bukamata.id – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, kebiasaan doom scrolling atau menggulir layar tanpa henti mulai menjadi perhatian serius di kalangan remaja. Aktivitas ini sering membuat pengguna menghabiskan waktu berjam-jam tanpa sadar, hanya untuk melihat berbagai konten yang belum tentu bermanfaat.
Melihat kondisi tersebut, Sadar Nalar Media (SENARA) hadir membawa pendekatan baru melalui kegiatan edukatif bertajuk SCOLER (From Scrolling to Creating) di SMA Cipta Mandiri, Selasa (19/5/2026). Program ini mengajak siswa untuk tidak hanya menjadi penikmat konten, tetapi juga beralih menjadi kreator yang produktif dan positif.
Dari Penonton Jadi Kreator Konten
Sebanyak 65 siswa kelas 10 dan 11 ikut dalam kegiatan ini. Mereka diajak memahami bagaimana cara kerja media sosial, sekaligus belajar mengubah kebiasaan scrolling pasif menjadi aktivitas yang lebih bermanfaat.
Menurut panitia, tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong siswa agar lebih sadar dalam menggunakan media sosial, sekaligus membangun kemampuan kreatif di era digital.
Belajar Literasi Digital dengan Cara Menyenangkan
Dalam sesi utama, hadir Syifa Khairani Wilson, seorang content creator edukatif sekaligus alumni Oxford International Exchange Program 2025. Ia membawakan materi bertema “Scroll Less, Create More” dengan cara yang ringan dan mudah dipahami siswa.
Syifa menjelaskan bahwa media sosial bekerja dengan algoritma yang dapat membuat pengguna terus terpaku pada layar. Tanpa disadari, hal ini bisa memengaruhi emosi, pola pikir, hingga kesehatan mental remaja.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua informasi di media sosial bisa dipercaya begitu saja.
“Informasi yang cepat dan terus mengalir membuat kita sering sulit membedakan mana fakta, opini, atau hoaks,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak siswa untuk mulai memanfaatkan media sosial secara lebih bijak dengan menjadi kreator konten.
“Kalau kita bisa membuat konten yang bermanfaat, kita juga bisa mengarahkan algoritma untuk hal yang positif,” tambahnya.
Praktik Langsung: Bikin Video 1 Menit
Tidak hanya teori, siswa juga langsung diajak praktik membuat konten digital. Mereka dibagi ke dalam sembilan kelompok untuk membuat video edukasi berdurasi satu menit dengan format vertikal seperti di TikTok atau Instagram Reels.
Setiap kelompok diminta membuat konten dengan struktur sederhana: pembuka yang menarik (hook), isi pesan, dan ajakan (call to action). Tema yang diangkat pun harus positif, kreatif, dan bebas dari unsur negatif.
Suasana kegiatan berlangsung seru dan penuh antusias. Banyak siswa yang baru pertama kali mencoba membuat konten video secara terstruktur.
Salah satu peserta, Salma, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini.
“Saya jadi tahu kalau bikin konten itu ada caranya, tidak asal buat saja. Sekarang jadi lebih percaya diri juga saat tampil di depan kamera,” ujarnya.
Peserta lain, Putri, juga merasakan hal yang sama meski sempat mengalami kendala saat proses editing video.
Sekolah Apresiasi Kegiatan Edukatif Ini
Pihak sekolah SMA Cipta Mandiri menyambut baik kegiatan SCOLER ini. Menurut guru pendamping, kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa di era digital saat ini.
Edukasi media tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu siswa lebih bijak dalam menggunakan gadget.
“Sekarang anak-anak tidak hanya memakai HP untuk hiburan, tapi juga untuk hal yang lebih bermanfaat,” ungkap salah satu guru.
Dorongan Jadi Agen Perubahan Digital
Melalui kegiatan ini, SENARA berharap para siswa dapat menjadi generasi yang lebih sadar digital. Tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menciptakan konten yang bermanfaat dan menginspirasi banyak orang.
Dengan pendekatan yang ringan dan praktis, kegiatan SCOLER diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi siswa untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak terjebak dalam kebiasaan doom scrolling.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










