Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Buktikan BoP Ada Gunanya! MUI Minta Pemerintah Desak Pembebasan Relawan yang Diculik Israel

Kamis, 21 Mei 2026 20:17 WIB

BONGKAR! Kejanggalan Lomba Sains Viral Pekanbaru: Nilai 76 Dikalahkan Nilai 69?

Kamis, 21 Mei 2026 19:57 WIB

PMII Jabar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Pembangunan Terlalu Fokus Infrastruktur, Abai Kebutuhan Dasar

Kamis, 21 Mei 2026 19:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Buktikan BoP Ada Gunanya! MUI Minta Pemerintah Desak Pembebasan Relawan yang Diculik Israel
  • BONGKAR! Kejanggalan Lomba Sains Viral Pekanbaru: Nilai 76 Dikalahkan Nilai 69?
  • PMII Jabar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Pembangunan Terlalu Fokus Infrastruktur, Abai Kebutuhan Dasar
  • Link Video TKW Taiwan 3 vs 1 Durasi Full Viral di TikTok, Isinya Mencengangkan!
  • Viral Video Menteri Israel Olok-olok Ratusan Aktivis Kemanusiaan Gaza yang Diikat dan Dipaksa Berlutut
  • Seolah Menyentuh Langsung, Detail Foto Resolusi Tinggi Hajar Aswad Ini Bikin Merinding
  • Kejutan Bursa Transfer: 5 Penyerang Sayap yang Masuk Radar Persib Bandung
  • Ibu ODGJ dan Ayah Tiada: Kisah Pilu Tiani, Bocah Patah Kaki yang Telantar di Pedalaman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 21 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Insinerator Disegel, Mang Jabri Galau: Kami Cuma Cari Jalan Agar Sampah Tak Menumpuk

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 4 Februari 2026 13:25 WIB3 Mins Read
Insinerator Motah Baturengat disegel, Mang Jabri galau menghadapi sampah menumpuk di Bandung. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di Jl. Batu Rengat, Kelurahan Cijondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, aktivitas pengelolaan sampah di Motah Baturengat kini berjalan setengah hati. Dua unit insinerator yang selama ini menjadi tumpuan pengolahan sampah residu resmi berhenti beroperasi setelah disegel.

Di balik kebijakan itu, ada kegelisahan para pekerja lapangan. Salah satunya Risman (44), pengelola Motah Baturengat yang akrab disapa Mang Jabri. Ia mengaku berada di posisi serba salah, antara menaati aturan dan menghadapi tuntutan warga.

“Kalau persisnya cerita penyegelan, saya tidak tahu sepenuhnya. Itu urusan para ketua. Saya mah hanya menjalankan pekerjaan saja,” ujar Mang Jabri saat ditemui, Rabu (4/2/2026).

Ia menuturkan, sejak adanya keputusan dari pemerintah pusat, dua insinerator di lokasi tersebut langsung dimatikan. Alasan penyegelan pun, menurut informasi yang ia terima, berkaitan dengan dugaan emisi.

Baca Juga:  Rp29 Miliar Dialihkan, DLH Bandung Targetkan Sampah Kota Diolah dengan RDF pada 2026

“Katanya karena emisi, di atas baku mutu. Tapi kemarin kita sudah uji emisi ulang, ada dari Sokopindo, dari ITB juga datang. Sekarang tinggal nunggu hasil lab, katanya dua mingguan sesuai arahan Pak Wali Kota,” katanya.

Selama insinerator berhenti, pengelola mengalihkan fungsi lahan untuk pemilahan sampah. Langkah itu diambil sebagai upaya meredam keluhan warga sekitar.

“Kami alihfungsikan lokasi ini buat pilah sampah. Itu juga tuntutan warga. Kalau tidak seperti ini, bagaimana nasib warga, bisa lebih parah lagi,” ucapnya.

Motah Baturengat sendiri telah beroperasi hampir satu setengah tahun, dengan kapasitas pengolahan sekitar 150 ton sampah residu per bulan.

Baca Juga:  Risiko Sampah Bandung Naik, Pemkot Luncurkan Program Gaslah

Sampah residu tersebut sebelumnya dimusnahkan menggunakan insinerator, sementara sampah organik diolah menjadi kompos dan bahan maggot. Adapun sampah anorganik dimanfaatkan kembali untuk menambah pemasukan pengelola.

“Kalau organik kita olah lagi. Anorganik seperti rongsok kita manfaatkan. Jadi semuanya jalan,” jelasnya.

Mang Jabri menegaskan, selama beroperasi, insinerator dinilai efektif dan tidak menimbulkan dampak yang dikhawatirkan.

“Kalau ini beracun, nggak mungkin pohon-pohon di sini rimbun. Asap juga hampir tidak ada. Kadang cuma kelihatan kayak fatamorgana,” katanya.

Namun sejak penyegelan, persoalan baru muncul. Sampah mulai menumpuk, sementara pengelola takut melangkah karena khawatir berurusan dengan hukum.

“Hancur, Pak. Sekarang saya kena demo warga. Mau bergerak takut kena hukum, nggak bergerak sampah menumpuk,” tuturnya lirih.

Ia menyebut, saat ini pihaknya hanya bisa mengikuti arahan pemerintah, meski di lapangan situasinya kian rumit.

Baca Juga:  Bandung Terapkan Sistem Baru Sampah, RDF Jadi Solusi Utama

“Kami cuma pekerja sampah. Nggak ngerti undang-undang. Tahu-tahunya solusi lapangan. Kalau arahannya menumpuk dulu, ya kita ikuti,” ujarnya.

Di tengah kegalauan itu, Mang Jabri berharap ada solusi cepat dan jelas dari pemerintah agar pengelolaan sampah bisa kembali berjalan.

“Saya mohon ke Pak Menteri, dinas Kota Bandung, dan Pak Wali Kota, tolong carikan solusi. Jangan sampai kami terbengkalai seperti ini,” katanya.

Baginya, insinerator bukan sekadar mesin, melainkan alat penting untuk menjaga lingkungan dan meredam keresahan warga.

“Sejauh ini sangat efektif. Saya di sini dari nol sampai sekarang. Kami cuma ingin sampah tertangani, warga tidak mengeluh, dan aturan tetap kami patuhi,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

insinerator Motah Baturengat isu lingkungan Bandung Mang Jabri Pengelolaan sampah Bandung pengolahan sampah residu penyegelan insinerator sampah menumpuk Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buktikan BoP Ada Gunanya! MUI Minta Pemerintah Desak Pembebasan Relawan yang Diculik Israel

PMII Jabar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Pembangunan Terlalu Fokus Infrastruktur, Abai Kebutuhan Dasar

Viral Video Menteri Israel Olok-olok Ratusan Aktivis Kemanusiaan Gaza yang Diikat dan Dipaksa Berlutut

Seolah Menyentuh Langsung, Detail Foto Resolusi Tinggi Hajar Aswad Ini Bikin Merinding

Bandung Siap Membiru! Dishub Kepung 8 Titik Amankan Pawai Persib

Ilustrasi PNS.

Resmi! Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026 Cair Juni, Ini Besaran dan Aturan Lengkapnya

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.