Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Minggu, 20 September 2026 12:40 WIB

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Minggu, 20 September 2026 12:02 WIB

Kabar Gembira! 7.550 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bandung Bakal Jadi Penuh Waktu Januari 2027

Minggu, 20 September 2026 11:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
  • Kabar Gembira! 7.550 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bandung Bakal Jadi Penuh Waktu Januari 2027
  • Tak Mau Ulangi Catatan Musim Lalu, Marc Klok Tantang Persijap Jepara
  • Bukan Cuma Enak! 5 Tempat Makan Viral di Bandung 2026 yang Bikin Pengunjung Rela Antre
  • Cek Sebelum Keluar Rumah! Ini Prakiraan Cuaca Bandung dan Kabupaten Bandung Hari Ini
  • 4,65 Detik Mengubah Segalanya: Jejak Robby dari Gresik hingga Jadi Raja Speed Dunia
  • Persiapan Mepet, Igor Tolic Ungkap Tantangan Persib Jelang Kontra Persijap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral! Kronologi Bayi 1,5 Kg Meninggal di Tasikmalaya Diduga Akibat Malpraktik Klinik

By SusanaSelasa, 21 November 2023 15:00 WIB5 Mins Read
Viral di media sosial mengenai kisah bayi berbobot 1,5 kg meninggal dunia di Tasikmalaya yang diduga akibat malpraktik klinik. (Instagram @nadiaanastasyasilvera)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Viral di media sosial mengenai kisah bayi berbobot 1,5 kg meninggal dunia di Tasikmalaya yang diduga akibat malpraktik klinik.

Kisah pilu meninggalnya bayi tersebut dirasakan oleh pasangan Erlangga Surya Pamungkas dan Nisa Armila, warga Kecamatan Bungusari, Kota Tasikmalaya.

Bayi berbobot 1,5 kg tersebut meninggal setelah dibawa pulang oleh keluarga karena dinyatakan sehat oleh klinik bersangkutan.

Namun, saat sampai di rumah, kesehatan bayi menurun sehingga orang tua bayi tersebut langsung membawa kembali ke klinik semula, dan saat sampai bayi dinyatakan meninggal dunia.

Dugaan adanya malpraktik bermula saat sang ibu tidak mendapatkan perawatan yang semestinya saat datang ingin melahirkan. Setelah bayi lahir pun, bukannya mendapatkan perawatan intensif namun malah dijadikan konten foto dan video baby newborn oleh pihak klinik.

Berikut kronologi meninggalnya bayi berbobot 1,5 kg yang diduga disebabkan oleh malpraktik klinik.

Lewat akun Instagram @nadiaanastasyasilvera, ayah dari bayi, Erlangga menceritakan kasus dugaan malpraktik itu bermula pada Senin (13/11) lalu.

Ketika itu, istrinya yang usia kehamilannya sudah 9 bulan datang ke Klinik Alifa untuk melahirkan.

Namun, setibanya di klinik, istrinya malah diminta untuk pulang oleh seorang bidan. Istrinya pun kembali pulang ke rumah menuruti arahan dari bidan tersebut meski kondisinya sudah sangat lemas.

“Oleh bidan jaga di klinik tersebut di suruh pulang karena menurut bidan jaga istri saya masih pembukaan 2, padahal keadaan istri saya sudah sangat lemas dan terlihat seperti akan segera melahirkan,” kata dia sebagaimana dikutip pada Selasa (21/11/2023).

Kemudian, pada malam hari, kondisi istrinya semakin lemas dan tidak dapat lagi menahan sakit sehingga istrinya kembali mendatangi klinik itu. Namun, setibanya di sana, pelayanan yang diberikan di klinik begitu buruk dengan meminta istrinya untuk menunggu hingga pukul 24.00 WIB.

Baca Juga:  Misteri Kematian Massal Ikan Udikan di Sungai Ciwulan: Warga Adat Naga Alami Gatal-Gatal

“Bidan tersebut malah terus main handphone, tidak memperdulikan istri saya yang sudah sangat kesakitan, dan bidan itu pun bilang akan diperiksa,” ucap dia.

Namun demikian, sebelum pukul 24.00 WIB, istrinya mengalami pecah ketuban dan menangis kesakitan. Akhirnya, sekitar pukul 22.00 WIB, istrinya ditangani oleh bidan dan melahirkan anak pertamanya dengan berat sekitar 1,5 kilogram.

“Tepat pukul 22.00 WIB istri saya melahirkan,” ucap dia.

Usai melahirkan, kata Erlangga, bidan di klinik itu tak berhenti berulah dengan menjadikan anaknya sebagai bahan praktik bagi sejumlah mahasiswa yang magang di ruang bersalin.

Bahkan, anaknya itu sempat difoto dan dijadikan bahan untuk konten baby newborn di media sosial.

Sementara, pihak keluarga dilarang untuk masuk ke ruangan bersalin. Istri dari Erlangga yang baru saja melahirkan pun malah diminta untuk membersihkan badannya sendiri yang dilumuri darah pasca melahirkan tanpa dibantu oleh petugas di klinik.

“Istri saya dibiarkan tidak di rawat dengan baik pasca melahirkan, masih banyak sisa darah di badan istri saya, di punggung, di perut di kaki semuanya, sama sekali tidak dibersihkan, hanya ditutupi kain samping,” papar dia.

Kejadian tak menyenangkan yang dialami oleh Erlangga terus berlanjut. Anaknya yang berbobot kecil ternyata tak dimasukkan oleh bidan ke dalam tabung inkubator yang sesuai dengan standar medis.

“Yang parahnya anak saya di inkubator dalam posisi memakai baju dua lapis, dipakaikan sarung tangan dan pernel bayi,” jelas dia.

Baca Juga:  6 Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner di Tasikmalaya untuk Libur Nataru, Bikin Ketagihan

Erlangga kemudian sempat menanyakan soal kondisi anaknya ke bidan dan diberi tahu bahwa berat badan anaknya memang tak normal dan napasnya dalam kondisi tak baik. Bidan di klinik pun menyebut bakal berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk dapat memastikan perlu atau tidaknya tindakan inkubator.

Selain itu, Erlangga juga sempat bertanya kapan anaknya dapat diberikan ASI. Bidan itu pun meminta untuk menunggu sebab akan dilakukan observasi terlebih dahulu sebanyak satu kali tiap jam.

“Bidan jaga memberikan jawaban katanya belum bisa soalnya masih belum bagus kondisi napasnya, dan bidan juga bahwa akan diobservasi setiap satu jam sekali,” papar dia.

Keesokan harinya pada Selasa (14/11/2023) sekitar pukul 07.00 WIB, bidan memberi tahu jika anak dari Erlangga diperbolehkan pulang.

Bidan juga memberi tahu bahwa anaknya dalam kondisi normal dan sehat sehingga tak memerlukan tindakan inkubator. Pihak klinik hanya memberi tahu bahwa harus dilakukan kontrol rutin.

Sebelum meninggalkan klinik, Erlangga pun diminta biaya senilai Rp 1 juta meski sudah memakai Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dalam kuitansi yang diberikan, tak dijelaskan secara rinci untuk keperluan apa saja uang Rp 1 juta tersebut.

“Saya menanyakan dan memastikan kepada bidan jaga, apakah benar ini anak di suruh pulang? Apakah sehat ? Apakah normal? Apakah tidak harus di bawa ke rumah sakit untuk di inkubator? Melihat BB-nya saja sangat jauh di bawah normal,” ungkap dia.

Setibanya di rumah, kata Erlangga, ASI istrinya ternyata tidak keluar. Hingga pukul 18.00 WIB, tak ada susu yang masuk ke anaknya. Lalu, pada pukul 21.00 WIB, kondisi kesehatan anaknya tiba-tiba menurun karena jantungnya berhenti berdetak.

Baca Juga:  Selebgram Cut Intan Nabila Alami KDRT, Dipukul Bertubi-tubi hingga Bayi Ditendang Suami

Erlangga yang panik langsung kembali ke Klinik Alifa. Namun, setibanya di sana klinik tersebut sudah tutup. Dia menggedor pintu klinik berulangkali hingga ada seorang bidan yang keluar dan langsung mengecek kondisi anaknya. Setelah dicek, anaknya kemudian dinyatakan telah meninggal dunia.

“Dia memeriksa anak saya lalu menyebutkan bahwa anak saya sudah meninggal,” ucap dia.

Tak ada penjelasan dari pihak klinik soal penyebab anaknya meninggal dunia. Anaknya bahkan tak diberi surat kematian.

Dari sana, Erlangga bergegas menuju ke RS Jasa Kartini Tasikmalaya karena berharap anaknya masih hidup. Di sana, anaknya sempat ditangani hingga dinyatakan meninggal dunia dan diberi surat kematian.

Ketika itu, Erlangga dokter di rumah sakit itu pun terkejut saat tahu anaknya tak ditempatkan di inkubator padahal berat badannya tak normal. Mestinya, anak dengan berat sekitar 1,5 kilogram ditempatkan di inkubator selama 7 hari dan diberikan banyak ASI.

“Minimal inkubator untuk bayi dengan BB 1,5 kilogram adalah selama tujuh hari atau sepuluh hari menurut suster di Rumah Sakit Jasa Kartini, mereka menanyakan melahirkan di mana karena kaget kok bayi dengan BB tersebut dibolehkan pulang,” kata dia.

Usai peristiwa itu, Erlangga mengaku sempat kembali mendatangi Klinik Alifa untuk meminta penjelasan. Akan tetapi, tak ada bidan yang menemuinya. Kasus itu pun akhirnya dilaporkan ke Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Fetrizal, membenarkan pihaknya sudah menerima laporan mengenai kasus dugaan malpraktik tersebut. Kini, pihaknya sedang melakukan rangkaian penyelidikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bayi meninggal Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Kabar Gembira! 7.550 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bandung Bakal Jadi Penuh Waktu Januari 2027

Ilustrasi Hujan.

Cek Sebelum Keluar Rumah! Ini Prakiraan Cuaca Bandung dan Kabupaten Bandung Hari Ini

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.