Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Senin, 19 Oktober 2026 13:19 WIB

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Senin, 19 Oktober 2026 13:02 WIB

Menang Tipis atas Persik, Persib Hanya Berjarak 2 Poin dari Puncak Klasemen

Senin, 19 Oktober 2026 12:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan
  • Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat
  • Menang Tipis atas Persik, Persib Hanya Berjarak 2 Poin dari Puncak Klasemen
  • Dari ‘Si Euweuh Kacape’ Hingga ‘Iron Man’, Eliano Reijnders Makin Vital bagi Persib Bandung
  • Kisah Pilu Remaja Tasikmalaya, Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung Usai Ditinggal Ibu
  • Miris! Dua Anak Diduga Gunting Alat Kelamin Balita 3 Tahun di Karawang
  • Tebus Luka Asian Games, Fajar/Fikri Akhirnya Juara Denmark Open
  • Rahasia di Balik Bra Rp800 Miliar yang Dikenakan Kylie Jenner: Tanpa Kain, Dililit Emas 18 Karat!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

By Aga GustianaSenin, 19 Oktober 2026 13:19 WIB3 Mins Read
Ilustrasi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Maraknya keberadaan penagih utang jalanan atau biasa dinamai “mata elang” (matel) kian meresahkan para pengguna jalan di Sukabumi. Titik-titik seperti Jalan Lingkar Selatan, kawasan Cibolang, hingga area pusat perbelanjaan menjadi tempat yang kerap dikeluhkan warga karena kerap terjadi aksi penghadangan kendaraan.

Tindakan intimidatif tersebut tidak hanya menyasar penunggak angsuran, melainkan juga pemilik kendaraan yang pembayaran cicilannya sudah rampung.

Pengalaman buruk dialami oleh Wildan (32), seorang warga asal Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Ia mengaku sempat dikepung oleh empat orang pria tak dikenal ketika memarkirkan sepeda motor Honda Beat miliknya di kawasan Jalan Harun Kabir.

Empat orang tersebut langsung menginspeksi plat nomor kendaraannya dengan tuduhan menunggak cicilan bulanan.

“Itu saya dicegat oleh empat orang saat parkir di Jalan Harun Kabir. Mereka cek-cek nomor dengan alasan nunggak,” ujar Wildan, Senin (19/10/2026).

Baca Juga:  Pesta Kuliner Jawa Barat 2025, Obati Kerinduan Akan Makanan Legandaris

Padahal, sepeda motor Beat yang ia kendarai sudah lama lunas sejak tiga tahun silam, dan dokumen BPKB resminya tersimpan aman di rumah.

“Motor saya itu Beat sudah lunas, BPKB ada di rumah. Tetap saja mereka ngotot, hingga akhirnya sempat adu mulut,” katanya.

Wildan menegaskan kekesalannya atas perlakuan semena-mena tersebut. Menurutnya, aksi cegat dan periksaan asal-asalan di ruang publik sangat mengganggu kenyamanan publik.

“Jelas saya geram. Ini sudah menyalahi. Kita berharap aparat juga menindak tegas,” katanya.

Keluhan senada diutarakan oleh Deni (42). Ia dihentikan paksa oleh sekelompok orang yang diduga matel saat melintas di jalur Cibolang menuju Mangkalaya.

Agak berbeda dari kasus Wildan, Deni mengakui bahwa pembayaran cicilan sepeda motornya memang sempat tertunda sekitar satu hingga dua bulan. Motor yang telah ia angsur selama kurang lebih dua tahun itu sempat terkendala pembayarannya lantaran faktor ekonomi, namun hal itu sudah ia komunikasikan dengan collector resmi yang biasa mendatangi kediamannya.

Baca Juga:  Lisa Mariana Siap Jalani Tes DNA, Polemik dengan Ridwan Kamil Memanas

“Saya telat itu satu bulan ke dua bulan. Sudah ngobrol sama penagihnya karena sudah tahu kalau ada setoran itu kadang saya bayar untuk dua bulan lebih awal. Kadang terlambat kalau belum ada buat setor, karena kondisi ekonomi,” ucapnya.

Sangat disayangkan, ketika berkendara di Cibolang, ia malah dicegat di tengah jalan dan diperlakukan bak seorang kriminal hanya karena kendala keterlambatan angsuran.

“Itu dihentikan saat saya mau ke arah Mangkalaya. Seolah-olah saya diposisikan penjahat,” tuturnya.

Percekcokan pun tak terelakkan di lokasi kejadian. Deni sempat mencoba mengklarifikasi situasi dengan mempertemukan pihak matel dan petugas penagih resmi via telepon. Namun, upaya tersebut sia-sia karena kendaraannya tetap ditahan dan ia diperas untuk menyerahkan sejumlah uang tebusan.

Baca Juga:  Refleksi Akhir Tahun, Korps Alumni KNPI Jabar Siap Sinergi Bersama Pemerintah

“Sempat padugeng-dugeng (adu mulut atau berargumentasi). Nelponlah ke penagih setoran untuk menjelaskan duduk perkara motor. Tetap ditahan, mereka minta tebusan,” ucapnya.

Permintaan uang tebusan tersebut menyentuh angka sekitar Rp1 juta, padahal angsuran rutin per bulannya berada di kisaran Rp437 ribu.

“Mereka minta tebusan sesuai angsuran. Satu jutaanlah, angsuran saya per bulan Rp437 ribu,” katanya.

Enggan memperpanjang masalah yang berisiko memicu perkelahian fisik, Deni akhirnya menuruti kemauan mereka meski merasa dirugikan.

“Itu saya kasih 200 ribu, baru lah motor saya bisa ke ambil lagi,” cetusnya.

Masyarakat kini menaruh harapan besar pada ketegasan aparat kepolisian untuk segera menertibkan praktik penagihan liar di jalan raya sebelum memakan lebih banyak korban.

“Harus ditindak. Mungkin ini bukan terjadi sama saya, yang lain juga banyak korban,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat mata elang matel Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Pelecehan Seksual

Kisah Pilu Remaja Tasikmalaya, Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung Usai Ditinggal Ibu

Miris! Dua Anak Diduga Gunting Alat Kelamin Balita 3 Tahun di Karawang

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Digerebek, Produksi Ditaksir 256 Juta Butir

ASN

Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Etika ASN Usai Kasus Asusila

Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.