Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib vs The Cong Viettel Segera Digelar, Ini Daftar Harga Tiket di Si Jalak Harupat

Rabu, 7 Oktober 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya

Rabu, 7 Oktober 2026 03:00 WIB

Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang

Rabu, 7 Oktober 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs The Cong Viettel Segera Digelar, Ini Daftar Harga Tiket di Si Jalak Harupat
  • Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya
  • Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang
  • Pesona Tersembunyi Tanah Sunda: 7 Surga Wisata Subang Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC
  • Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi
  • Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda
  • Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Krisis Guru, Pengajar Terpaksa Memegang Mata Pelajaran di Luar Keahlian

By Aga GustianaSenin, 10 Agustus 2026 16:28 WIB4 Mins Read
Ilustrasi guru. Foto: Freepik.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sektor pendidikan di Jawa Barat tengah diuji oleh ketimpangan pasokan tenaga pengajar untuk jenjang SMA dan SMK. Berdasarkan pemetaan terbaru, daerah ini mengalami defisit hingga 4.600 tenaga pendidik. Angka tersebut diperkirakan bakal terus membengkak lantaran tingginya tingkat pensiun pegawai saban tahunnya.

Guna mencegah munculnya kekosongan aktivitas belajar-mengajar di kelas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus mengambil langkah tanggap darurat di tengah keterbatasan kewenangan rekrutmen.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa Pemprov Jabar tidak memiliki kewenangan mandiri untuk mengangkat pegawai baru. Regulasi dan kuota penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) berada penuh di bawah kendali pemerintah pusat.

“Kalau kekurangan guru kita itu kan nggak bisa, kebijakannya nggak bisa dari kita gitu ya. Kita setiap berkenaan dengan kepegawaian kan berkenaan dengan kebijakan dari pemerintah pusat,” kata Purwanto saat diwawancarai, Senin (10/8/2026).

“Jadi ya kita memang guru kurang. Itu mencapai 4.600-an kan kurangnya ini,” sambungnya.

Kondisi aturan saat ini membatasi pemda untuk melakukan pengadaan pegawai secara independen seperti di masa lalu. Praktis, pemenuhan formasi hanya bisa bergantung pada keputusan pusat.

“Ya rekrutmen kan dari pusat. Kita nggak rekrut, rekrutmennya kan nggak kayak dulu lagi. Jadi kita kalau misalnya sekarang merekrut ya nunggu bagaimana pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Larang PR, Minta Pembelajaran Diselesaikan di Sekolah

Pemberdayaan Pendidik yang Ada

Sembari menanti sinyal rekrutmen dari pusat, Disdik Jabar fokus memberdayakan seluruh staf pengajar yang ada di lapangan. Purwanto menekankan bahwa hak siswa mendapatkan pendidikan tidak boleh terganggu oleh kendala administratif kuota guru.

Seluruh elemen pengajar—mulai dari status PNS, PPPK, PPPK paruh waktu, hingga tenaga honorer yang tersisa—bakal dimaksimalkan perannya.

“Ya kita kan bagaimana layanan pembelajaran di sekolah harus tetap berjalan. Kita optimalkan guru-guru yang sudah ada ya, yang PNS, yang P3K, yang P3K paruh waktu atau yang statusnya belum paruh waktu juga kan masih ada tuh yang honorer. Nah kita tentu akan mengoptimalkan mereka,” katanya.

Langkah pengoptimalan ini direalisasikan dengan memaksimalkan durasi mengajar. Setiap pengajar dibebani target jam mengajar dari batas minimum 24 jam hingga 36 jam pelajaran sepekan, bahkan bisa lebih sesuai kondisi sekolah.

“Jam mengajarnya ini juga kan dari kementerian ada lagi. Jadi kalau kita sih minimal 24 jam, maksimal di angka di 36 jam pelajaran, bahkan ada yang lebih. Kan itu memang mungkin terasa berat gitu,” ujarnya.

Dampak dari defisit ini juga memicu penugasan guru di luar keahlian liniernya. Kasus tenaga pengajar yang memegang mata pelajaran berbeda dari latar belakang pendidikannya menjadi hal yang tak terelakkan di lapangan.

Baca Juga:  Jejak Panjang Resbob: Dari Sensasi Murahan hingga Ucapan SARA yang Memicu Amarah Publik

“Ya dari dulu juga banyak. Dari dulu udah kayak gitu kan ada guru Bahasa Indonesia misalnya ngajar PKN, ada. Kekurangan jam mengajar mereka kan,” katanya.

Pelibatan Perguruan Tinggi

Guna menutup celah kekurangan tenaga pengajar, Disdik Jabar menggandeng sektor akademis melalui program kemitraan bersama sejumlah perguruan tinggi.

Skema yang dirancang adalah mengintegrasikan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa program kependidikan langsung ke dalam sistem pembelajaran di sekolah-sekolah yang kekurangan staf.

“Nah kita kemudian akan mengoptimalkan sumber daya yang bisa kita manfaatkan. Perguruan tinggi kan banyak di kita. Nah kita udah kerjasama sama UPI, kita punya sekolah mereka punya calon guru, kemudian kita optimalkan mereka PKL-nya terintegrasi dengan bagaimana pemberian layanan pembelajaran kepada anak-anak kita,” tuturnya.

Inisiatif kolaborasi ini diproyeksikan menjangkau berbagai kampus di seluruh wilayah Jawa Barat, disesuaikan dengan zonasi daerah masing-masing.

“Nanti bukan hanya dengan UPI saja, nanti untuk wilayah Priangan misalnya kan ada Unsil (Universitas Siliwangi) ya, untuk Karawang daerah Karawang sana ada Unsika (Universitas Karawang) gitu, kemudian banyak IAIN mungkin kan bisa juga dan perguruan tinggi lainnya,” katanya.

Meski demikian, penyaluran mahasiswa PKL ini diakui Purwanto sekadar bantalan sementara sebelum ada solusi permanen dari pemerintah pusat.

Baca Juga:  Delapan Organisasi Sekolah Gugat Dedi Mulyadi ke PTUN Soal Kebijakan Rombel

“Iya, iya nunggu pemerintah pusat regulasinya seperti apa,” ujarnya.

Angka Defisit yang Terus Meningkat

Purwanto menambahkan, estimasi kekurangan 4.600 pengajar tersebut bukanlah angka statis. Grafik kebutuhan guru terus bergerak naik seiring banyaknya staf senior yang memasuki usia purna bakti.

“Itu kan dinamis terus karena kan sekarang misalnya 4.600, besok udah ada yang pensiun lagi. Yang pensiunnya masif,” katanya.

Masalah keterbatasan tenaga pendidik ini diakui menjadi tantangan nasional yang dihadapi hampir di seluruh penjuru daerah. “Iya di semua provinsi, kabupaten, kota sama,” ucapnya.

Untuk menjaga mutu pendidikan di tengah keterbatasan ini, Disdik Jabar menginstruksikan para kepala sekolah agar rutin memetakan kondisi internal serta meningkatkan kualitas SDM yang ada lewat pelatihan mandiri.

“Ya ada dua pola. Setiap sekolah, kepala sekolah itu kan mempunyai kemampuan untuk menganalisis self assessment ya gitu jadi evaluasi diri sekolah itu harus dilakukan oleh setiap kepala sekolah sehingga sekolahnya kekurangan apa sih nih dari aspek raport pendidikan misalnya,” katanya.

Melalui identifikasi kebutuhan tersebut, sekolah diharapkan dapat secara mandiri menggelar program penguatan kapasitas bagi para guru.

“Maka dia harus melakukan peningkatan kompetensi, latihan, IHT (In-House Training), pengembangan belajar melalui IHT-IHT di tingkat satuan pendidikan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

guru jawa barat pendidikan Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

kekerasan

Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.