Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Senin, 2 November 2026 09:00 WIB

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Senin, 2 November 2026 08:46 WIB

Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare

Senin, 2 November 2026 08:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah
  • Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare
  • Persib Ancam Singgasana Persija: Perburuan Juara Super League Memanas!
  • Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! Ulta Levenia Ungkap Celah Ketidakpuasan Publik Dimanfaatkan Asing

By Aga GustianaKamis, 11 September 2025 07:07 WIB2 Mins Read
Ulta Levenia
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam sesi wawancara di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa (9/9/2025), pakar terorisme Ulta Levenia menyoroti bagaimana ketidakpuasan publik dapat dimanfaatkan untuk mengganggu stabilitas politik Indonesia.

Ulta membahas fenomena Color Revolution dan konsep relative deprivation, yang menurutnya berpotensi menjadi alat pihak asing untuk mempengaruhi kondisi sosial dan politik.

Ulta menjelaskan bahwa Color Revolution biasanya muncul dari kelompok yang merasa terpinggirkan secara ekonomi maupun sosial. Kelompok ini dipersatukan melalui simbol atau narasi ketidakadilan, yang dirancang untuk memberi legitimasi moral dalam menentang pemerintahan yang sah.

Mengutip teori Ted Robert Gurr dalam Why Men Rebel, Ulta menekankan bahwa relative deprivation—perasaan tertinggal atau dirugikan meski secara materiil tidak miskin—bisa memicu konflik sosial.

Baca Juga:  Dari Cinta Rahasia ke Gugatan Cerai: Akhir Perjalanan Panjang Deddy Corbuzier dan Sabrina

“Ketika masyarakat membandingkan diri dengan elit yang hidup mewah, muncul ketegangan yang berpotensi menimbulkan instabilitas,” ujarnya.

Dalam konteks Indonesia, Ulta menyoroti praktik pejabat publik yang memamerkan fasilitas negara atau gaya hidup mewah di media sosial.

Baca Juga:  Resmi Berpisah, Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Angkat Bicara

Di tengah PHK massal dan tekanan ekonomi, perilaku semacam ini dapat menimbulkan rasa ketidakadilan dan menjadi celah bagi pihak luar untuk mendeligitimasi pemerintah.

“Pemimpin yang menolak tekanan dari kekuatan asing berisiko menjadi sasaran delegitimasi melalui keresahan rakyat,” tegas Ulta.

Ia menekankan posisi strategis Indonesia di mata dunia membuat negara ini selalu menarik perhatian pihak luar. “Indonesia terlalu penting untuk dibiarkan netral,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipatif, Ulta menyerukan agar masyarakat meningkatkan literasi politik dan bersikap kritis terhadap informasi yang beredar, termasuk dari media mainstream.

Baca Juga:  Profil Sabrina Chairunnisa, Istri Deddy Corbuzier yang Kini Ramai Diterpa Isu Rumah Tangga

“Jangan langsung percaya begitu saja. Kita harus memeriksa fakta dan mencari kebenaran, meski itu tidak populer,” katanya.

Di tengah dinamika politik nasional, termasuk isu reshuffle kabinet dan manuver elit, Ulta menegaskan bahwa kewaspadaan publik adalah benteng terakhir untuk menjaga kedaulatan dan independensi bangsa dari ancaman operasi pengaruh asing maupun infiltrasi ideologi yang menyamar sebagai perubahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Deddy Corbuzier
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.