Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027

Senin, 19 Oktober 2026 16:11 WIB

Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!

Senin, 19 Oktober 2026 15:57 WIB

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Senin, 19 Oktober 2026 15:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027
  • Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!
  • Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak
  • Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada
  • Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif
  • Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru
  • Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan
  • Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif

By SusanaSenin, 19 Oktober 2026 15:31 WIB5 Mins Read
Alun-alun Bandung. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dugaan praktik getok tarif parkir di kawasan Alun-alun Bandung kembali menjadi sorotan setelah seorang warganet mengeluhkan biaya parkir sepeda motor yang mencapai Rp15.000. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial Threads dan memancing warga lain untuk membagikan pengalaman serupa.

Unggahan akun Threads @adeliarmdt pada Minggu, 18 Oktober 2026, itu menyoroti tarif parkir yang dinilai tidak wajar. Pemilik akun mengaku harus menghadapi permintaan pembayaran Rp15.000 untuk memarkirkan sepeda motor di sekitar salah satu kawasan wisata populer di Kota Bandung tersebut.

Keluhan itu tidak hanya berkaitan dengan besarnya biaya yang harus dibayar, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan penataan parkir di kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan tersebut.

Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku sudah menyampaikan bahwa dirinya merupakan warga lokal. Ia bahkan menawarkan pembayaran sebesar Rp10.000, meskipun merasa keberatan dengan tarif yang diminta.

Namun, tawaran tersebut disebut tidak diterima oleh juru parkir yang bersangkutan. Menurut pemilik akun, juru parkir beralasan harus memenuhi kewajiban setoran.

“Muak banget tukang parkir di Bandung, gila banget getok 15k buat parkir motor di sekitar Alun-alun Bandung,” tulis akun @adeliarmdt.

Ia kemudian menceritakan respons yang diterimanya ketika mencoba membayar dengan nominal lebih rendah.

“Udah bilang juga orang sini dan gue bayar 10k meskipun terpaksa, malah dijawab ‘aduh teh kumaha saya setoran kalo gitu’,” lanjutnya.

Baca Juga:  Kebakaran Hebat, Kios Sepatu di Cibaduyut Dilalap Si Jago Merah

Pemilik akun menilai tarif tersebut berlebihan jika dibandingkan dengan biaya parkir di lokasi yang menggunakan sistem parkir berportal. Ia pun meminta pihak berwenang menata kembali pengelolaan parkir agar kejadian serupa tidak membuat masyarakat maupun wisatawan enggan berkunjung ke Bandung.

“Ya terus? Parkir berportal aja gak sampe segitu pak pak, tolong dong ditata lagi perparkiran itu, bikin orang-orang jadi males liburan ke Bandung yang ada,” tutupnya.

Warganet Lain Mengaku Pernah Diminta Rp25 Ribu untuk Parkir Mobil

Keluhan mengenai tarif parkir di sekitar Alun-alun Bandung tersebut mendapat respons dari pengguna Threads lainnya. Sejumlah warganet mengaku pernah mengalami kejadian serupa, termasuk ketika memarkirkan mobil dalam waktu singkat.

Salah satu pengalaman dibagikan akun @erdyanisyifa. Ia mengaku pernah diminta membayar Rp25.000 untuk parkir mobil, meskipun durasi parkirnya tidak lama.

Menurut pengakuannya, pembayaran diminta oleh juru parkir sejak awal. Namun, ketika hendak meninggalkan lokasi, ia mengaku tidak melihat juru parkir tersebut berada di tempat untuk membantu atau memandu kendaraan keluar.

Merasa keberatan dengan tarif yang diminta, pengguna tersebut mengaku menyampaikan protes dan akhirnya hanya membayar Rp5.000.

“Aku juga pernah kak digetok parkir mobil 25rb, terus gue ngomel-ngomel dah tuh ke kang parkirnya, kasih aja 5rb, orang parkir bentaran doang juga terus minta di awal, pas mau balik kagak ada tuh dia marikirin,” tulis akun tersebut.

Baca Juga:  Ikut Donor Darah, Bentuk Aksi Nyata dari Kang Arfi untuk Kota Bandung

Pengalaman itu menambah panjang percakapan mengenai tarif parkir di kawasan pusat kota Bandung. Meski demikian, cerita yang beredar di media sosial tersebut merupakan pengakuan masing-masing pengguna dan belum menjadi konfirmasi resmi mengenai praktik parkir di seluruh kawasan Alun-alun Bandung.

Alun-alun dan Braga Jadi Kawasan yang Dikeluhkan Warganet

Selain membagikan pengalaman mengenai tarif parkir, sejumlah warganet mengungkapkan keengganan mereka untuk memarkirkan kendaraan di luar area parkir resmi ketika berkunjung ke pusat Kota Bandung.

Kawasan Alun-alun Bandung dan Braga menjadi dua lokasi yang disebut dalam percakapan tersebut. Kedua kawasan ini dikenal sebagai tujuan masyarakat untuk berjalan-jalan, menikmati wisata perkotaan, hingga berburu kuliner.

Salah seorang warganet bahkan mengaku lebih memilih menghindari kawasan tersebut karena persoalan parkir.

“Gak tau kenapa paling males ke daerah alun-alun sama Braga,” tulis seorang pengguna Threads.

Warganet lainnya menyarankan agar pengunjung memilih tempat parkir di dalam area berportal untuk menghindari ketidakjelasan tarif.

“Makanya suka males parkir di luar tuh mending di dalem sekalian ketedukan parkir paling 1.500-2.000 per jam,” ungkap warganet lainnya.

Komentar-komentar tersebut memperlihatkan bahwa persoalan parkir bukan hanya menyangkut nominal pembayaran. Kepastian tarif, kejelasan pengelolaan, serta keberadaan petugas yang membantu pengguna kendaraan juga menjadi perhatian masyarakat.

Penataan Parkir Jadi Sorotan, Pengawasan Tarif Perlu Diperjelas

Baca Juga:  Dongkrak Market Share KPR Non Subsidi, BTN Resmikan Sales Center Baru di Bandung

Keluhan yang ramai di media sosial ini menjadi pengingat pentingnya penataan parkir di kawasan wisata perkotaan. Alun-alun Bandung merupakan salah satu ruang publik yang kerap menjadi tujuan warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Pengelolaan parkir yang tertib dan transparan diperlukan agar pengunjung memperoleh informasi mengenai tarif sebelum memarkirkan kendaraan. Kejelasan identitas petugas, bukti pembayaran, serta mekanisme pengaduan juga dapat membantu masyarakat ketika menemukan biaya yang dinilai tidak sesuai.

Di sisi lain, keluhan warganet tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh instansi berwenang untuk memastikan lokasi kejadian, status juru parkir, serta ketentuan tarif yang berlaku. Belum ada keterangan resmi dalam bahan informasi ini mengenai hasil pemeriksaan ataupun tanggapan pemerintah terkait dugaan pungutan tersebut.

Bagi pengunjung, memilih lokasi parkir resmi dan menanyakan tarif sebelum meninggalkan kendaraan dapat menjadi langkah untuk menghindari kesalahpahaman. Apabila menemukan dugaan tarif tidak wajar, masyarakat dapat menyimpan bukti pembayaran atau dokumentasi kejadian dan menyampaikannya melalui saluran pengaduan resmi.

Ramainya keluhan ini menunjukkan bahwa kenyamanan wisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga oleh pengalaman pengunjung sejak tiba hingga meninggalkan lokasi. Penataan parkir yang lebih tertib diharapkan dapat menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung citra Bandung sebagai kota tujuan wisata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Alun-alun Bandung Braga Kota Bandung parkir Bandung tarif parkir viral Threads wisata bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada

Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Pelecehan Seksual

Kisah Pilu Remaja Tasikmalaya, Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung Usai Ditinggal Ibu

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.