Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN

Kamis, 16 Juli 2026 11:02 WIB

Polemik Infrastruktur Persib: Prestasi Juara yang Belum Dibarengi Fasilitas Ideal

Kamis, 16 Juli 2026 11:00 WIB

Cek Harga Emas 16 Juli 2026: Antam dan UBS Kompak Naik Rp21 Ribu

Kamis, 16 Juli 2026 10:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Polemik Infrastruktur Persib: Prestasi Juara yang Belum Dibarengi Fasilitas Ideal
  • Cek Harga Emas 16 Juli 2026: Antam dan UBS Kompak Naik Rp21 Ribu
  • Kepanasan Dicecar Pertanyaan, Bupati Gowa Husniah Pilih Walk Out Ketimbang Klarifikasi?
  • Dilema SPP Jabar vs MBG: Ketika Program Unggulan Dedi Mulyadi Berbenturan dengan Prioritas Prabowo
  • Lionel Messi Jadi Penentu, Argentina Pulangkan Inggris Lewat Laga Dramatis 2-1
  • Bansos Rp Jutaan Siap Dicairkan! Ini Cara Cek Apakah NIK KTP Kamu Terdaftar sebagai Penerima PKH BPNT
  • Gedung Pensil Bandung, Bangunan 108 Tahun yang Masih Berdiri Kokoh dan Jadi Ikon Kota Kembang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 16 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengangguran Jabar Tinggi! DPRD Desak Pemerintah Lakukan Terobosan Besar

By SusanaKamis, 20 November 2025 16:11 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi V DPRD Jabar M Lillah Sahrul Mubarok menyoroti tingginya pengangguran dan angka PHK di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat M Lillah Sahrul Mubarok menyoroti tingginya angka pengangguran di Jawa Barat, termasuk fakta bahwa Jabar menjadi provinsi dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tertinggi secara nasional.

Dalam keterangannya di Kota Bandung, Kamis (20/11/2025), ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap tingginya jumlah penduduk disertai angka pengangguran yang masih besar.

“Saya prihatin dan khawatir jumlah penduduk Jawa Barat besar, penganggurannya pun tinggi. Tapi ada potensi pengangguran yang jauh lebih besar karena mungkin ada yang belum tercatat,” ujar M Lillah Sahrul Mubarok.

Perlu Kebijakan Berbasis Data untuk Stabilitas Ketenagakerjaan

Baca Juga:  Di Balik Megah Aspal Jabar: Menakar Paradox Kepuasan Publik dan Bayang-bayang Kemiskinan

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kebijakan yang akurat dan berbasis data. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai harus mampu menjaga stabilitas ketenagakerjaan melalui strategi jangka panjang agar angka pengangguran tidak terus meningkat.

Salah satu langkah penting adalah fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), mulai dari pembaruan kurikulum pendidikan hingga revitalisasi balai latihan kerja yang menyesuaikan kebutuhan industri masa kini.

Baca Juga:  Di Balik Megah Aspal Jabar: Menakar Paradox Kepuasan Publik dan Bayang-bayang Kemiskinan

“Kolaborasi dengan industri pun menjadi salah satu solusi tepat. Di Subang akan dibuka pabrik, ini kesempatan bagus untuk memperkuat kemitraan dengan industri,” ungkapnya.

Dukungan untuk UMKM dan Ekonomi Lokal

Selain kerja sama dengan industri, M Lillah Sahrul Mubarok menilai bahwa penguatan sektor ekonomi lokal dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi pengangguran.

Pemerintah perlu memberi dukungan berupa insentif, pelatihan, serta akses permodalan yang mudah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan dan berkembang di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Baca Juga:  Pengangguran di Jawa Barat Masih Tinggi, Tercatat BPS 1,77 Juta Orang

Program MBG Dinilai Berpotensi Serap Tenaga Kerja

Ia juga menyoroti potensi penyerapan tenaga kerja melalui banyaknya dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, fasilitas tersebut bisa dimaksimalkan untuk menurunkan angka pengangguran apabila dikelola dengan tepat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

angka PHK Jabar kebijakan ketenagakerjaan Jabar M Lillah Sahrul Mubarok pengangguran Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN

Kepanasan Dicecar Pertanyaan, Bupati Gowa Husniah Pilih Walk Out Ketimbang Klarifikasi?

Dilema SPP Jabar vs MBG: Ketika Program Unggulan Dedi Mulyadi Berbenturan dengan Prioritas Prabowo

Bansos

Bansos Rp Jutaan Siap Dicairkan! Ini Cara Cek Apakah NIK KTP Kamu Terdaftar sebagai Penerima PKH BPNT

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Cair 20 Juli 2026, Siap-siap! Ada Penerima Baru dan KPM yang Dicoret

Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.