Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Unggahan Celana Dalam Berwarna Merah Putih, Warganet Indonesia Geram

Kamis, 8 Oktober 2026 15:13 WIB

Taisei Marukawa Ungkap Proses Naturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 15:07 WIB

Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan

Kamis, 8 Oktober 2026 15:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Unggahan Celana Dalam Berwarna Merah Putih, Warganet Indonesia Geram
  • Taisei Marukawa Ungkap Proses Naturalisasi Demi Bela Timnas Indonesia
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Lapak Dibongkar, Buku Dijual Kiloan: Nasib Bagja di Tengah Penertiban PKL Cihapit
  • Manuver Politik Dedi Mulyadi: Diisukan Merapat ke PSI dan Skenario Duet Maut dengan Gibran di 2029
  • Jalur Langit Paling Nyata! Sisi Lain Kemenangan Bersejarah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Marc Klok Pasang Target Tinggi, Persib Ingin Bawa Dominasi Indonesia ke Asia
  • Serbu! 15 Titik Lokasi Nobar Persib vs Port FC di Bandung Malam Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 8 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Manuver Politik Dedi Mulyadi: Diisukan Merapat ke PSI dan Skenario Duet Maut dengan Gibran di 2029

By Aga GustianaKamis, 8 Oktober 2026 14:34 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peta perpolitikan Tanah Air kembali bergejolak menyusul rumor kepindahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Walaupun sang tokoh telah menepis kabar tersebut dan menegaskan posisinya di jajaran dewan pembina, spekulasi liar mengenai arah koalisi menuju bursa Pemilihan Presiden 2029 terus bergulir panas.

Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, memandang potensi migrasi politik mantan Bupati Purwakarta itu sebagai sebuah langkah strategis yang masuk akal secara matematis kekuasaan. Mengingat tingkat keterpilihan serta kepopuleran figur berinisial KDM tersebut berada di tren positif, ruang manuvernya di Partai Gerindra dinilai cukup padat karena bersaing langsung dengan bayang-bayang Ketua Umum Prabowo Subianto.

“Masuk ke PSI saya kira pilihan yang rasional. Di PSI sendiri belum ada tokoh yang populer. Jika Dedi Mulyadi bergabung, beliau akan menjadi tokoh paling sentral di partai tersebut,” ujar Dedi Kurnia Syah.

Lebih lanjut, perpindahan gerbong politik bukanlah lembaran baru bagi politisi berdarah Sunda ini. Riwayat kariernya yang pernah dibesarkan Partai Golkar menunjukkan keluwesan langkah dalam merajut strategi jangka panjang demi mengamankan panggung kepemimpinan nasional.

Baca Juga:  Honor Ribuan Tenaga Honorer Sekolah di Jabar Tertahan, Dedi Mulyadi Tunggu Kejelasan Pusat

Peluang Duet Dedi Mulyadi dan Gibran Rakabuming Raka

Sorotan paling tajam dari isu kepindahan ini adalah terbukanya jalan tol atau karpet merah bagi wacana penyatuan kekuatan antara Dedi Mulyadi dan Gibran Rakabuming Raka. Menyatukan kedua tokoh besar ini di bawah payung Partai Gerindra diprediksi menemui jalan terjal akibat gesekan kepentingan elite internal. Namun, skenario tersebut berubah menjadi opsi yang sangat rasional jika mereka bertumpu pada kendaraan politik PSI.

Baca Juga:  Urus 900 Siswa Bermasalah di Barak Militer, Pemprov Jabar Sedot APBD Rp6 Miliar

“Termasuk juga kalau dia mau dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka via PSI, itu lebih masuk akal. Tinggal apakah memungkinkan PSI lolos dan punya tiket untuk mengusung kandidat di Pilpres nanti,” jelasnya.

Baca Juga:  Rafael Sitomorang Dukung Instruksi KDM Soal Transparansi Anggaran di Media Sosial

Kendati pasangan KDM-Gibran dinilai memiliki daya pikat elektoral yang kuat di mata pemilih, para pengamat mengingatkan agar publik tetap realistis. Wacana besar ini masih harus melalui ujian berat, mulai dari dinamika ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), kepastian produk undang-undang pemilu terbaru, hingga kompromi tingkat tinggi antarelite partai koalisi.

Terlepas dari hiruk-pikuk intrik perebutan pengaruh kekuasaan elite nasional, berbagai manuver dan perpindahan dukungan ini diharapkan tetap bermuara pada satu tujuan utama: komitmen nyata para pemimpin dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat luas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gibran Rakabuming Raka Pilpres 2029 PSI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan

Lapak Dibongkar, Buku Dijual Kiloan: Nasib Bagja di Tengah Penertiban PKL Cihapit

Siswi SMAN 5 Cimahi Hilang Sejak Sabtu, Ibu Syok Uang di Rumah Ikut Raib

Gagal Curi Motor di Asrama Mahasiswa Bandung, Pelaku Diduga Tembakkan Airsoft Gun

Bandung Bakal Punya Sentra Wisata Kuliner di Tiap Kecamatan, PKL Dapat Ruang Dagang

Anggaran Belum Siap, Pilkades Serentak 2026 di Cianjur Terpaksa Diundur

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.