Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Sabtu, 10 Oktober 2026 17:16 WIB
Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Sabtu, 10 Oktober 2026 16:14 WIB

The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!

Sabtu, 10 Oktober 2026 13:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
  • Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif
  • Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru
  • Ditinggal Bojan Hodak Malah Makin Gacor! Inilah 2 Rekor ‘Gila’ Persib di Bawah Racikan Igor Tolic
  • BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Update Kasus Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Bandung: Korban Dimintai Keterangan, Sampel Diuji
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cuma Gara-Gara Baju Telat Sehari, Penjahit di Bali Diduga Rasis dan Maki Pelanggan! Kok Bisa?

By SusanaMinggu, 19 Juli 2026 15:47 WIB6 Mins Read
Kronologi lengkap cekcok pelanggan dengan pemilik Sintya Tailor di Badung, Bali, yang viral di media sosial. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Video cekcok antara seorang pelanggan perempuan dengan pemilik usaha jahit Sintya Tailor di Badung, Bali, viral di media sosial. Perselisihan yang terekam kamera tersebut diduga bermula dari masalah keterlambatan pengerjaan pakaian yang sudah dijanjikan selesai dalam waktu satu hari.

Peristiwa itu terjadi di sebuah usaha jahit pakaian yang berlokasi di Jalan Raya Subang, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.

Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang pelanggan perempuan terlibat adu mulut dengan pemilik usaha jahit. Rekaman tersebut kemudian memicu beragam komentar dari warganet karena terdapat dugaan ucapan kasar, ancaman, hingga tudingan adanya perkataan bernuansa SARA.

Namun, di sisi lain, pemilik Sintya Tailor juga memberikan klarifikasi dan menyampaikan versinya mengenai kejadian tersebut.

Awal Mula Perselisihan, Baju Tak Kunjung Selesai

Berdasarkan keterangan pelanggan, persoalan bermula pada Senin (30/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, seorang pelanggan datang ke tempat jahit milik seorang ibu bernama Ni Made Tiadnyani atau Bu Sintya untuk menyerahkan tiga buah pakaian yang akan dikecilkan ukurannya.

Pelanggan kemudian menanyakan apakah pakaian tersebut bisa selesai pada Selasa (1/7/2026) sore sekitar pukul 17.00-18.00 WIB, karena pakaian tersebut akan digunakan.

Bu Sintya disebut menyanggupi permintaan tersebut.

Namun, saat pelanggan datang kembali sesuai waktu yang dijanjikan, pakaian tersebut ternyata belum selesai dikerjakan.

Pelanggan Datang Berulang Kali, Pesanan Belum Dikerjakan

Pada Selasa (1/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, pelanggan kembali mendatangi Sintya Tailor untuk mengambil pakaiannya.

Namun, pelanggan mengaku kecewa karena pakaian tersebut masih belum dikerjakan. Bu Sintya disebut meminta tambahan waktu sekitar satu jam.

Pelanggan kemudian memilih pulang dan kembali lagi sekitar pukul 21.00 WIB. Namun saat datang kembali, kondisi pakaian masih belum berubah dan belum selesai dikerjakan.

Keesokan harinya, Rabu (2/7/2026), pelanggan kembali mendatangi tempat jahit tersebut.

Akan tetapi, menurut keterangan pelanggan, pakaian yang dititipkan masih belum dikerjakan.

Hal serupa kembali terjadi pada Kamis (3/7/2026). Karena merasa kecewa dengan keterlambatan tersebut, pelanggan kemudian meminta agar pakaian serta uang pengerjaan dikembalikan.

Permintaan tersebut disebut ditolak.

Bu Sintya disebut menjawab: “Nanti, orang belum saya kerjakan.”

Situasi kemudian berubah menjadi pertengkaran antara pelanggan dan pemilik usaha jahit.

Video Viral, Pelanggan Akui Mendapat Perlakuan Kasar

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat suasana cekcok antara pelanggan dan pemilik Sintya Tailor.

Pelanggan mengaku dalam perselisihan tersebut dirinya mendapat perlakuan kasar, termasuk dugaan disiram bekas makanan dan diancam menggunakan tongkat.

Pelanggan juga menyebut memiliki rekaman video sebagai bukti kejadian tersebut.

Dalam rekaman yang beredar, terdengar ucapan bernada ancaman dari pihak penjahit yang kemudian menjadi sorotan publik.

Salah satu potongan ucapan yang beredar menyebut adanya ancaman untuk mendatangkan orang lain guna melakukan kekerasan terhadap pelanggan.

Video tersebut kemudian menyebar luas dan mendapat berbagai reaksi dari warganet.

Komentar Warganet Soroti Dugaan Ucapan Kasar

Viralnya video cekcok Sintya Tailor memunculkan banyak komentar dari pengguna media sosial.

Sebagian warganet mempertanyakan sikap pemilik usaha jahit karena masalah awal hanya berkaitan dengan keterlambatan pengerjaan pakaian.

Beberapa komentar yang muncul di antaranya:

“Padahal kan cuma minta baju jahitannya yang belum selesai kenapa tuh binatang tukang jahit malah marah dan rasis?” tulis akun @ahm***.

Komentar lain juga menyoroti dugaan perkataan bernuansa SARA.

“Sombong banget sih Bu……Ibu sadar gak, ngomong gt itu termasuk Rasis, ngeri……” tulis akun @her***.

Sementara akun lain mengaitkan kasus tersebut dengan citra masyarakat Bali.

“Pantesan Bali kemarin wisatanya jadi sepi para turis pada pilihnya ke Yogya. Mungkin karena warganya seperti ini kepada pendatang,” tulis akun @riz***.

Pemilik Sintya Tailor Beri Klarifikasi

Setelah videonya viral, pemilik Sintya Tailor, Ni Made Tiadnyani, akhirnya memberikan klarifikasi.

Perempuan yang akrab disapa Bu Sintya tersebut mengakui bahwa dirinya memang mengucapkan kata-kata kasar saat terjadi perselisihan.

Namun, ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menghina maupun merendahkan pihak tertentu.

Menurutnya, ucapan tersebut keluar secara spontan karena terbawa emosi.

“Sebenarnya saya nggak bermaksud mengejek atau menghina orang. Itu saya ucapkan karena murni kesal, marah. Saya akui salah mengucap itu tapi murni ada penyebabnya,” ujar Bu Sintya.

Ia mengaku emosinya terpancing karena merasa mendapat perlakuan tidak sopan dari pelanggan saat dirinya sedang makan sore.

Versi Bu Sintya: Pelanggan Tidak Mau Menunggu

Bu Sintya menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya meminta pelanggan untuk menunggu sekitar 15 menit karena sedang makan.

Menurutnya, pelanggan dianggap tidak sabar dan langsung memarahinya.

“Saking emosinya, saya lagi makan dimarahi, dicaci maki. Saya sudah minta maaf dan minta biar menunggu 15 menit saja, tapi dia tidak sabar,” tuturnya.

Ia juga mengakui memang terjadi keterlambatan pengerjaan pakaian.

Menurut Bu Sintya, pesanan tersebut terdiri dari tiga kemeja kerja pria milik pacar pelanggan yang harus dikecilkan dan dipotong bagian bawah karena terlalu panjang.

Sementara satu pakaian lainnya milik pelanggan perempuan hanya membutuhkan servis pemasangan kancing.

Pesanan Tertunda karena Banyak Pekerjaan

Bu Sintya menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena banyaknya pekerjaan yang masuk, terutama pesanan kebaya.

Ia mengaku beberapa pakaian belum sempat dikerjakan sesuai jadwal.

“Istilahnya ada saja yang ketinggalan. Saya sudah kasih tahu waktu buat nunggu 15 menit saja. Ya sesuai video itu, saya kerjakan,” katanya.

Ia juga menjelaskan biaya pengerjaan pakaian tersebut.

Untuk tiga kemeja milik pacar pelanggan, biaya servis mencapai Rp75 ribu atau Rp25 ribu per pakaian.

Sedangkan pakaian milik pelanggan perempuan dikenakan biaya Rp10 ribu untuk pemasangan kancing.

Bantah Menyiram Makanan dan Mengancam

Bu Sintya juga membantah tudingan bahwa dirinya menyiram pelanggan menggunakan sisa makanan.

Ia mengatakan dirinya tidak melakukan tindakan tersebut.

Menurutnya, apabila benar menyiram makanan, pakaian pelanggan pasti akan terlihat basah.

Ia juga menyebut telah bertemu dengan pacar pelanggan setelah kejadian dan keduanya sudah saling meminta maaf.

“Saya sudah minta maaf ke pacarnya, begitu sebaliknya. Tapi yang bersangkutan pergi duluan,” ujar Bu Sintya.

Polisi Belum Terima Laporan Resmi

Meski video tersebut viral dan memuat dugaan ancaman, hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke kepolisian.

Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan pihaknya belum menerima laporan tertulis dari kedua pihak.

Sementara itu, Kapolsek Abiansemal Kompol I Nengah Sona menyebut pihaknya masih melakukan koordinasi dan mengumpulkan informasi terkait kejadian yang beredar di media sosial.

Pelajaran dari Konflik Sintya Tailor

Kasus cekcok antara pelanggan dan pemilik Sintya Tailor menjadi perhatian publik karena bermula dari persoalan pelayanan usaha kecil, namun berkembang menjadi konflik besar setelah video tersebar luas.

Perselisihan tersebut menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang baik antara pelaku usaha dan pelanggan.

Bagi pelaku usaha, ketepatan waktu pengerjaan menjadi salah satu faktor utama menjaga kepercayaan konsumen. Sementara bagi pelanggan, penyelesaian masalah melalui komunikasi yang tenang dapat mencegah konflik berkembang semakin besar.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi sorotan publik sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Update Kasus Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Bandung: Korban Dimintai Keterangan, Sampel Diuji

Viral Aksi Pria Ngaku Satnarkoba dan BNN di Garut, Korban Bongkar Gelagat Mencurigakan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.