Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Senin, 24 Agustus 2026 16:31 WIB

Dari Bocah yang Nyaris Berhenti, Jonatan Christie Kini Jadi Raja Tunggal Putra Dunia

Senin, 24 Agustus 2026 16:04 WIB

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

Senin, 24 Agustus 2026 15:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!
  • Dari Bocah yang Nyaris Berhenti, Jonatan Christie Kini Jadi Raja Tunggal Putra Dunia
  • Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data
  • Kisah Tahun Gajah dan Lahirnya Nabi Muhammad SAW yang Menyimpan Pelajaran Berharga
  • Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung
  • Pindah Stadion Tanpa Penonton, Ramon Tanque Tegaskan Persib Siap Hajar Manila Digger di SJH
  • Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya
  • Persib Berpacu dengan Waktu! Igor Tolic Pusing, 2 Pemain Cedera Jelang Kontra Manila Digger
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Lega! Reni Rahmawati Korban TPPO Sukabumi, Akhirnya Pulang ke Jabar

By SusanaSelasa, 18 November 2025 20:40 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata/M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa syukur setelah Reni Rahmawati, warga Sukabumi yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), akhirnya tiba kembali di Indonesia dalam keadaan selamat.

Dedi mengatakan bahwa sejak awal Pemprov Jawa Barat memberikan dukungan penuh, mulai dari koordinasi pemulangan hingga memastikan kondisi korban aman ketika kembali ke Tanah Air.

“Dulu, proses pemulangan korban seperti ini sangat berat dan membutuhkan biaya besar. Alhamdulillah sekarang bisa terselesaikan,” ucap Dedi di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, Selasa (18/11/2025).

Apresiasi untuk Polda Jabar

Baca Juga:  Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Gubernur juga memberikan penghargaan kepada Polda Jawa Barat yang telah bertindak cepat dalam menangani kasus ini, termasuk mengirimkan tim ke luar negeri untuk memastikan keselamatan korban.

“Mereka sudah bekerja maksimal. Saya sebagai Gubernur tentu bahagia karena berbagai persoalan warganya, termasuk yang berada di luar negeri bisa ditangani dengan baik. Terima kasih kepada Kapolda dan jajaran,” ungkapnya.

Imbauan: Warga Jangan Mudah Terpengaruh Rayuan

Dedi menegaskan bahwa kasus Reni harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat Jawa Barat. Ia meminta warga lebih berhati-hati terhadap ajakan menikah atau bekerja di luar negeri tanpa kejelasan identitas maupun dokumen resmi.

Baca Juga:  Pedagang Ember Ngaku Orang Gerindra: Sampai Mati Prabowo

“Jangan mudah percaya kalau ada yang menawarkan kehidupan mewah atau menikah dengan warga negara asing tanpa tahu jelas latar belakangnya,” tegas Dedi.

Menurutnya, pelaku perdagangan orang kerap menggunakan bujuk rayu yang sama untuk menjebak korban. Ia mengungkapkan bahwa kasus serupa sudah pernah ia tangani sejak menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

“Dulu saya sudah beberapa kali memulangkan warga yang ditipu lalu dibawa ke Tiongkok. Semoga ini menjadi kejadian terakhir,” tambahnya.

Baca Juga:  KDM Tunjuk Jari di Tengah Penyelidikan Korupsi Pemkot Bandung: Sampah dan Drainase Selesaikan

Pentingnya Prosedur Resmi untuk Pernikahan dengan WNA

Dedi juga mengingatkan warga Jawa Barat bahwa pernikahan dengan WNA harus melalui jalur resmi, termasuk kejelasan status kewarganegaraan dan kehadiran keluarga pihak asing di Indonesia.

“Semua prosesnya harus jelas dan legal. Ini penting sebagai rambu-rambu bagi masyarakat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Dedi berharap tidak ada lagi warga Jawa Barat yang terjebak dalam kasus TPPO akibat iming-iming kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

“Yang awalnya mengira akan hidup bahagia, pada akhirnya justru mengalami penderitaan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Warga Desil 9-10 Tak Lagi Dapat Subsidi BBM, Pemkot Bandung Soroti Akurasi Data

Farhan Klaim Penertiban PKL Belum Picu Lonjakan Pengangguran di Bandung

Bocah 9 Tahun Digigit Pitbull hingga Operasi, Polisi Ungkap Nasib Anjing dan Pemiliknya

Mencekam! Bocah 9 Tahun Diserang Pitbull di Kompleks Bandung, Kepala dan Telinga Luka Serius

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek Bansos Rp600 Ribu BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, NIK KTP Jadi Kuncinya

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.