Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!

Kamis, 18 Juni 2026 20:51 WIB

Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib

Kamis, 18 Juni 2026 20:04 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 19:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!
  • Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib
  • Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi
  • Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri
  • Waspada! Link Video Cut Salwa Diduga Jebakan Digital Berbahaya
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! Ulta Levenia Ungkap Celah Ketidakpuasan Publik Dimanfaatkan Asing

By Aga GustianaKamis, 11 September 2025 07:07 WIB2 Mins Read
Ulta Levenia
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam sesi wawancara di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa (9/9/2025), pakar terorisme Ulta Levenia menyoroti bagaimana ketidakpuasan publik dapat dimanfaatkan untuk mengganggu stabilitas politik Indonesia.

Ulta membahas fenomena Color Revolution dan konsep relative deprivation, yang menurutnya berpotensi menjadi alat pihak asing untuk mempengaruhi kondisi sosial dan politik.

Ulta menjelaskan bahwa Color Revolution biasanya muncul dari kelompok yang merasa terpinggirkan secara ekonomi maupun sosial. Kelompok ini dipersatukan melalui simbol atau narasi ketidakadilan, yang dirancang untuk memberi legitimasi moral dalam menentang pemerintahan yang sah.

Mengutip teori Ted Robert Gurr dalam Why Men Rebel, Ulta menekankan bahwa relative deprivation—perasaan tertinggal atau dirugikan meski secara materiil tidak miskin—bisa memicu konflik sosial.

Baca Juga:  Deddy Corbuzier Meledak: Saat Empati Hilang, Vidi Aldiano Jadi Korban Pemberitaan

“Ketika masyarakat membandingkan diri dengan elit yang hidup mewah, muncul ketegangan yang berpotensi menimbulkan instabilitas,” ujarnya.

Dalam konteks Indonesia, Ulta menyoroti praktik pejabat publik yang memamerkan fasilitas negara atau gaya hidup mewah di media sosial.

Baca Juga:  Rumah Tangga Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Diterpa Isu Orang Ketiga

Di tengah PHK massal dan tekanan ekonomi, perilaku semacam ini dapat menimbulkan rasa ketidakadilan dan menjadi celah bagi pihak luar untuk mendeligitimasi pemerintah.

“Pemimpin yang menolak tekanan dari kekuatan asing berisiko menjadi sasaran delegitimasi melalui keresahan rakyat,” tegas Ulta.

Ia menekankan posisi strategis Indonesia di mata dunia membuat negara ini selalu menarik perhatian pihak luar. “Indonesia terlalu penting untuk dibiarkan netral,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipatif, Ulta menyerukan agar masyarakat meningkatkan literasi politik dan bersikap kritis terhadap informasi yang beredar, termasuk dari media mainstream.

Baca Juga:  Deddy Corbuzier Akhirnya Ungkap Sifat Asli Sabrina Chairunnisa di Tengah Gugatan Cerai

“Jangan langsung percaya begitu saja. Kita harus memeriksa fakta dan mencari kebenaran, meski itu tidak populer,” katanya.

Di tengah dinamika politik nasional, termasuk isu reshuffle kabinet dan manuver elit, Ulta menegaskan bahwa kewaspadaan publik adalah benteng terakhir untuk menjaga kedaulatan dan independensi bangsa dari ancaman operasi pengaruh asing maupun infiltrasi ideologi yang menyamar sebagai perubahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Deddy Corbuzier Literasi politik publik Rakyat Ulta Levenia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri

Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan

Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.