Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menjelajah Kelezatan Karawang: 10 Wisata Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah

Kamis, 17 September 2026 02:00 WIB

Rekomendasi Kuliner Legendaris Garut: 4 Tempat Makan Ikonik yang Wajib Dicoba

Kamis, 17 September 2026 01:00 WIB

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Rabu, 16 September 2026 22:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menjelajah Kelezatan Karawang: 10 Wisata Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Rekomendasi Kuliner Legendaris Garut: 4 Tempat Makan Ikonik yang Wajib Dicoba
  • Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! Ulta Levenia Ungkap Celah Ketidakpuasan Publik Dimanfaatkan Asing

By Aga GustianaKamis, 11 September 2025 07:07 WIB2 Mins Read
Ulta Levenia
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam sesi wawancara di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa (9/9/2025), pakar terorisme Ulta Levenia menyoroti bagaimana ketidakpuasan publik dapat dimanfaatkan untuk mengganggu stabilitas politik Indonesia.

Ulta membahas fenomena Color Revolution dan konsep relative deprivation, yang menurutnya berpotensi menjadi alat pihak asing untuk mempengaruhi kondisi sosial dan politik.

Ulta menjelaskan bahwa Color Revolution biasanya muncul dari kelompok yang merasa terpinggirkan secara ekonomi maupun sosial. Kelompok ini dipersatukan melalui simbol atau narasi ketidakadilan, yang dirancang untuk memberi legitimasi moral dalam menentang pemerintahan yang sah.

Mengutip teori Ted Robert Gurr dalam Why Men Rebel, Ulta menekankan bahwa relative deprivation—perasaan tertinggal atau dirugikan meski secara materiil tidak miskin—bisa memicu konflik sosial.

Baca Juga:  Viral! Harta Kekayaan Deddy Corbuzier Hampir Tembus Rp1 Triliun, Ini Rinciannya

“Ketika masyarakat membandingkan diri dengan elit yang hidup mewah, muncul ketegangan yang berpotensi menimbulkan instabilitas,” ujarnya.

Dalam konteks Indonesia, Ulta menyoroti praktik pejabat publik yang memamerkan fasilitas negara atau gaya hidup mewah di media sosial.

Baca Juga:  Heboh Erika Carlina Umumkan Kehamilan 9 Bulan, Siap Jadi Ibu Tunggal?

Di tengah PHK massal dan tekanan ekonomi, perilaku semacam ini dapat menimbulkan rasa ketidakadilan dan menjadi celah bagi pihak luar untuk mendeligitimasi pemerintah.

“Pemimpin yang menolak tekanan dari kekuatan asing berisiko menjadi sasaran delegitimasi melalui keresahan rakyat,” tegas Ulta.

Ia menekankan posisi strategis Indonesia di mata dunia membuat negara ini selalu menarik perhatian pihak luar. “Indonesia terlalu penting untuk dibiarkan netral,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipatif, Ulta menyerukan agar masyarakat meningkatkan literasi politik dan bersikap kritis terhadap informasi yang beredar, termasuk dari media mainstream.

Baca Juga:  Kisah Menegangkan Ulta Levenia: Dari Menyaksikan Eksekusi Hingga Dilamar Abu Sayyaf

“Jangan langsung percaya begitu saja. Kita harus memeriksa fakta dan mencari kebenaran, meski itu tidak populer,” katanya.

Di tengah dinamika politik nasional, termasuk isu reshuffle kabinet dan manuver elit, Ulta menegaskan bahwa kewaspadaan publik adalah benteng terakhir untuk menjaga kedaulatan dan independensi bangsa dari ancaman operasi pengaruh asing maupun infiltrasi ideologi yang menyamar sebagai perubahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Deddy Corbuzier
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.