Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 20:40 WIB

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Selasa, 20 Oktober 2026 20:16 WIB

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Selasa, 20 Oktober 2026 19:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
  • Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?
  • Ranking AFC Terbaru: Indonesia Meroket ke Posisi 16 Asia, Persib dan Borneo FC Jadi Kunci
  • Mengarungi Jadwal Horor 3 Pekan, Pelatih Persib Bongkar Resep Sederhana Jaga Stamina Pemain
  • Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok
  • Sempat Merasa Kesepian dan Frustrasi, Gakuto Notsuda Buka-bukaan Soal Cedera di Persib
  • Bukan Cuma Modal Cantik! Otak Encer & Latar Belakang Alda Callista Miss Indonesia 2026 Bikin Melongo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Lega! Reni Rahmawati Korban TPPO Sukabumi, Akhirnya Pulang ke Jabar

By SusanaSelasa, 18 November 2025 20:40 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata/M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa syukur setelah Reni Rahmawati, warga Sukabumi yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), akhirnya tiba kembali di Indonesia dalam keadaan selamat.

Dedi mengatakan bahwa sejak awal Pemprov Jawa Barat memberikan dukungan penuh, mulai dari koordinasi pemulangan hingga memastikan kondisi korban aman ketika kembali ke Tanah Air.

“Dulu, proses pemulangan korban seperti ini sangat berat dan membutuhkan biaya besar. Alhamdulillah sekarang bisa terselesaikan,” ucap Dedi di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, Selasa (18/11/2025).

Apresiasi untuk Polda Jabar

Baca Juga:  Kasus Depok Jadi Pembelajaran, Dedi Mulyadi: Membuat Orang Sejahtera Bukan Hal Mudah

Gubernur juga memberikan penghargaan kepada Polda Jawa Barat yang telah bertindak cepat dalam menangani kasus ini, termasuk mengirimkan tim ke luar negeri untuk memastikan keselamatan korban.

“Mereka sudah bekerja maksimal. Saya sebagai Gubernur tentu bahagia karena berbagai persoalan warganya, termasuk yang berada di luar negeri bisa ditangani dengan baik. Terima kasih kepada Kapolda dan jajaran,” ungkapnya.

Imbauan: Warga Jangan Mudah Terpengaruh Rayuan

Dedi menegaskan bahwa kasus Reni harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat Jawa Barat. Ia meminta warga lebih berhati-hati terhadap ajakan menikah atau bekerja di luar negeri tanpa kejelasan identitas maupun dokumen resmi.

Baca Juga:  Lebih dari Festival! WJF 2025 Jadi Momentum Penguatan Budaya dan Etos Kerja Jabar

“Jangan mudah percaya kalau ada yang menawarkan kehidupan mewah atau menikah dengan warga negara asing tanpa tahu jelas latar belakangnya,” tegas Dedi.

Menurutnya, pelaku perdagangan orang kerap menggunakan bujuk rayu yang sama untuk menjebak korban. Ia mengungkapkan bahwa kasus serupa sudah pernah ia tangani sejak menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

“Dulu saya sudah beberapa kali memulangkan warga yang ditipu lalu dibawa ke Tiongkok. Semoga ini menjadi kejadian terakhir,” tambahnya.

Baca Juga:  KDM Integrasikan Kebijakan Transportasi untuk Tekan Kecelakaan Lalu Lintas di Jabar

Pentingnya Prosedur Resmi untuk Pernikahan dengan WNA

Dedi juga mengingatkan warga Jawa Barat bahwa pernikahan dengan WNA harus melalui jalur resmi, termasuk kejelasan status kewarganegaraan dan kehadiran keluarga pihak asing di Indonesia.

“Semua prosesnya harus jelas dan legal. Ini penting sebagai rambu-rambu bagi masyarakat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Dedi berharap tidak ada lagi warga Jawa Barat yang terjebak dalam kasus TPPO akibat iming-iming kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

“Yang awalnya mengira akan hidup bahagia, pada akhirnya justru mengalami penderitaan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Banyak Murid Belum Lancar Calistung, Disdik Cirebon Setuju Kebijakan ‘Tidak Otomatis Naik Kelas’

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.