Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 06:00 WIB

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Layanan Kesehatan Harus Optimal, Pemprov Jabar Tawarkan Solusi Ambil Alih RS Kabupaten

By SusanaRabu, 6 Agustus 2025 15:35 WIB2 Mins Read
Sekda Jabar
Sekda Jabar, Herman Suryatman. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka kemungkinan untuk mengambil alih pengelolaan rumah sakit (RS) daerah di Indramayu dan Tasikmalaya. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan warga mengenai buruknya layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Sekda Jabar, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, merupakan kewajiban negara.

“Salah satu tugas utama pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat, termasuk pelayanan kesehatan yang cepat, ringkas, tidak berbelit-belit, murah, dan berkualitas,” ujar Herman di Bandung, Rabu (6/8/2025).

Menurutnya, selama ini pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus tetap dijaga. Namun, apabila kabupaten/kota tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal karena keterbatasan SDM, anggaran, atau sarana prasarana, maka Pemprov Jabar siap mengambil alih dengan prosedur yang sesuai aturan.

Baca Juga:  Jelang PSU Tasikmalaya, Sekda Jabar Pastikan Tak Ada Kendala Berarti

“Kalau rumah sakit milik kabupaten/kota tidak bisa optimal karena keterbatasan, kita bisa bangun kesepahaman. Jika perlu diambil alih, tentu harus sesuai dengan kaidah-kaidah pemerintahan. Yang penting rakyat tetap jadi orientasi utama,” ungkapnya.

RSUD Welas Asih Jadi Contoh

Herman juga menyinggung RSUD Welas Asih yang kini dikelola langsung oleh Pemprov Jabar sebagai contoh rumah sakit daerah dengan layanan terbaik.

Rumah sakit ini merupakan transformasi dari RS Al Ihsan dan kini menjadi salah satu RS berprestasi di Jawa Barat bahkan di tingkat nasional.

Baca Juga:  Peran Dharma Wanita Jadi Kunci Sukses Jabar Menuju Indonesia Emas 2045

“RSUD Welas Asih telah mengantongi akreditasi tertinggi serta meraih predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) dari KemenPAN-RB. Banyak rumah sakit lain belum meraih predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi), tapi RSUD Welas Asih sudah WBBM,” jelas Herman.

Ia menambahkan, akreditasi tersebut mencerminkan tata kelola yang baik dan pelayanan publik yang profesional, serta menjadi standar bagi rumah sakit lain di Jawa Barat.

Siap Kerja Sama dan MoU

Lebih lanjut, Herman menegaskan bahwa pengalihan pengelolaan rumah sakit ke provinsi bukan untuk mengambil alih kewenangan, melainkan demi memastikan rakyat mendapatkan layanan terbaik.

Baca Juga:  Tepis Hoaks APBD Anjlok, Sekda Jabar: Kami Fokus Jaga Kualitas Belanja Daerah

“Bisa melalui MoU, kerja sama, dan bentuk kolaborasi lain selama mengikuti peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Menurut data, jumlah penduduk Jawa Barat saat ini mencapai 50,4 juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, layanan kesehatan harus ditingkatkan agar merata dan adil di seluruh wilayah.

“Bagi kami, siapapun penyelenggaranya, pemerintah kabupaten, kota, provinsi, atau pusat yang utama adalah rakyat. Jangan sampai rakyat dikorbankan hanya karena tarik menarik kewenangan,” tutup Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suryatman
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.