Tak Biasa
Unggahan mengenai dugaan perselingkuhan tersebut kemudian mendapat perhatian luas. Salah satu hal yang membuat warganet ramai berkomentar adalah penggunaan fitur catatan transaksi GoPay sebagai media untuk meninggalkan pesan.
Selama ini, fitur tersebut lebih umum digunakan untuk memberikan keterangan mengenai tujuan transfer. Namun dalam kasus yang dibagikan Tina, kolom tersebut diduga dimanfaatkan untuk berkomunikasi secara personal.
Sejumlah warganet pun mengaku heran dengan cara komunikasi yang digunakan.
“Ada gilanya manusia kali ini, kok bisa pake GoPay lah,” tulis seorang warganet.
Warganet lainnya menyoroti bahwa penggunaan catatan transaksi untuk berkomunikasi menunjukkan adanya upaya untuk menggunakan saluran yang tidak biasa.
“Apalagi ini ya Allah, aku satu aja belum, ini orang dengan gampangnya selengki,” tulis warganet lain.
Komentar berbeda juga menyinggung soal bukti yang dibagikan dalam unggahan tersebut.
“Bukti selingkuh bukan khilaf karena seniat ini woy,” tulis pengguna lainnya.
Kisah tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana fitur sederhana dalam layanan pembayaran digital dapat menjadi bagian dari sebuah cerita yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Meski demikian, tudingan mengenai perselingkuhan maupun identitas pihak yang disebut dalam unggahan tersebut tetap merupakan klaim yang disampaikan pengunggah dan belum dapat dianggap sebagai fakta terverifikasi tanpa adanya konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









