Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 20:40 WIB

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Selasa, 20 Oktober 2026 20:16 WIB

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Selasa, 20 Oktober 2026 19:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
  • Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?
  • Ranking AFC Terbaru: Indonesia Meroket ke Posisi 16 Asia, Persib dan Borneo FC Jadi Kunci
  • Mengarungi Jadwal Horor 3 Pekan, Pelatih Persib Bongkar Resep Sederhana Jaga Stamina Pemain
  • Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok
  • Sempat Merasa Kesepian dan Frustrasi, Gakuto Notsuda Buka-bukaan Soal Cedera di Persib
  • Bukan Cuma Modal Cantik! Otak Encer & Latar Belakang Alda Callista Miss Indonesia 2026 Bikin Melongo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Patung Macan Putih Kediri Bakal Diperbaiki, Kades Akui Pakai Dana Pribadi

By SusanaMinggu, 28 Desember 2025 09:16 WIB2 Mins Read
Viral patung macan putih di Kediri. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, tengah menjadi sorotan warganet setelah Monumen Patung Macan Putih yang baru dibangun viral di media sosial. Bentuk patung yang dinilai kurang proporsional memicu beragam reaksi, mulai dari kritik tajam hingga sindiran bernuansa humor.

Menanggapi viralnya patung tersebut, Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, memberikan klarifikasi terkait proses pembangunan dan pendanaannya. Ia menegaskan bahwa monumen dibangun sepenuhnya menggunakan dana pribadinya, bukan dana desa.

“Seluruh biaya pembuatan patung berasal dari dana pribadi saya, total Rp3,5 juta. Rinciannya Rp2 juta untuk borongan tukang dan Rp1,5 juta untuk material. Tidak ada dana desa yang dipakai,” jelas Safi’i, Sabtu (27/12/2025).

Latar Belakang Pembangunan Patung

Menurut Safi’i, ide pembangunan monumen muncul dari musyawarah desa yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga desa. Ikon Macan Putih dipilih karena memiliki nilai historis bagi warga Balongjeruk.

“Macan Putih dalam cerita para sesepuh desa diyakini sebagai hewan peliharaan leluhur sekaligus penjaga desa. Makanya, warga dan kami sepakat menjadikannya ikon desa,” ujar Safi’i.

Kritik dan Rencana Perbaikan

Meskipun niatnya melestarikan legenda lokal, bentuk patung yang dinilai belum proporsional memicu komentar warganet. Safi’i menegaskan pihak desa terbuka terhadap kritik dan saran demi penyempurnaan monumen.

“Kami menyadari wujud patung saat ini belum sepenuhnya sesuai rancangan awal. Karena itu, kami berkomitmen memperbaikinya agar benar-benar mencerminkan identitas dan sejarah desa,” kata Safi’i.

Ia juga berharap masukan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan figur publik, agar monumen yang akan diperbaiki lebih estetis dan sesuai karakter Macan Putih.

Simbol Legenda dan Identitas Desa

Monumen Patung Macan Putih bukan sekadar karya seni, tetapi juga simbol legenda dan identitas Desa Balongjeruk. Dalam cerita lokal, Macan Putih diyakini sebagai makhluk gaib yang menjaga desa dan wilayah sekitar.

Patung ini juga menjadi pengingat akan sejarah, budaya, dan nilai spiritual yang selama ini hidup di tengah masyarakat Kediri.

Dengan perbaikan yang direncanakan, pemerintah desa berharap monumen ini tidak hanya menjadi viral karena kontroversi, tetapi juga bisa menjadi kebanggaan bersama dan media edukasi budaya bagi warga dan pengunjung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Banyak Murid Belum Lancar Calistung, Disdik Cirebon Setuju Kebijakan ‘Tidak Otomatis Naik Kelas’

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.