Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Rabu, 21 Oktober 2026 17:29 WIB

Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa

Rabu, 21 Oktober 2026 17:03 WIB

Kabar Kim Jong Un Meninggal Heboh, Intelijen Korea Selatan Ungkap Temuan Ini

Rabu, 21 Oktober 2026 17:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos
  • Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa
  • Kabar Kim Jong Un Meninggal Heboh, Intelijen Korea Selatan Ungkap Temuan Ini
  • Persija Kena Sanksi Berat! The Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang
  • Lawan Persib, Presiden Madura United Ajak Suporter Pakai Sarung dan Kopiah
  • Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati
  • Dewa United Gusur Pesaing dan Puncaki Klasemen Super League, Persijap Makin Terpuruk
  • Korban Keracunan MBG di Cirebon Tembus 270 Orang, Sejumlah Sekolah Diliburkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Iswara Sambut Bahagia, Prof Mochtar Kusumaatmadja Diangkat Jadi Pahlawan Nasional 2025

By SusanaSenin, 10 November 2025 18:30 WIB2 Mins Read
Ketua Pemuda Panca Marga Jawa Barat (PPM Jabar), MQ Iswara.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jawa Barat kembali menorehkan kebanggaan nasional. Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan Prof Mochtar Kusumaatmadja sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2025.

Penetapan ini menjadi jawaban dari perjuangan panjang sejumlah tokoh dan organisasi di Jawa Barat.

Ketua Pemuda Panca Marga Jawa Barat (PPM Jabar), MQ Iswara, menyampaikan rasa syukurnya atas penetapan tersebut. Ia menyebut upaya yang dilakukan selama bertahun-tahun akhirnya berbuah hasil manis.

Menurut Iswara, dianugerahkannya gelar Pahlawan Nasional kepada Prof Mochtar Kusumaatmadja dan mantan Presiden HM Soeharto oleh Presiden Prabowo menjadi bukti bahwa perjuangan yang mereka dorong tidak sia-sia.

“Kami bersyukur, karena kami di Jawa Barat termasuk yang terus-terusan mengajukan surat, memohon agar gelar pahlawan untuk Pak Soeharto dan Pak Mochtar Kusumaatmadja,” ujarnya di Bandung, Senin (10/11/2025).

Baca Juga:  MQ Iswara Disiapkan Jadi Pendamping Dedi Mulyadi, Pengamat: Pasangan Realistis

Iswara juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal Kosasih, yang dinilainya memberikan perhatian besar terhadap perjuangan tersebut.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan gelar pahlawan. Begitu juga terima kasih atas dorongan dari Pangdam III/Siliwangi,” kata Wakil Ketua DPRD Jabar itu.

Rencana syukuran pun tengah disiapkan untuk merayakan penetapan Prof Mochtar Kusumaatmadja dan HM Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

“Mungkin kami juga akan melakukan syukuran, karena akhirnya Pak Mochtar ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional,” lanjut Iswara.

Baca Juga:  MQ Iswara Apresiasi Pemprov di Tengah Tekanan Fiskal, APBD Naik Jadi Rp31,4 Triliun

Kontribusi Besar Prof Mochtar Kusumaatmadja

Prof Mochtar Kusumaatmadja telah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional sejak 2022. Tokoh asal Jawa Barat ini dikenal sebagai arsitek hukum laut Indonesia. Ia berada di balik Deklarasi Juanda 1957, yang kemudian menjadi landasan hukum laut Indonesia dan diterima dunia melalui Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Perjuangannya berlangsung selama lebih dari 25 tahun, dari UNCLOS I hingga UNCLOS III hingga akhirnya dunia mengakui konsep negara kepulauan Indonesia pada 10 Desember 1982.

Berkat keberhasilan tersebut, wilayah laut Indonesia bertambah signifikan, dari hanya 12 mil menjadi sekitar 5,4 juta kilometer persegi.

Baca Juga:  Krisis Guru di Jabar Masih Dikaji, MQ Iswara Tunggu Data Valid dan Penataan PPPK

Sebagai bentuk penghargaan sebelumnya, nama Prof Mochtar juga diabadikan sebagai nama jembatan layang di Kota Bandung yang menghubungkan Pasteur–Gasibu.

HM Soeharto: Tokoh Pembangunan Indonesia

Sementara itu, HM Soeharto merupakan Presiden ke-2 Republik Indonesia yang memimpin selama hampir 32 tahun, sejak 27 Maret 1968 hingga 21 Mei 1998.

Ia dikenal luas sebagai Bapak Pembangunan dan Bapak Ketahanan Pangan, salah satunya karena keberhasilan mencapai swasembada beras pada 1984 yang diakui oleh FAO.

Program seperti Revolusi Hijau dan Pembangunan Lima Tahun (Repelita) menjadi fondasi peningkatan produksi pertanian melalui modernisasi, perbaikan irigasi, penyuluhan, serta dukungan langsung kepada petani.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

MQ Iswara
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ingin Tahu Bansos Cair atau Belum? Cek Status PKH dan BPNT Lewat Situs Resmi Kemensos

Begal Berpistol Rampas HP Bocah di Garut, Pelaku Babak Belur Dihajar Massa

Kabar Kim Jong Un Meninggal Heboh, Intelijen Korea Selatan Ungkap Temuan Ini

Modus Ramalan Musibah, Warga Diduga Jadi Korban Hipnotis di Pasar Sayati

program MBG

Korban Keracunan MBG di Cirebon Tembus 270 Orang, Sejumlah Sekolah Diliburkan

kekerasan

Dokter Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak Kandung Ditangkap, Pemulihan Korban Jadi Prioritas

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.