Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang

Rabu, 7 Oktober 2026 02:00 WIB

Pesona Tersembunyi Tanah Sunda: 7 Surga Wisata Subang Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

Rabu, 7 Oktober 2026 01:00 WIB

Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC

Selasa, 6 Oktober 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang
  • Pesona Tersembunyi Tanah Sunda: 7 Surga Wisata Subang Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC
  • Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi
  • Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda
  • Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
  • Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi
  • Misi Putus Tren Buruk: Marc Klok Tegaskan Persib Incar Kemenangan di Kandang Port FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aturan Label Ketahanan Makanan MBG, Ledia Hanifa Ingatkan Pentingnya Edukasi Dapur dan Kontrol Ketat BGN

By Aga GustianaSelasa, 11 Agustus 2026 16:21 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penerapan label batas waktu konsumsi pada paket Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh berhenti sebagai formalitas di atas kertas. Pengetatan aturan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini dinilai harus sejalan dengan pembinaan masif terhadap para pengelola dapur serta pengawasan ketat di lapangan.

Pesan tersebut ditegaskan oleh legislator Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah. Menurutnya, kepastian mengenai durasi kelayakan konsumsi hidangan harian merupakan hak mendasar bagi masyarakat penerima manfaat.

“Informasi tentang makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah berapa lama dimasak di omprengnya MBG itu sebenarnya adalah hak konsumen untuk tahu. Agar mereka jadi lebih berhati-hati, sambil produsennya juga lebih berhati-hati dalam distribusi dan lain sebagainya,” ujar Ledia.

Ia menggarisbawahi bahwa karakter hidangan MBG yang dimasak dan dibagikan pada hari yang sama menuntut standar keamanan pangan yang ekstra presisi.

Baca Juga:  352 Pelajar Keracunan Massal di Cipongkor, BGN Hentikan Sementara Dapur MBG

Upgrade Kapasitas Pengelola Dapur

Guna menjamin keamanan olahan pangan secara menyeluruh, Ledia mendorong BGN untuk rutin menggelar pelatihan teknis bagi setiap unit penyedia makanan. Bimbingan tersebut meliputi teknik penyimpanan bahan, higienitas pengolahan, metode pengemasan, hingga pemahaman faktor mekanis maupun biologis yang sanggup mempercepat pembusukan makanan.

“Harus selalu ada upgrading-upgrading yang dilakukan oleh BGN terhadap dapur-dapur agar mereka juga punya pengetahuan yang berkembang tentang packingnya, tentang apa saja yang bisa memperpendek usia barang-barang itu untuk dikonsumsi,” kata Ledia.

Baca Juga:  Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Dadan Hindayana CS, Mark Up Motor Listrik Rp1 Triliun

Wakil rakyat daerah pemilihan Kota Bandung dan Cimahi ini menambahkan bahwa BGN tidak boleh membiarkan mitra dapur bekerja tanpa arah atau sekadar mengandalkan kebiasaan lama.

“Jangan disuruh berdiri sendiri, disuruh jalan sendiri secara pengetahuan sendiri. Harus diberikan dulu edukasi,” ujarnya.

Optimalisasi Peran Petugas Lapangan

Di sisi lain, pengawasan langsung di fasilitas produksi menjadi titik krusial. Ledia menyoroti keberadaan tiga personil BGN yang ditempatkan pada setiap unit dapur MBG agar benar-benar menjalankan fungsi supervisi secara nyata, mulai dari sortir bahan mentah, penyimpanan, hingga penyajian.

Baca Juga:  Update Keracunan MBG di Bandung Barat: Korban Bertambah Jadi 411 Siswa, 47 Orang Masih Dirawat di RS

“Mereka bukan cuma nama. Mereka harus menjalankan fungsinya dengan baik dan benar. Mereka juga harus kontrol, mereka harus mengecek dan memastikan,” tegas Ledia.

Bagi Ledia, transparansi informasi melalui pencantuman label jam kedaluwarsa baru dianggap berhasil apabila didukung oleh rantai produksi pangan yang terjamin dari hulu ke hilir.

“Jadi ketika ada pemasangan labelnya itu bukan sekadar yang penting sudah dipasang, tapi bagaimana memastikan produknya sendiri juga sudah aman. Itu yang penting,” pungkas Ledia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BGN Ledia Hanifa MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

kekerasan

Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.