Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Aksi Nekat Perempuan Asal Kopo di Jembatan Paspati Berhasil Digagalkan Warga

Selasa, 11 Agustus 2026 17:29 WIB

Karhutla Bromo Tengger Semeru Tembus 742 Hektare

Selasa, 11 Agustus 2026 17:22 WIB

Dugaan Pohon Ditebang untuk Lapangan Padel di Jalan Riau, Eddy Soeparno Minta Penanganan Tegas

Selasa, 11 Agustus 2026 17:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Aksi Nekat Perempuan Asal Kopo di Jembatan Paspati Berhasil Digagalkan Warga
  • Karhutla Bromo Tengger Semeru Tembus 742 Hektare
  • Dugaan Pohon Ditebang untuk Lapangan Padel di Jalan Riau, Eddy Soeparno Minta Penanganan Tegas
  • Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos Kemensos Agustus 2026 Pakai NIK KTP
  • Aturan Label Ketahanan Makanan MBG, Ledia Hanifa Ingatkan Pentingnya Edukasi Dapur dan Kontrol Ketat BGN
  • Persib Kena Sanksi FIFA Lagi, Apakah Pemain Baru Terancam Gagal Registrasi?
  • Dedi Mulyadi Tanya Langsung Tersangka Tabrak Lari Aiptu Asep: Akui Mabuk dan Bawa Mobil Teman
  • Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Taurus Stop Janji Manis, Aquarius Butuh Ruang Sendiri!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 11 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aturan Label Ketahanan Makanan MBG, Ledia Hanifa Ingatkan Pentingnya Edukasi Dapur dan Kontrol Ketat BGN

By Aga GustianaSelasa, 11 Agustus 2026 16:21 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penerapan label batas waktu konsumsi pada paket Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh berhenti sebagai formalitas di atas kertas. Pengetatan aturan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini dinilai harus sejalan dengan pembinaan masif terhadap para pengelola dapur serta pengawasan ketat di lapangan.

Pesan tersebut ditegaskan oleh legislator Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah. Menurutnya, kepastian mengenai durasi kelayakan konsumsi hidangan harian merupakan hak mendasar bagi masyarakat penerima manfaat.

“Informasi tentang makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah berapa lama dimasak di omprengnya MBG itu sebenarnya adalah hak konsumen untuk tahu. Agar mereka jadi lebih berhati-hati, sambil produsennya juga lebih berhati-hati dalam distribusi dan lain sebagainya,” ujar Ledia.

Ia menggarisbawahi bahwa karakter hidangan MBG yang dimasak dan dibagikan pada hari yang sama menuntut standar keamanan pangan yang ekstra presisi.

Upgrade Kapasitas Pengelola Dapur

Guna menjamin keamanan olahan pangan secara menyeluruh, Ledia mendorong BGN untuk rutin menggelar pelatihan teknis bagi setiap unit penyedia makanan. Bimbingan tersebut meliputi teknik penyimpanan bahan, higienitas pengolahan, metode pengemasan, hingga pemahaman faktor mekanis maupun biologis yang sanggup mempercepat pembusukan makanan.

“Harus selalu ada upgrading-upgrading yang dilakukan oleh BGN terhadap dapur-dapur agar mereka juga punya pengetahuan yang berkembang tentang packingnya, tentang apa saja yang bisa memperpendek usia barang-barang itu untuk dikonsumsi,” kata Ledia.

Wakil rakyat daerah pemilihan Kota Bandung dan Cimahi ini menambahkan bahwa BGN tidak boleh membiarkan mitra dapur bekerja tanpa arah atau sekadar mengandalkan kebiasaan lama.

“Jangan disuruh berdiri sendiri, disuruh jalan sendiri secara pengetahuan sendiri. Harus diberikan dulu edukasi,” ujarnya.

Optimalisasi Peran Petugas Lapangan

Di sisi lain, pengawasan langsung di fasilitas produksi menjadi titik krusial. Ledia menyoroti keberadaan tiga personil BGN yang ditempatkan pada setiap unit dapur MBG agar benar-benar menjalankan fungsi supervisi secara nyata, mulai dari sortir bahan mentah, penyimpanan, hingga penyajian.

“Mereka bukan cuma nama. Mereka harus menjalankan fungsinya dengan baik dan benar. Mereka juga harus kontrol, mereka harus mengecek dan memastikan,” tegas Ledia.

Bagi Ledia, transparansi informasi melalui pencantuman label jam kedaluwarsa baru dianggap berhasil apabila didukung oleh rantai produksi pangan yang terjamin dari hulu ke hilir.

“Jadi ketika ada pemasangan labelnya itu bukan sekadar yang penting sudah dipasang, tapi bagaimana memastikan produknya sendiri juga sudah aman. Itu yang penting,” pungkas Ledia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BGN Ledia Hanifa MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh! Aksi Nekat Perempuan Asal Kopo di Jembatan Paspati Berhasil Digagalkan Warga

Karhutla Bromo Tengger Semeru Tembus 742 Hektare

Dugaan Pohon Ditebang untuk Lapangan Padel di Jalan Riau, Eddy Soeparno Minta Penanganan Tegas

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos Kemensos Agustus 2026 Pakai NIK KTP

Dedi Mulyadi Tanya Langsung Tersangka Tabrak Lari Aiptu Asep: Akui Mabuk dan Bawa Mobil Teman

Nasi Diburu Satpol PP! Ini Sosok Bupati Paniai dan Alasan Kerasnya Aturan Kamis Tanpa Nasi

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.