Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!

Rabu, 4 November 2026 13:53 WIB

6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Rabu, 4 November 2026 12:56 WIB

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Rabu, 4 November 2026 12:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!
  • 6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
  • 3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tanda Bencana hingga Kompetisi Kelompok, Ini 3 Penyebab Monyet Berkeliaran di Kota Bandung

By Putri Mutia RahmanJumat, 1 Maret 2024 13:25 WIB2 Mins Read
Monyet berkeliaran dikawasan Sekeloa Kota Bandung. (Instagram/@official_bukamata)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kurator Museum Zoologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), Ganjar Cahyadi, S.Si., paparkan penyebab monyet ekor panjang berkeliaran ke pemukiman warga di Kota Bandung pada Rabu (28/2/2024).

Ganjar mengatakan, ada 3 kemungkinan penyebab monyet turun ke pemukiman warga di Kota Bandung, salah satunya merasakan tanda bahaya atau bencana.

“Pertama, kelompok monyet tersebut merasakan ada tanda bahaya dari alam sehingga menjauh dari habitatnya,” ujarnya, Kamis (29/2/2024).

Ia melanjutkan, primata memiliki insting kuat, sehingga mereka tahu kapan terjadinya bencana. Bahkan biasanya jarak waktu bencana dan perpindahan monyet relatif cepat.

“Biasanya bencana tidak akan terlalu lama (dari kepergian mereka dari habitatnya). Namun, jika tidak ada kejadian bencana, penyebabnya mungkin hal lain,” katanya.

Penyebab kedua, sumber daya makanan menipis, Ganjar menyebut hewan ini mencari makan ke tempat lain karena habitatnya yang mungkin kekurangan makanan.

Sedangkan penyebab ketiga ganjar mengatakan, kemungkinan adanya kompetisi dengan kelompok monyet lainnya karena hewan ini membentuk kelompok-kelompok.

“Biasanya satu jantan mengetuai satu kelompok. Apabila penyebabnya adalah kompetisi antar kelompok, satu kelompok yang kalah akan menghindari kawasan sebelumnya,” ucapnya.

Hal tersebut dapat terjadi karena monyet ekor panjang memiliki tingkat kemampuan adaptasi yang lebih tinggi daripada primata lainnya. Oleh karena itu, pergerakannya cenderung bebas hingga ke area permukiman.

“Bisa jadi kawasan perkotaan itu dianggap ‘kosong’ atau tidak dikuasai oleh kelompok lain,” tuturnya.

Ganjar memastikan, kelompok monyet tersebut akan kembali ke habitat aslinya jika hewan tersebut tidak menemukan kondisi ideal untuk tinggal di perkotaan.

“Karena secara alami mereka tinggalnya di sana, tidak di sini (pemukiman warga),” katanya.

Namun, hingga saat ini Ganjar menegaskan belum ada penyebab pasti atas kejadian ini. Dan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat yang menangani kasus tersebut saat ini tengah dilakukan pengecekan.

Ganjar juga menghimbau masyarakat untuk tidak mengganggu, menyudutkan, atau memberi makan mereka, agar hewan tersebut tidak mengalami perubahan perilaku yang mengancam manusia.

“Jika diberi makanan, monyet bisa jadi tidak takut lagi kepada manusia. Bahkan sebaliknya meminta-minta makanan hingga pergeseran perilaku seperti ‘mencuri’. Misalnya, ketika ada warga yang membawa tentengan, mereka mengejar karena mengira itu makanan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.