Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Banjir Item Gratis! Buruan Buru Kode Redeem FF Hari Ini 9 Agustus 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire 9 Agustus 2026 Hari Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 01:00 WIB

FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 21:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banjir Item Gratis! Buruan Buru Kode Redeem FF Hari Ini 9 Agustus 2026
  • Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem Free Fire 9 Agustus 2026 Hari Ini
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
  • Kedatangan Danijel Loncar Bikin Skuad Asing Persib Over kapasitas, Siapa Bakal Terdepak?
  • Ternyata Cuma Hakim Garis? Terbongkar Siapa Wasit Oman yang ‘Rampok’ Tiket Semifinal Garuda!
  • Geger Kasus Anak ODGJ Bunuh Ibu Kandung di Kuningan, Jasad Korban Dievakuasi dari Sumur
  • Perkuat Sektor Pertahanan, Persib Bandung Resmi Datangkan Danijel Loncar
  • Imbas Kebakaran di Alun-alun Surya Kencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Total!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 9 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ingin Pemberantasan Korupsi Objektif, Muhammadiyah Dorong Kembalinya Independensi KPK

By Putra JuangSelasa, 31 Desember 2024 18:30 WIB2 Mins Read
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong kembalinya independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga pemberantasan korupsi berjalan objektif.

Dorongan itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2024 PP Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, No. 23, Kota Yogyakarta, pada Senin (30/12/2024).

Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah konsisten dan komitmen untuk mendukung usaha pemerintah dalam pemberantasan korupsi yang adil dan objektif, serta tidak boleh terpengaruh oleh pihak manapun.

“Di sinilah kunci pada seluruh anggota komisioner KPK untuk menjaga dan membangun political will KPK,” ucap Haedar dikutip laman Muhammadiyah.

Menurutnya, untuk kembalinya independensi KPK tidak bisa dilakukan secara sepihak. Melainkan juga membutuhkan peran eksternal yang disambut oleh internal dalam penegakan hukum untuk pemberantasan korupsi.

Melalui komitmen semua pihak, harap Haedar, tidak ada lagi fenomena politisasi KPK. Subjektivitas KPK dijadikan palu gadam untuk memukul lawan atau pihak yang berseberangan.

Guru Besar Ilmu Sosiologi ini memandang, jika komitmen untuk independen dijalankan KPK akan mendapat dukungan dari banyak pihak. Lebih-lebih masyarakat sipil yang juga tidak sepakat dengan korupsi.

Selain KPK, Haedar juga menyoroti lembaga Yudikatif yang lain termasuk Kepolisian, Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi, dan Negeri yang mengalami peluruhan kepercayaan dari masyarakat.

“Penegakan hukum dari kepolisian bahkan lembaga-lembaga Yudikatif dari Mahkamah Agung sampai pada Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi menjadi tempat untuk apa tegaknya keadilan,” katanya.

Komitmen tersebut, kata Haedar, jika dijalankan dengan bijak dan menjadi political will, diharapkan pada tahun-tahun mendatang penegakan hukum untuk tindak pidana korupsi bisa lebih baik lagi.

“Korupsi ini seperti sebuah penyakit yang menular di seluruh tubuh kita. Kami juga mendorong Lembaga Yudikatif ini untuk berperan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Di sisi lain, elit politik juga diminta supaya ikut komitmen dalam penegakan hukum bagi para pelaku korupsi. Transaksi-Transaksi balas budi diharapkan Haedar tidak ada lagi, saling sadar akan peran dan amanah publik.

Perguruan tinggi juga diharapkan ikut berperan dalam penumpasan korupsi di Indonesia. Sebab seharusnya perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjaga objektivitas kebijakan, dan kompas kehidupan masyarakat.

Di tengah badai korupsi yang masih terjadi, Muhammadiyah tetap mengajak optimis untuk membangun Negara dan bangsa yang bersih. Haedar mengutip pesan Nabi Muhammad, hatta sampai sehari sebelum kiamat, muslim tetap diminta untuk menanam biji kurma.

Pesan Nabi Muhammad tersebut adalah bentuk motivasi supaya umat dan manusia tetap optimis, sampai nanti akan menemukan progres untuk perubahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Haedar Nashir korupsi KPK Muhammadiyah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Kasus Anak ODGJ Bunuh Ibu Kandung di Kuningan, Jasad Korban Dievakuasi dari Sumur

Imbas Kebakaran di Alun-alun Surya Kencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Total!

Izin Praktik Dicabut Total, Dokter Bedah Ini Lakukan ‘Kesalahan Terburuk dalam Sejarah Kedokteran’

Buka Semarak Budaya di Bandung, Ledia Hanifa Dorong Angklung Lebih Inovatif dan Mendunia

Indonesia dan Malaysia Bersatu Desak Dunia Hentikan Tindakan Israel di Al-Aqsa

Dendam Dipendam Berhari-hari, Fajar Nekat Bantai Tetangga di Depan Gerbang Masjid

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.