Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027

Senin, 19 Oktober 2026 16:11 WIB

Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!

Senin, 19 Oktober 2026 15:57 WIB

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Senin, 19 Oktober 2026 15:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Hadapi Jadwal Padat, Ini Jadwal Pekan Keenam Super League 2026/2027
  • Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Persib Bandung: Hati Saya Biru!
  • Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak
  • Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada
  • Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif
  • Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru
  • Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan
  • Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Khawatir Asap Karhutla Sampai Jabar, Kelompok Rentan Dihimbau Waspada

By Mulki AlbarSenin, 19 Oktober 2026 15:37 WIB3 Mins Read
Kualitas udara Bandung Raya. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan, mewaspadai kualitas udara di wilayah Bandung Raya. Imbauan ini disampaikan menyusul kekhawatiran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatera dan Kalimantan terbawa angin ke Jawa Barat.

Farhan mengatakan, kekhawatiran tersebut sempat muncul beberapa hari sebelumnya, terutama sejak Sabtu, ketika arah angin dikhawatirkan membawa asap karhutla menuju wilayah Jawa Barat.

Meski demikian, ia menyebut Kota Bandung belum menunjukkan indikasi terdampak langsung oleh asap karhutla. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari BMKG, arah angin juga telah berubah.

“Kota Bandung memang sekarang ini tidak menunjukkan indikasi terganggu langsung oleh asap karhutla. Bahkan BMKG mengatakan bahwa angin sudah berganti arah,” ujar Farhan saat ditemui di Antapani, Senin (19/10/2026).

Baca Juga:  Lebih dari Sekadar Slogan: Muhammad Farhan Dorong Pancasila Jadi Fondasi Nyata Pembangunan Bandung

Kendati demikian, Farhan mengingatkan bahwa kualitas udara di kawasan Cekungan Bandung masih menjadi perhatian. Pada sejumlah titik dan waktu tertentu, kualitas udara bahkan tercatat berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Untuk memantau kondisi tersebut, Pemerintah Kota Bandung melakukan pengukuran melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggunakan EQMS Dashboard dan Air Quality Dashboard. Dari lima titik pemantauan, kualitas udara Kota Bandung secara rata-rata berada dalam kategori sedang.

“Secara rata-rata, hari ini dalam keadaan sedang. Sedang itu artinya, walaupun alhamdulillah tidak dinyatakan tidak sehat, tetapi bukan berarti kita tidak waspada,” kata Farhan.

Selain pemantauan tersebut, Pemkot Bandung turut menjadikan data IQAir sebagai pembanding. Farhan menyebut hasil pengukuran IQAir menunjukkan angka 110, yang menurutnya menggunakan parameter dan metode berbeda dari pengukuran DLH.

Baca Juga:  Masuk Taman Tegalega Masih Berbayar Rp2.000, Farhan Kaji Opsi Gratis untuk Warga

“Kalau kita tadi pakai angka 65, ini 110, parameternya berbeda, metodenya berbeda. Kita gunakan dua-duanya sebagai patokan agar ada saling kontrol dengan polutan utama PM2.5. Jadi, dinyatakan tidak sehat bagi kelompok sensitif,” ucapnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemkot Bandung bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan tengah melakukan asesmen terhadap kelompok masyarakat dan siswa yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara.

Farhan mencontohkan warga dengan riwayat asma dan bronkitis sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, ia menyebut masih terdapat ribuan penderita tuberkulosis (TBC) di Kota Bandung yang juga menjadi pertimbangan dalam upaya mitigasi risiko kesehatan.

Baca Juga:  Langkah Baru Wali Kota Bandung: Siswa Wajib Aktif Bergerak 3 Kali Sepekan

“Contohnya asma, bronkitis, dan kita ketahui bahwa di Kota Bandung itu masih ada ribuan penderita TB. Nah, itu sebabnya kami sedang melakukan asesmen, kemudian melakukan mitigasi risiko terhadap terjadinya pemburukan kualitas udara,” ujarnya.

Farhan mengimbau kelompok rentan, termasuk penderita asma, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan TBC, untuk tetap menggunakan masker sebagai langkah perlindungan saat kualitas udara memburuk.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga menyiapkan fasilitas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan apabila terjadi kondisi darurat akibat penurunan kualitas udara.

“Mempersiapkan semua rumah sakit dan klinik, serta puskesmas, semua fasilitas kesehatan, memastikan agar bisa memberikan layanan apabila terjadi kedaruratan,” katanya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asap karhutla kebakaran hutan dan lahan Kualitas Udara Bandung Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pinjaman Rp3,4 T Ditolak Pusat, Pemprov Jabar Harus Putar Otak

Viral Parkir Alun-alun Bandung Rp15 Ribu, Warganet Keluhkan Dugaan Getok Tarif

Dulu Tidur di Kolong Jembatan, Kini Ditakuti Jendral! Kisah Akhir Kamaruddin Simanjuntak yang Bikin Haru

Resah Aksi Matel di Sukabumi: Motor Lunas Dicegat, Telat Bayar Dimintai Uang Tebusan

Bandung Ngelekeb dan Berpolusi, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat

Pelecehan Seksual

Kisah Pilu Remaja Tasikmalaya, Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung Usai Ditinggal Ibu

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.