Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Kamis, 29 Oktober 2026 19:51 WIB

Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League

Kamis, 29 Oktober 2026 18:29 WIB

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

Kamis, 29 Oktober 2026 18:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
  • Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh
  • PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam
  • Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya
  • Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Super Flu Subclade K: Penjelasan Singkat dan Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai

By Aga GustianaSelasa, 30 Desember 2025 15:02 WIB3 Mins Read
Ilustrasi virus Influenza. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Istilah Super Flu kembali mencuat setelah ilmuwan menemukan varian baru yang kini banyak mendominasi kasus flu di beberapa negara. Varian tersebut dikenal sebagai Subclade K, dan kehadirannya mulai terlihat di Inggris, Jepang, hingga sebagian wilayah Amerika Serikat.

Penamaan Super Flu muncul dari kemampuan penyebarannya yang terbilang agresif dibandingkan varian flu yang selama ini dikenal masyarakat.

Asal-Usul Super Flu Subclade K

Para peneliti melacak bahwa Super Flu Subclade K merupakan bentuk mutasi lanjutan dari virus Influenza A (H3N2)—jenis flu musiman yang sudah beredar sejak puluhan tahun lalu.

Amesh A. Adalja, M.D., peneliti dari Johns Hopkins Center for Health Security, menyebut Subclade K pertama kali terdeteksi pada Juni 2025, dan sejak saat itu jumlah kasus yang terkait mutasi ini meningkat dengan cepat.

Baca Juga:  Manfaat Berhubungan Intim untuk Kesehatan, Salah Satunya Redakan Sakit Kepala

Adalja menjelaskan, musim flu terbaru banyak dipengaruhi oleh strain H3N2 yang berbeda dari komponen vaksin yang digunakan, sehingga peluang seseorang terserang flu cenderung lebih tinggi walau sudah menerima vaksin musiman.

Senada dengan itu, Thomas Russo, M.D., ahli penyakit infeksi dari University at Buffalo, menambahkan bahwa beberapa perubahan genetik pada Subclade K diduga membuat virus ini lebih mudah berpindah dari satu orang ke orang lain, sehingga jumlah infeksi meningkat.

Seperti Apa Gejala Super Flu?

Mereka yang terpapar Super Flu biasanya tidak langsung merasakan keluhan. Indikasi awal sering muncul setelah tiga hingga empat hari.
Beberapa tanda yang paling sering dilaporkan:

  • batuk yang menetap
  • rasa perih pada tenggorokan
  • hidung meler atau tersumbat
  • tubuh pegal atau sakit otot
  • sakit kepala
  • cepat lelah
Baca Juga:  Sekda Herman Arahkan 59 RSUD di Jabar untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Keluhan tersebut dapat dialami siapa pun, namun lansia, orang dengan daya tahan tubuh rendah, dan individu yang tidak aktif secara fisik disebut lebih rentan mengalami kondisi yang lebih berat akibat infeksi flu ini.

Mengurangi Risiko Tertular Super Flu

Para pakar kesehatan menyebut vaksin influenza musiman masih penting untuk membantu menekan dampak serius jika seseorang terinfeksi Super Flu Subclade K, meski tingkat perlindungannya tidak mutlak.

Baca Juga:  Batas Aman Minum Kopi dalam Sehari Menurut Pakar Kesehatan

Russo mengungkapkan bahwa penerima vaksin cenderung memiliki peluang lebih rendah mengalami perawatan intensif apabila jatuh sakit.

Selain itu, penggunaan masker di ruang dalam yang padat dipandang sebagai salah satu upaya tambahan yang dapat memperkecil kemungkinan penularan.

Jika seseorang merasakan gejala, para dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan flu maupun COVID-19, karena keduanya memiliki tanda awal yang sangat mirip, sementara penanganannya bisa berbeda tergantung diagnosis.

Penutup

Super Flu Subclade K masih terus dipantau oleh peneliti di berbagai belahan dunia. Meski sifat dan penyebarannya semakin dipahami, para ilmuwan menilai observasi lanjutan tetap diperlukan untuk melihat bagaimana mutasi ini berkembang pada musim-musim flu berikutnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kesehatan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF

Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.