Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Statistik Top Skor Piala Dunia 2026: Dominasi Mbappé-Messi dan Ancaman Duo Inggris

Senin, 13 Juli 2026 20:28 WIB

Empat Raksasa Berebut Tiket Final! Ini Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026

Senin, 13 Juli 2026 20:20 WIB

Misteri Kepergian Kepala SPPG Rancamulya 2, Ini 5 Fakta Penting yang Terungkap

Senin, 13 Juli 2026 20:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Statistik Top Skor Piala Dunia 2026: Dominasi Mbappé-Messi dan Ancaman Duo Inggris
  • Empat Raksasa Berebut Tiket Final! Ini Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026
  • Misteri Kepergian Kepala SPPG Rancamulya 2, Ini 5 Fakta Penting yang Terungkap
  • Viral Aksi Pemindahan Makam di KBB: Jasad 40 Tahun Masih Utuh, Keluarga Bawa Pakai Motor
  • Teka-teki Masa Depan Frans Putros di Persib: Igor Tolic Beri Sinyal Ini
  • Kesan Pertama Luka Menalo di Bandung: Dari Cuaca Sempurna hingga Target Juara
  • Update Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Juli 2026: Cek Faktanya di Sini
  • Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Layanan Kesehatan Harus Optimal, Pemprov Jabar Tawarkan Solusi Ambil Alih RS Kabupaten

By SusanaRabu, 6 Agustus 2025 15:35 WIB2 Mins Read
Sekda Jabar
Sekda Jabar, Herman Suryatman. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka kemungkinan untuk mengambil alih pengelolaan rumah sakit (RS) daerah di Indramayu dan Tasikmalaya. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan warga mengenai buruknya layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Sekda Jabar, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, merupakan kewajiban negara.

“Salah satu tugas utama pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat, termasuk pelayanan kesehatan yang cepat, ringkas, tidak berbelit-belit, murah, dan berkualitas,” ujar Herman di Bandung, Rabu (6/8/2025).

Menurutnya, selama ini pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus tetap dijaga. Namun, apabila kabupaten/kota tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal karena keterbatasan SDM, anggaran, atau sarana prasarana, maka Pemprov Jabar siap mengambil alih dengan prosedur yang sesuai aturan.

Baca Juga:  Sekda Herman: SPBE Harus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Kalau rumah sakit milik kabupaten/kota tidak bisa optimal karena keterbatasan, kita bisa bangun kesepahaman. Jika perlu diambil alih, tentu harus sesuai dengan kaidah-kaidah pemerintahan. Yang penting rakyat tetap jadi orientasi utama,” ungkapnya.

RSUD Welas Asih Jadi Contoh

Herman juga menyinggung RSUD Welas Asih yang kini dikelola langsung oleh Pemprov Jabar sebagai contoh rumah sakit daerah dengan layanan terbaik.

Baca Juga:  15.000 Perempuan Jabar Resmi Diwisuda, Jadi Agen Perubahan di Tengah Keluarga dan Masyarakat

Rumah sakit ini merupakan transformasi dari RS Al Ihsan dan kini menjadi salah satu RS berprestasi di Jawa Barat bahkan di tingkat nasional.

“RSUD Welas Asih telah mengantongi akreditasi tertinggi serta meraih predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) dari KemenPAN-RB. Banyak rumah sakit lain belum meraih predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi), tapi RSUD Welas Asih sudah WBBM,” jelas Herman.

Ia menambahkan, akreditasi tersebut mencerminkan tata kelola yang baik dan pelayanan publik yang profesional, serta menjadi standar bagi rumah sakit lain di Jawa Barat.

Siap Kerja Sama dan MoU

Baca Juga:  Sekda Jabar: Reformasi Birokrasi Harus Hadir Demi Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Lebih lanjut, Herman menegaskan bahwa pengalihan pengelolaan rumah sakit ke provinsi bukan untuk mengambil alih kewenangan, melainkan demi memastikan rakyat mendapatkan layanan terbaik.

“Bisa melalui MoU, kerja sama, dan bentuk kolaborasi lain selama mengikuti peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Menurut data, jumlah penduduk Jawa Barat saat ini mencapai 50,4 juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, layanan kesehatan harus ditingkatkan agar merata dan adil di seluruh wilayah.

“Bagi kami, siapapun penyelenggaranya, pemerintah kabupaten, kota, provinsi, atau pusat yang utama adalah rakyat. Jangan sampai rakyat dikorbankan hanya karena tarik menarik kewenangan,” tutup Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suryatman layanan kesehatan pengelolaan rumah sakit RS Kabupaten Jawa Barat rumah sakit Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kepergian Kepala SPPG Rancamulya 2, Ini 5 Fakta Penting yang Terungkap

Viral Aksi Pemindahan Makam di KBB: Jasad 40 Tahun Masih Utuh, Keluarga Bawa Pakai Motor

Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya

Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.