Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Merinding! Bisikan ‘Alhamdulillah’ Lamine Yamal di Tengah Panasnya Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 09:39 WIB

Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan

Senin, 20 Juli 2026 09:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Link Cek Desil Bansos PKH dan BPNT 20 Juli 2026, Pakai NIK KTP Langsung Tahu Status Penerima

Senin, 20 Juli 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Merinding! Bisikan ‘Alhamdulillah’ Lamine Yamal di Tengah Panasnya Final Piala Dunia 2026
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Link Cek Desil Bansos PKH dan BPNT 20 Juli 2026, Pakai NIK KTP Langsung Tahu Status Penerima
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair 20 Juli 2026, Begini Cara Cek Nama Penerima Pakai NIK KTP
  • Argentina vs Spanyol Live Malam Ini! Ini Link Streaming Resmi Final Piala Dunia 2026 Pukul 02.00 WIB
  • Link Live Streaming Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026: Saksikan Duel Juara Dunia di Sini
  • Welcome Mariano Peralta! Striker Argentina Ini Jadi Senjata Baru Persib Hadapi Musim 2026/2027
  • Bukan Anak Kota, Bukan Fasilitas Mewah: Kok Bisa Anak Boyolali Ini Tembus NASA?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 20 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Anak Kota, Bukan Fasilitas Mewah: Kok Bisa Anak Boyolali Ini Tembus NASA?

By SusanaMinggu, 19 Juli 2026 20:19 WIB6 Mins Read
Nama Ibrahim Al Abrar mendadak menjadi perhatian setelah prestasinya berhasil menembus dunia teknologi internasional. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama Ibrahim Al Abrar mendadak menjadi perhatian setelah prestasinya berhasil menembus dunia teknologi internasional. Bocah asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, itu tercatat memperoleh Letter of Recognition (LOR) dari NASA setelah berhasil menemukan celah keamanan pada salah satu sistem publik milik badan antariksa Amerika Serikat tersebut.

Namun, di balik penghargaan bergengsi itu, ada kisah panjang tentang rasa ingin tahu seorang anak sekolah dasar yang memilih menghabiskan waktunya untuk belajar coding dan cybersecurity secara mandiri.

Ibrahim bukan berasal dari lingkungan teknologi besar. Ia adalah siswa kelas 6 SD Negeri Genengsari 3, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, yang sehari-hari hidup di wilayah pedesaan Boyolali Utara.

Di usia yang belum genap 12 tahun, Ibrahim sudah menunjukkan ketertarikan besar terhadap dunia keamanan digital. Ketekunannya belajar secara otodidak membawanya pada sebuah pencapaian yang bahkan banyak profesional teknologi impikan: mendapat pengakuan dari NASA.

Perjalanan Ibrahim Al Abrar, Bocah SD Boyolali yang Menekuni Dunia Cybersecurity

Ibrahim Al Abrar merupakan putra kedua pasangan Aminuddin Salas (36) dan Hannisa Oktaviani (36), warga Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

Sejak kecil, Ibrahim dikenal memiliki rasa penasaran tinggi terhadap teknologi. Ketika sebagian anak seusianya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain, Ibrahim justru mulai tertarik memahami bagaimana sebuah sistem komputer bekerja.

Ketertarikannya bermula dari belajar coding secara mandiri. Ia mencoba memahami berbagai bahasa pemrograman melalui internet, video tutorial, hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Perjalanan itu kemudian berkembang ketika Ibrahim mulai mengenal dunia cybersecurity atau keamanan siber.

Ia tertarik setelah membaca berbagai informasi mengenai orang-orang yang berhasil menemukan kelemahan sistem digital perusahaan besar melalui jalur resmi.

Baca Juga:  Penampakan Kebakaran Hutan Terparah di Los Angeles yang Terekam Satelit NASA

Dari situlah muncul keinginan untuk mencoba hal serupa.

“Saya awalnya belajar coding dulu, kemudian mulai tertarik cybersecurity,” ujar Ibrahim.

Bagi Ibrahim, belajar keamanan siber bukan sekadar mencari penghargaan. Ia ingin memahami bagaimana sistem digital bisa dibuat lebih aman dan bagaimana sebuah celah dapat diperbaiki sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bagaimana Ibrahim Bisa Menemukan Celah Keamanan NASA?

Prestasi Ibrahim berawal ketika ia melakukan pengujian keamanan terhadap salah satu sistem atau domain publik NASA.

Dalam proses tersebut, Ibrahim menemukan adanya kerentanan berupa broken link hijacking, yaitu kondisi ketika tautan yang sudah tidak aktif berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengarahkan pengguna ke halaman berbahaya seperti situs phishing.

Temuan tersebut kemudian tidak digunakan untuk merusak sistem atau mengambil keuntungan pribadi. Ibrahim justru melaporkannya melalui jalur resmi yang disediakan NASA.

Menurut penjelasan komunitas cybersecurity, Ibrahim memanfaatkan mekanisme NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP), sebuah kebijakan yang memungkinkan peneliti keamanan melaporkan temuan kerentanan secara etis.

Akun Instagram @cyberity.network menjelaskan bahwa kasus Ibrahim bukanlah aksi peretasan ilegal.

“Ibrahim tidak melakukan peretasan ilegal, dia memanfaatkan NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP) yang biasanya di-host di platform seperti Bugcrowd,” tulis akun tersebut.

Hal serupa juga ditegaskan oleh akun @ibracoding yang menyebut bahwa Ibrahim sejak awal tidak pernah menyebut tindakannya sebagai “hack” atau “membobol” sistem NASA.

Menurutnya, Ibrahim hanya melakukan pencarian celah keamanan secara etis agar kerentanan tersebut tidak dimanfaatkan untuk kegiatan berbahaya.

“Benar-benar pure bahwa Ibrahim mencari celah keamanan broken link hijacking di web NASA agar tidak digunakan untuk melakukan phishing dan melaporkannya secara etis,” tulis akun @ibracoding.

Surat Apresiasi NASA untuk Ibrahim Al Abrar

Baca Juga:  Guncang Amerika! Bocah Kelas 3 SD Asal Bandung Raih Top 2 Dunia dan Tembus Gerbang NASA

Setelah laporan dikirimkan, Ibrahim harus menunggu proses verifikasi dari pihak NASA.

Laporan tersebut tidak langsung mendapatkan respons. Hampir dua bulan setelah pengiriman, temuan Ibrahim akhirnya diverifikasi.

NASA kemudian mengirimkan Letter of Recognition (LOR) tertanggal 9 Juli 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem.

“Alhamdulillah, senang,” kata Ibrahim saat menceritakan perasaannya setelah mendapatkan apresiasi tersebut.

Bagi seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, surat penghargaan dari NASA menjadi pengalaman luar biasa.

Namun Ibrahim menyadari bahwa penghargaan tersebut bukanlah akhir perjalanan. Ia justru ingin menjadikannya sebagai motivasi untuk terus memperdalam ilmu keamanan digital.

Cita-citanya pun sudah jelas, yakni menjadi seorang profesional di bidang cybersecurity.

Dari Belajar YouTube hingga Bermimpi Jadi Ahli Keamanan Siber

Perjalanan Ibrahim belajar teknologi tidak selalu mudah.

Ia mengaku sering menemukan materi yang sulit dipahami. Karena masih berstatus siswa sekolah dasar, banyak konsep dalam dunia teknologi yang membutuhkan waktu untuk dipelajari.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, Ibrahim memanfaatkan berbagai sumber belajar, mulai dari YouTube hingga bantuan AI.

Selain cybersecurity, Ibrahim juga pernah mencoba membuat game sebagai bagian dari proses memahami dunia pemrograman.

Dari akun Instagram pribadinya @ibracoding, terlihat bagaimana Ibrahim membagikan aktivitas belajarnya di bidang teknologi.

Salah satu unggahannya menunjukkan semangatnya untuk terus berkembang.

“Teman-temannya masih main game… Dia kepikiran belajar bikin servernya,” tulis akun tersebut.

Dalam unggahan lainnya, Ibrahim menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan.

“Aku cuma anak SD yang lagi belajar koding, masih sering salah. Tapi komentar kalian bikin aku berani terus lanjut,” tulisnya.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Perjalanan Ibrahim

Di balik keberhasilan Ibrahim, terdapat dukungan besar dari keluarga, terutama sang ayah, Aminuddin.

Baca Juga:  Curiosity Milik NASA Tak Sengaja Temukan Harta Karun di Mars, Apa Itu?

Ia mengaku bangga melihat perkembangan anaknya yang sejak awal memiliki ketertarikan kuat terhadap teknologi.

Menurut Aminuddin, Ibrahim mulai serius mempelajari cybersecurity pada awal 2026. Sebelumnya, anaknya lebih banyak belajar coding.

“Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena mencari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP,” kata Aminuddin.

Ia menjelaskan bahwa laporan Ibrahim sebenarnya sudah dikirim sekitar dua bulan sebelum mendapatkan balasan dari NASA.

Sebagai orang tua, Aminuddin berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemicu agar Ibrahim semakin semangat belajar.

Menurutnya, dunia teknologi saat ini memberikan kesempatan besar bagi siapa pun yang mau belajar, termasuk anak-anak.

“Ini masih awal. Harapannya bisa tambah semangat setelah mendapatkan surat apresiasi dari NASA,” ujarnya.

Ia juga berharap Ibrahim suatu hari bisa mendapatkan pengalaman lebih besar, termasuk mengikuti program bug bounty dan berkembang menjadi profesional cybersecurity.

Inspirasi Generasi Muda Indonesia untuk Berani Belajar Teknologi

Kisah Ibrahim Al Abrar menjadi bukti bahwa kesempatan belajar teknologi tidak hanya milik mereka yang tinggal di kota besar atau memiliki fasilitas lengkap.

Dengan kemauan belajar, internet, dan pemanfaatan teknologi seperti AI, anak-anak dari berbagai daerah juga dapat menghasilkan karya yang mendapat pengakuan dunia.

Prestasi Ibrahim bukan hanya tentang sebuah sertifikat dari NASA. Lebih dari itu, kisahnya menunjukkan bahwa rasa penasaran, konsistensi, dan keberanian mencoba dapat membuka jalan menuju pencapaian besar.

Dari sebuah desa di Boyolali, seorang siswa sekolah dasar telah menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di bidang teknologi global.

Ibrahim Al Abrar kini menjadi contoh bahwa mimpi menjadi ahli cybersecurity dapat dimulai sejak usia dini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bocah jago coding cybersecurity Indonesia Ibrahim Al Abrar Letter of Recognition NASA NASA siswa SD Boyolali
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Link Cek Desil Bansos PKH dan BPNT 20 Juli 2026, Pakai NIK KTP Langsung Tahu Status Penerima

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair 20 Juli 2026, Begini Cara Cek Nama Penerima Pakai NIK KTP

gempa

Getaran Terasa Kuat! Gempa Sukabumi M 4,9 Bikin Warga Waswas, BMKG Beri Imbauan Penting

Cuma Gara-Gara Baju Telat Sehari, Penjahit di Bali Diduga Rasis dan Maki Pelanggan! Kok Bisa?

Tragedi Garut! 8 Siswi Tenggelam di Kolam Mata Air, Satu Pelajar Kelas 9 Meninggal Dunia

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Macan Tutul
    Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
  • Bos Koi Bongkar Rahasia Honeycomb dan Kroto, Disebut Superfood yang Diburu di Thailand!
  • Ilustrasi begal
    Waspada! Aksi Begal di Bandung Makin Marak, Polisi Siapkan Skenario Keamanan Baru
  • Kepanasan Dicecar Pertanyaan, Bupati Gowa Husniah Pilih Walk Out Ketimbang Klarifikasi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.