Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rasakan Debut Manis di Semifinal, Mariano Peralta Siap Bawa Persib Juara Piala Presiden 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 19:02 WIB

Resmi Diumumkan, Ini Jadwal Kick-off Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya

Rabu, 5 Agustus 2026 18:18 WIB

Wagub Jabar Imbau Bobotoh Tak Konvoi Berlebihan Jika Persib Juara Piala Presiden 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 16:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rasakan Debut Manis di Semifinal, Mariano Peralta Siap Bawa Persib Juara Piala Presiden 2026
  • Resmi Diumumkan, Ini Jadwal Kick-off Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya
  • Wagub Jabar Imbau Bobotoh Tak Konvoi Berlebihan Jika Persib Juara Piala Presiden 2026
  • SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun
  • Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman
  • Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin
  • Laga Hidup Mati Timnas Indonesia Kontra Singapura: Skenario Penentuan Tiket Semifinal Piala AFF 2026
  • Debut Singkat! Mariano Peralta Siap Jadi Senjata Persib di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Ekskavator Jadi Tandu Darurat, Angkut Lansia Sakit di Pelosok Bandung Barat

By Aga GustianaSelasa, 16 Desember 2025 12:46 WIB6 Mins Read
Viral lansia di pelosok Bandung Barat diangkut ekskavator untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video berdurasi singkat mengaduk emosi warganet. Dalam rekaman yang viral di media sosial itu, tampak seorang pria lanjut usia meringkuk lemah di dalam sendok sebuah ekskavator. Tubuh renta itu ditemani seorang perempuan yang diduga anaknya. Alat berat yang biasa digunakan untuk mengeruk tanah kini berfungsi sebagai “tandu darurat”, membawa sang kakek melintasi medan terjal.

Narasi yang menyertai video tersebut dengan cepat menyebar. Disebutkan bahwa sang lansia terpaksa diangkut menggunakan ekskavator lantaran akses jalan rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Situasi itu membuat warga dan operator alat berat mengambil keputusan yang tak lazim demi menyelamatkan nyawa.

Dalam video itu pula, terdengar suara operator ekskavator berteriak kepada para pekerja jalan. Ia meminta agar sang kakek segera digotong menuruni medan tanah merah yang licin. Beberapa tukang lantas menggendong lansia tersebut, membawanya melewati jalur yang belum rampung. Di sela-sela itu, sang operator terdengar mendoakan kesembuhan si kakek, sebuah potongan kecil kemanusiaan di tengah keterbatasan.

Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut terjadi di Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Informasi itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Pemerintahan Desa Jati, Iyep Saripudin. Namun, Iyep menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya tepat.

“Jadi ini juga bukan karena jalan rusak, perlu kami luruskan. Tapi karena sedang ada pembuatan jalan untuk jembatan apung, itu proyeknya provinsi. Jadi jalannya itu lagi diperbaiki mau dicor jadi akses dari rumah Pa Dalang itu ke jalan desa jauh enggak mungkin pakai motor atau apa,” ujar Iyep dikutip Selasa (16/12/2025).

Pria lansia dalam video itu diketahui bernama Anung alias Abah Dalang, berusia 80 tahun. Ia merupakan warga setempat yang sudah lama tinggal di kawasan pinggir Waduk Saguling. Iyep menjelaskan, pembukaan jalan baru sepanjang kurang lebih 350 meter sedang dilakukan untuk menunjang pembangunan jembatan gantung yang akan menghubungkan Desa Jati dengan Desa Girimukti, sebuah proyek yang digarap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Di balik viralnya video tersebut, kondisi Abah Dalang kini sudah membaik. Berdasarkan informasi dari pengurus RW dan warga sekitar, ia telah pulih dan kembali menjalani aktivitasnya sehari-hari. Abah Dalang dikenal sebagai penarik rakit, moda transportasi alternatif yang kerap digunakan warga untuk menyeberang perairan Waduk Saguling.

“Sudah sembuh katanya, karena sakitnya kan lambung terus merembet ke sakit kepala. Sudah di rumah sekarang juga,” kata Iyep.

Kesaksian serupa disampaikan Bubun, salah seorang warga Desa Jati. Ia menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/12/2025). Menurutnya, Abah Dalang mengalami gangguan lambung setelah belum makan namun sudah minum kopi.

“Betul kejadiannya itu hari Sabtu kemarin. Jadi itu warga kami, namanya Abah Dalang. Beliau sakit lambung, jadi waktu itu belum makan tapi sudah minum kopi kemudian dibawa ke bidan di kampung sini,” kata Bubun.

Bubun kembali menegaskan bahwa penggunaan ekskavator bukan disebabkan oleh jalan rusak seperti yang ramai dinarasikan warganet. Saat itu, alat berat memang sedang beroperasi membuka akses baru. Rumah Abah Dalang berada di ujung kampung, berbatasan langsung dengan perairan Waduk Saguling, dengan akses yang selama ini hanya berupa jalan setapak.

“Jadi itu bukan jalan rusak, tapi justru sedang ada pembukaan akses untuk pembuatan jembatan apung di atas Waduk Saguling oleh Pak Gubernur (Dedi Mulyadi). Rumah abah itu ada di ujung, dan jalannya itu cuma jalan setapak karena akses mati ke sungai,” ujar Bubun.

Proses pembukaan jalan membuat jalur tersebut tidak memungkinkan dilalui kendaraan apa pun. Kebetulan, ekskavator berada tak jauh dari lokasi Abah Dalang berkumpul bersama warga di sebuah saung.

“Kebetulan ekskavatornya ada di bawah, waktu itu mau saya bawa ke rumah sakit abah menolak. Akhirnya kita naikkan ke ekskavator terus dibawa ke bidan. Kalau pakai kendaraan enggak memungkinkan,” kata Bubun.

Viralnya peristiwa ini akhirnya mendapat perhatian Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Ia angkat bicara terkait insiden lansia yang harus diangkut menggunakan alat berat demi mendapatkan layanan kesehatan.

Ia menjelaskan bahwa Abah Dalang mengalami sakit lambung dan hendak dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Lokasi rumah Abah Dalang berada di area pembukaan jalur pembangunan jembatan apung di pinggir Waduk Saguling.

“Akses menuju lokasi bukan dikarenakan jalan rusak, melainkan pembukaan jalur sehingga belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, jalur itu pun merupakan akses yang sama menuju ke tempat tinggal Abah,” katanya, Senin (15/12/2025).

Jeje menambahkan, penggunaan ekskavator merupakan pilihan paling memungkinkan saat itu karena alat berat tersebut sedang berada di lokasi pekerjaan.

“Jarak yang ditempuh sejauh kurang lebih 350 meter menuju akses utama hingga mempermudah menuju fasilitas kesehatan,” katanya.

Meski demikian, Jeje mengakui bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan penanganan kondisi darurat di wilayah dengan akses terbatas dapat dilakukan lebih cepat, lebih sigap, dan lebih berorientasi pada keselamatan warga,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang menjadi sorotan publik tersebut.

“Kami mengakui bahwa penanganan awal dari tingkat desa dan kecamatan belum berjalan cepat, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat,” tandasnya.

Jalan Rusak, Masalah Lama Bandung Barat

Terlepas dari klarifikasi kasus Abah Dalang, persoalan infrastruktur jalan memang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kabupaten Bandung Barat. Daerah yang resmi berdiri pada tahun 2007 ini kini genap berusia 18 tahun. Usia yang tidak lagi muda, namun juga belum sepenuhnya matang.

Dalam perjalanannya, Bandung Barat diwarnai berbagai dinamika, mulai dari kasus korupsi hingga pembangunan yang menelan anggaran besar. Namun hingga kini, persoalan jalan rusak masih tersebar di hampir seluruh wilayah.

Dari selatan seperti Gununghalu, Rongga, dan Cipongkor, hingga wilayah utara Lembang dan Ngamprah, serta kawasan barat seperti Rajamandala dan Cipatat, kondisi jalan kerap dikeluhkan warga.

Salah satu contoh nyata berada di Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur. Jalan di desa tersebut masih berupa tanah merah yang berubah menjadi lumpur saat hujan turun—sebuah pemandangan yang terasa tak relevan di tahun 2025.

Kondisi itu sempat viral di media sosial. Video yang beredar menunjukkan jalan licin berlumpur, menyulitkan aktivitas warga. Kepala Desa Bojongsalam, Ajang Yusuf Bachtiar, membenarkan kondisi tersebut.

“Ia betul itu ada di wilayah kami. Warga sudah banyak mengeluh karena memang sulit dilalui. Bukan cuma oleh kendaraan, bahkan untuk jalan kaki juga sulit karena licin kalau hujan,” ungkap Ajang.

Ajang mengaku telah berupaya mengajukan perbaikan sejak 2019, termasuk melakukan pelebaran jalan dengan dana desa. Namun hingga kini, perbaikan permanen belum terealisasi.

“Jadi di 2019 kami sempat melakukan pelebaran menggunakan dana desa. Kemudian di tahun 2020, itu dijanjikan perbaikan tapi belum ada realisasinya sampai sekarang,” katanya.

Kabar terbaru, jalan tersebut direncanakan akan diperbaiki melalui dana Community Development (Comdev) dari PLN sebagai dampak pembangunan PLTA Upper Cisokan.

“Mudah-mudahan bisa segera terealisasi tahun ini,” ujar Ajang.

Kisah Abah Dalang dan jalan-jalan berlumpur di pelosok Bandung Barat menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan dan proyek besar, masih ada warga yang bergulat dengan keterbatasan akses. Ekskavator yang berubah fungsi menjadi alat penyelamat nyawa menjadi simbol ironi sekaligus solidaritas—tentang bagaimana kemanusiaan sering kali bergerak lebih cepat daripada infrastruktur.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Abah Dalang Bandung Barat Ekskavator evakuasi infrastruktur Jalan Terbatas lansia Saguling
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman

Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin

Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit

Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan

BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!

Aksi Nekat di Andir Bandung, Bendera Merah Putih Dibakar, Pelaku Masih Diburu Polisi

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.