Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali

Rabu, 23 September 2026 12:47 WIB

Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

Rabu, 23 September 2026 12:22 WIB

10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel

Rabu, 23 September 2026 12:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali
  • Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung
  • 10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel
  • Sumber Air Menyusut Drastis hingga Ratusan Lahan Terbakar, Bupati Bandung Keluarkan Instruksi Darurat Hadapi Kemarau
  • Ngeri! Bentrokan Berdarah Diduga Ormas di Sukalarang Sukabumi, Polisi Turun Tangan
  • Kenali Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A: IDAI Jabar Ungkap Tiga Tanda Emas yang Wajib Dipantau Orang Tua
  • DOKTER SE-TENANG INI DILECEHKAN?! Pelaku Ketikan Jahat ke dr. Gia Pratama Panik Dikejar Hukum!
  • Bukan Main! Usia 6 Tahun, Atlet Cilik Asal Cirebon Ini Sukses Sabet Juara 1 Dunia Pushbike di Thailand
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Miss Pakistan 2025 Roma Riaz Dihujat karena Warna Kulit, Responsnya Bikin Geger

By Aga GustianaRabu, 12 November 2025 07:16 WIB5 Mins Read
Miss Pakistan 2025 Roma Riaz.
Miss Pakistan 2025 Roma Riaz. (Foto: Instagram @romariaz_official)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemilihan Roma Riaz sebagai Miss Universe Pakistan 2025 menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan di dunia maya. Sosoknya mendadak mencuri perhatian setelah tampil di panggung Miss Universe 2025 yang diselenggarakan di Thailand. Namun, kehadirannya bukan hanya menandai keberhasilan pribadi, melainkan juga memunculkan diskusi panjang soal makna kecantikan, identitas, dan keberagaman di Asia Selatan.

Bagi sebagian orang, Roma bukanlah gambaran klasik “wanita Pakistan” sebagaimana yang sering muncul di media. Warna kulitnya yang lebih gelap, tubuh yang tidak mengikuti standar model arus utama, serta latar belakangnya yang tumbuh di luar negeri membuat sebagian publik mempertanyakan representasinya. Namun, bagi Roma sendiri, itulah letak kekuatan dan keunikan yang ingin ia tunjukkan kepada dunia.

Akar dan Identitas yang Berlapis

Roma Riaz lahir dari keluarga Kristen Punjabi Pakistan dan dibesarkan di Inggris. Latar belakang ganda ini membentuk pandangan hidupnya yang terbuka terhadap perbedaan. Dalam berbagai wawancara, Roma kerap menegaskan bahwa dirinya bangga menjadi bagian dari diaspora Pakistan dan ingin memperlihatkan bahwa identitas bangsa tidak bisa diukur dari warna kulit atau tempat seseorang dibesarkan.

“Menjadi Miss Universe Pakistan bukan hanya tentang mahkota, tapi tentang menunjukkan siapa kita sebenarnya, tanpa harus menyesuaikan diri dengan ekspektasi lama,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Khaleej Times.

Roma membawa misi besar: melawan bias warna kulit dan memperluas definisi kecantikan yang sering kali sempit di Asia Selatan. Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut masih kerap mengaitkan kecantikan dengan kulit cerah, hidung mancung, dan tubuh langsing — pandangan yang diwarisi dari sejarah kolonialisme dan standar media Barat.

Ketika Kecantikan Diukur dari Warna Kulit

Pakistan dikenal sebagai negara dengan keragaman etnis luar biasa — mulai dari Punjabi, Pashtun, Sindhi, hingga Baloch. Warna kulit penduduknya pun beragam, dari terang hingga gelap. Namun, dalam budaya populer, sosok perempuan berkulit cerah masih sering dianggap sebagai representasi utama kecantikan.

Kondisi ini membuat banyak perempuan di sana merasa harus “memutihkan diri” agar diterima. Iklan produk pencerah kulit masih mendominasi televisi dan media sosial. Dalam konteks itu, kemenangan Roma Riaz menjadi tamparan bagi paradigma lama yang menilai kecantikan dari warna kulit semata.

Namun, keberaniannya tidak datang tanpa konsekuensi. Di media sosial, komentar pedas bermunculan. Beberapa pengguna menulis bahwa Roma “terlalu gelap”, “tidak cukup ramping”, bahkan “tidak mencerminkan perempuan Pakistan sejati.” Komentar-komentar semacam itu menyingkap betapa kuatnya standar kecantikan tradisional yang masih bertahan.

Roma memilih untuk menanggapinya dengan tenang. “Ajang ini bukan sekadar kontes kecantikan. Ini adalah ruang untuk menantang persepsi yang sudah terlalu lama mengekang perempuan.” katanya penuh keyakinan.

Suara untuk Perempuan yang Tak Terwakili

Roma tidak hanya ingin dikenal sebagai pemenang kontes, tapi juga sebagai simbol perlawanan terhadap penyeragaman kecantikan. Ia menyadari bahwa banyak perempuan di Pakistan — dan Asia Selatan pada umumnya — yang tumbuh dengan rasa minder karena tidak sesuai dengan gambaran ideal media.

“Saya berdiri di atas panggung ini untuk semua perempuan yang pernah merasa tidak cukup cantik hanya karena warna kulitnya berbeda, atau bentuk tubuhnya tidak sesuai standar,” ujarnya dengan mata berbinar.

Bagi Roma, kecantikan sejati muncul dari rasa percaya diri dan keberanian untuk menerima diri apa adanya. Ia berharap pengalamannya bisa menjadi inspirasi agar generasi muda, terutama perempuan, tidak lagi menilai diri berdasarkan ukuran fisik semata.

Antara Kritik dan Dukungan

Meski banyak suara sinis yang beredar, tidak sedikit pula yang memberikan dukungan hangat. Sejumlah netizen menyebut keberanian Roma sebagai angin segar di tengah dunia yang masih terobsesi pada kesempurnaan visual.

Salah satu komentar yang viral berbunyi, “Mengapa sulit bagi orang untuk memahami bahwa kecantikan tidak punya warna? Di Inggris ada banyak orang berkulit cerah, dan di Pakistan pun ada yang berkulit gelap. Keduanya sama-sama indah.”

Komentar lain menambahkan, “Kulit putih bukan ukuran kecantikan. Orang terlalu sibuk menilai warna kulit, padahal kepribadian dan empati jauh lebih penting.”

Gelombang dukungan ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang di kalangan masyarakat muda Pakistan yang mulai berani menolak standar kecantikan lama. Mereka melihat Roma sebagai simbol inklusivitas — seseorang yang menunjukkan bahwa keindahan hadir dalam banyak bentuk, bukan hanya satu citra yang dianggap ideal.

Keindahan Sebagai Representasi Keberagaman

Bagi Roma Riaz, kemenangan di ajang Miss Universe Pakistan bukan sekadar prestasi personal, melainkan kesempatan untuk mengubah narasi tentang perempuan Pakistan di mata dunia. Ia ingin menunjukkan bahwa negaranya memiliki wajah yang beragam, mulai dari bahasa, budaya, hingga warna kulit.

“Pakistan memiliki begitu banyak cerita dan warna. Saya ingin semua perempuan, dari latar apa pun, merasa berhak untuk tampil dan dihargai,” ujarnya penuh semangat.

Kehadirannya di panggung internasional menjadi cermin bagi banyak orang: bahwa kecantikan tidak bisa didefinisikan secara tunggal. Bahwa seorang perempuan bisa berkulit gelap, bertubuh berbeda, dan tetap memancarkan keanggunan serta kekuatan.

Penutup: Lebih dari Sekadar Mahkota

Kontes kecantikan mungkin masih sering dipandang sekadar ajang glamour dan kompetisi fisik. Namun, kisah Roma Riaz memberi makna lain. Ia menjadikan mahkota bukan sebagai simbol kesempurnaan, tetapi sebagai alat untuk berbicara tentang penerimaan diri, keberagaman, dan keberanian menantang stigma.

Dengan segala kritik yang diterimanya, Roma justru menunjukkan keteguhan luar biasa. Ia mengajarkan bahwa kecantikan sejati lahir dari keyakinan untuk tetap menjadi diri sendiri di tengah dunia yang gemar menilai dari penampilan luar. Dan mungkin, dari sana, dunia mulai memahami bahwa menjadi cantik tidak harus seragam — cukup menjadi nyata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kenali Perbedaan Flu Biasa dan Influenza A: IDAI Jabar Ungkap Tiga Tanda Emas yang Wajib Dipantau Orang Tua

DOKTER SE-TENANG INI DILECEHKAN?! Pelaku Ketikan Jahat ke dr. Gia Pratama Panik Dikejar Hukum!

Bukan Main! Usia 6 Tahun, Atlet Cilik Asal Cirebon Ini Sukses Sabet Juara 1 Dunia Pushbike di Thailand

Salah satu wisata dekat Stasiun Padalarang adalah Wahoo Waterworld.

Mau Main Air di Bandung? Ini 4 Waterboom dengan Wahana Seru untuk Anak dan Dewasa

8 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kuningan untuk Liburan Keluarga

Menjelajah Cita Rasa Sunda: Deretan Kuliner Legendaris Khas Kuningan yang Wajib Dicicipi

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.