bukamata.id – Penyelidikan atas penemuan mayat pria misterius dengan kondisi terikat dan terbungkus karung di kolong jembatan Tol Bocimi Kilometer 69, Desa Ciambar, Kabupaten Sukabumi, menemui tantangan besar. Aparat kepolisian mengakui proses identifikasi tersendat akibat kondisi jasad yang sudah rusak parah.
Jajaran Satreskrim Polres Sukabumi mengungkapkan bahwa pembusukan yang terjadi pada sekujur tubuh korban membuat petugas kesulitan mengenali ciri-ciri fisik secara mendetail. Bahkan, bagian wajah korban dilaporkan telah mengalami kerusakan hingga menyerupai tengkorak.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, menjelaskan bahwa kerusakan parah tersebut membuat proses pelacakan data kependudukan melalui pemindaian sidik jari belum membuahkan hasil.
“Mencari identitaslah kesulitannya. Kondisi sudah pembusukan, sebagian sudah jadi tengkorak. Wajah sudah tidak terlihat bentuk wajah, terus sidik jari sudah melepuh,” ujar Dudi, Rabu (30/9/2026).
Meski demikian, penyidik saat ini mengandalkan petunjuk visual berupa atribut pakaian yang masih menempel pada tubuh korban guna mempermudah proses pelacakan identitas.
“Petunjuk paling terlihat sekarang hanya menggunakan kaos warna putih bergambar barong bertuliskan Bali, dan celana training hitam berlis kuning,” ungkapnya.
Nihil Tanda Khusus, Tunggu Hasil Autopsi Forensik
Lebih lanjut, Dudi menyebutkan bahwa petugas tidak menemukan ciri fisik menonjol lain pada jasad korban. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda pengenal, tato, maupun aksesoris perhiasan yang dapat menjadi petunjuk tambahan.
“Tanda di badan juga enggak ada. Tato, cincin, kalung dan lain sebagainya enggak ada yang melekat,” jelas Dudi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memberikan estimasi umur korban maupun perkiraan waktu kematiannya. Kepastian medis terkait penyebab kematian serta profil korban masih menunggu keluarnya hasil autopsi menyeluruh dari tim dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
“Usia belum, nanti setelah hasil autopsi keluar biar pasti. Kita nunggu hasil autopsi,” ucapnya.
Diduga Sengaja Dibuang dari Atas Jalan Tol
Terkait modus operandi pelaku, pihak kepolisian menduga kuat bahwa korban dibuang dari atas lajur tol. Posisi penemuan jasad yang berada tepat di bawah kolong jembatan dengan ketinggian mencapai sekitar tujuh meter memperkuat indikasi tersebut.
“Kemungkinan besarnya seperti itulah. Itu di pinggir tol di bawah, ketinggian 7 meter itu,” pungkas Dudi.
Menyusul kendala identifikasi ini, Polres Sukabumi mengimbau seluruh masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri mengenakan kaos Barong Bali agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau langsung mendatangi Satreskrim Polres Sukabumi guna membantu pengungkapan kasus ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










