Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

JPO dan PJU di Jalan Soekarno-Hatta Segera Dikoordinasikan Pemkot Bandung

Rabu, 2 September 2026 15:38 WIB

Bongkar Pasang Gedung Sate di Dua Era Gubernur: Rancang Bangun Ridwan Kamil vs Dedi Mulyadi, Mana yang Lebih Diterima Warga?

Rabu, 2 September 2026 13:51 WIB

Lampu Hijau dari Kepolisian, Super Big Match Persija vs Persib Resmi Manggung di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 12:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • JPO dan PJU di Jalan Soekarno-Hatta Segera Dikoordinasikan Pemkot Bandung
  • Bongkar Pasang Gedung Sate di Dua Era Gubernur: Rancang Bangun Ridwan Kamil vs Dedi Mulyadi, Mana yang Lebih Diterima Warga?
  • Lampu Hijau dari Kepolisian, Super Big Match Persija vs Persib Resmi Manggung di Jakarta
  • Peta Kekuatan Tiga Raksasa Asia Penantang Persib Bandung di Grup E ACL Two 2026/2027
  • Bansos September 2026 Cair? 6 Bantuan Ini Wajib Dicek, Ada Beras hingga KIP Kuliah
  • DPKP Bandung Minta Warga Laporkan Penebangan dan Pembakaran Pohon Ilegal
  • Ranking Liga Indonesia Terjun ke Posisi 20, Persib dan Dewa United Jadi Penyebabnya?
  • Mayat Wanita dalam Kardus Gegerkan Bandung, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Palembang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 2 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kompensasi Lebaran Angkot Bermasalah, Pengamat Soroti Pentingnya Pendataan Rinci

By SusanaJumat, 4 April 2025 20:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi angkot. (mediabogor).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meliburkan para sopir angkutan kota (angkot) selama libur Lebaran 2025 kini menuai sorotan.

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemprov Jabar menjanjikan kompensasi sebesar Rp1,5 juta kepada setiap sopir angkot. Rinciannya, Rp1 juta diberikan dalam bentuk tunai, dan sisanya berupa paket sembako senilai Rp500 ribu.

Namun, di lapangan, sejumlah sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, mengaku hanya menerima Rp800 ribu. Kondisi ini sontak memicu kekecewaan di kalangan para sopir yang merasa tidak mendapatkan hak secara utuh.

Menanggapi polemik ini, pengamat kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) FISIP, Kristian Widya Wicaksono, menyampaikan bahwa persoalan ini perlu segera diklarifikasi oleh pemerintah daerah. Jika terbukti ada pemotongan dana secara sengaja, maka tindakan tegas harus segera diambil.

Baca Juga:  Sindiran Tajam Aura Cinta, Diduga Kembali Ditujukan ke Dedi Mulyadi

“Terkait kompensasi yang baru diterima sejumlah Rp. 800rb dari yang dijanjikan Rp. 1,5jt menurut saya masih perlu klarifikasi yang lebih jelas dengan perangkat daerah terkait. Tentunya jika terjadi ketidaksesuaian yang dilakukan secara sengaja maka kita sama-sama sangat menyesalkannya dan meminta inspektorat daerah segera melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap oknum2 terkait,” ujar Kristian saat dihubungi pada Jumat (4/4/2025).

Ia menambahkan, kebijakan ini memiliki niat positif dalam mengurai kemacetan saat Lebaran. Namun, kelemahannya terletak pada ketidaksiapan data dan informasi yang akurat dalam pelaksanaannya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bakal Sewa Auditor Internasional untuk Audit BUMD

Data Belum Akurat, Kompensasi Bisa Tidak Tepat Sasaran

Kristian juga menyoroti pentingnya pendataan yang lebih rinci terkait siapa yang berhak menerima kompensasi.

Ia menjelaskan bahwa penerima bantuan adalah supir angkot, bukan pemilik kendaraan. Selain itu, satu unit angkot bisa saja dikemudikan oleh beberapa orang secara bergantian.

“Detail seperti ini harus diperhatikan agar pemberian kompensasi tepat sasaran. Tanpa data yang akurat, program seperti ini berisiko tinggi menimbulkan masalah,” jelasnya.

Lebih jauh, Kristian mempertanyakan asumsi bahwa angkot adalah penyebab utama kemacetan di Jabar selama musim mudik. Menurutnya, volume kendaraan pribadi justru bisa menjadi faktor yang lebih dominan dalam menyebabkan kemacetan.

Baca Juga:  Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Jabar Luncurkan E-Budgeting Desa dan E-Voting Pilkades

“Perlu ada riset mendalam. Bisa jadi bukan angkot yang menyebabkan kemacetan, tapi kendaraan pribadi. Ditambah lagi, kapasitas jalan yang terbatas juga menjadi masalah tersendiri,” imbuhnya.

Solusi Jangka Panjang Dibutuhkan

Kristian menekankan, solusi jangka panjang hanya bisa dicapai jika pemerintah benar-benar menggali akar persoalan, bukan hanya merespons gejala permukaannya.

“Jangan hanya terjebak melihat gejala masalahnya saja sebab penyelesaian terhadap gejala masalah hanya akan berlaku temporer. Penyelesaian pada akar masalah yang akan membawa dampak terhadap penyelesaian masalah. Dan jelas ini butuh pendalaman masalah yang komprehensif, riset yang intensif, dan keputusan yang tidak terburu-buru,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

JPO dan PJU di Jalan Soekarno-Hatta Segera Dikoordinasikan Pemkot Bandung

Bongkar Pasang Gedung Sate di Dua Era Gubernur: Rancang Bangun Ridwan Kamil vs Dedi Mulyadi, Mana yang Lebih Diterima Warga?

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos September 2026 Cair? 6 Bantuan Ini Wajib Dicek, Ada Beras hingga KIP Kuliah

DPKP Bandung Minta Warga Laporkan Penebangan dan Pembakaran Pohon Ilegal

Mayat Wanita dalam Kardus Gegerkan Bandung, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Palembang

Jarang Ada! Berawal dari Utas Arie Kriting, Rekam Jejak Gubernur Ini Akhirnya Terbongkar

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.