Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

DI LUAR NALAR! Limbah Daun Nanas dari Bogor Disulap Jadi Karya Mewah, Laras Bikin Australia Bertekuk Lutut

Minggu, 16 Agustus 2026 09:27 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 Agustus 2026: 1 Gram Tembus Rp2,78 Juta

Minggu, 16 Agustus 2026 08:05 WIB

Menang Telak 3-0! Persib Tampil Menggila Lawan Sabah FC di Dewata Challenge Series

Minggu, 16 Agustus 2026 07:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • DI LUAR NALAR! Limbah Daun Nanas dari Bogor Disulap Jadi Karya Mewah, Laras Bikin Australia Bertekuk Lutut
  • Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 Agustus 2026: 1 Gram Tembus Rp2,78 Juta
  • Menang Telak 3-0! Persib Tampil Menggila Lawan Sabah FC di Dewata Challenge Series
  • Daftar Kode Redeem Free Fire 16 Agustus 2026: Dapatkan Skin Senjata & Bundle Gratis Hari Ini
  • Kesempatan Klaim Hadiah Digital! Simak Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Hari Ini 16 Agustus 2026
  • Spesial Akhir Pekan! Buruan Klaim Kode Redeem FF 16 Agustus 2026 Sebelum Kuota Keburu Kehabisan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
  • Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kritik Gerakan Sapoe Sarebu, PPP Jabar: Terlalu Dipaksakan atas Nama Solidaritas

By SusanaMinggu, 5 Oktober 2025 19:08 WIB2 Mins Read
Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) yang baru saja diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menuai tanggapan dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Zaini Shofari, yang menilai program tersebut terlalu dipaksakan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Menurut Zaini, gerakan solidaritas yang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, dan masyarakat umum untuk menyisihkan uang Rp1.000 per hari itu tampak seperti program yang dijalankan tanpa kajian mendalam.

“Kalau ASN pasti akan ikut apa kata atasannya. Tapi kalau diberlakukan di sekolah, itu bisa jadi masalah. Karena di sekolah, semua bentuk pungutan sudah dilarang. Ini malah seperti dilegalkan atas nama solidaritas,” ujarnya.

Kritik atas Inkonsistensi Kebijakan

Zaini juga menilai ide Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu tidak sejalan dengan kebijakan sebelumnya. Ia mencontohkan larangan masyarakat untuk menarik sumbangan di jalan demi pembangunan masjid, sementara solusi konkret dari pemerintah tidak kunjung diberikan.

“Sekarang untuk pesantren saja hibahnya nol. Jadi gerakan ini terkesan menutupi ketidakmampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat sudah memiliki kontribusi besar melalui berbagai bentuk pajak. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika kesetiakawanan sosial kembali dibebankan kepada warga.

“Jangan karena banyak masyarakat mengadu ke Lembur Pakuan, lalu digeneralisasi menjadi gerakan solidaritas seperti ini,” kata Zaini.

Latar Belakang Peluncuran

Diketahui, Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) resmi diluncurkan pada Kamis lalu, bersamaan dengan pertemuan Gubernur Jawa Barat dan jajaran ASN.

Program ini diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tertanggal 1 Oktober 2025, yang mengimbau seluruh ASN, pelajar, dan masyarakat menyisihkan Rp1.000 per hari untuk tujuan kesetiakawanan sosial.

Namun hingga kini, wacana tersebut masih menuai pro dan kontra, terutama dari kalangan legislatif yang menilai program itu perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan kesan pemaksaan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gerakan rereongan sapoe sarebu kebijakan gubernur jabar poe ibu jabar solidaritas asn jabar zaini shofari ppp
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

DI LUAR NALAR! Limbah Daun Nanas dari Bogor Disulap Jadi Karya Mewah, Laras Bikin Australia Bertekuk Lutut

Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana

Merinding! Ramalan Tirta Siregar Terbukti Lagi? di Balik Gempa Dahsyat NTT hingga Potensi Tsunami

gempa

Update Gempa M 7,7 NTT: 14 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia, BMKG Ingatkan Gempa Susulan

Terkuat di Balik Mediasi Kasus Penjahit Bali? Alasan Arya Wedakarna Mati-matian Gertak Hilda Pakai UU ITE!

Tembus 1 Juta Jam Kerja Tanpa Kecelakaan, Proyek PLTP Patuha Unit 2 Cetak Rekor Penting!

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.