Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos September 2026 Masuk Tahap Berapa? Ini Jadwal dan Nominal PKH-BPNT

Rabu, 2 September 2026 03:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Cara Kuis dan Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, Rabu 2 September 2026

Rabu, 2 September 2026 02:00 WIB

Klaim Senjata dan Skin Gratis: Daftar Kode Redeem FF Aktif 2 September 2026

Rabu, 2 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos September 2026 Masuk Tahap Berapa? Ini Jadwal dan Nominal PKH-BPNT
  • Cara Kuis dan Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, Rabu 2 September 2026
  • Klaim Senjata dan Skin Gratis: Daftar Kode Redeem FF Aktif 2 September 2026
  • Igor Tolic Pasang Target Gila di Persib, Gelar Juara Harus Dipertahankan!
  • Desil DTSEN Mau Diubah? Begini Cara Update Data September 2026 Lewat HP
  • Leo-Daniel Makin Ganas! Ganda Nomor 1 Dunia Jadi Korban di China Masters 2026
  • Tim Hukum Jabar Istimewa Pastikan Kasus Intimidasi Guru Sukabumi Tak Berujung Damai
  • Nahas! Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Genangan Waduk Saguling
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 2 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diduga Jadi Korban Malapraktik, Karyawan Pabrik di Karawang Meninggal Usai Operasi Luka Jari

By Aga GustianaKamis, 24 April 2025 16:20 WIB2 Mins Read
Ilustrasi operasi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kematian tragis menimpa seorang karyawan pabrik sepatu di Karawang, Jawa Barat. Kintan Juniasari, perempuan muda yang bekerja di PT Changsin Indonesia, Kecamatan Klari, meninggal dunia usai menjalani operasi medis atas luka di bagian jarinya. Keluarga menduga kuat telah terjadi malapraktik dalam penanganan medis tersebut.

Peristiwa bermula saat Kintan mengalami kecelakaan kerja di pabrik dan terluka di ujung jarinya akibat terkena salah satu mesin. Luka itu disebut sebagai luka ringan, tanpa indikasi patah tulang atau kondisi yang mengancam jiwa.

Namun, setelah dilarikan ke sebuah rumah sakit umum terdekat, pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan operasi. Tak hanya itu, operasi dilakukan dengan pembiusan total, yang oleh pihak keluarga dinilai tidak wajar untuk cedera ringan.

“Cuma luka di ujung jari, enggak ada yang patah atau sampai harus dipotong. Tapi langsung dibius total dan dioperasi,” ungkap Suhendar, kakak korban, di Karawang, Kamis (24/4/2025).

Baca Juga:  4 Kecamatan di Karawang Terendam Banjir Sejak Akhir 2023

Usai menjalani operasi, kondisi Kintan justru memburuk. Ia dilaporkan dalam kondisi kritis, hingga akhirnya meninggal dunia tak lama kemudian.

Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dari rumah sakit mengenai penyebab pasti kematian Kintan. Jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Desa Kedawung, Kecamatan Lemah Abang.

Baca Juga:  Gak Bikin Bosen, 3 Cafe di Karawang Ini Cocok Dijadikan Tempat Nongkrong

“Kami belum dapat penjelasan apa pun. Harapannya ada pertanggungjawaban dan kejelasan, karena ini nyawa manusia,” lanjut Suhendar.

Merasa ada kejanggalan dalam prosedur medis yang dilakukan, keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Karawang. Polisi kini tengah menyelidiki dugaan malapraktik yang menyebabkan kematian Kintan.

Sementara itu, pihak rumah sakit yang menangani operasi masih belum memberikan pernyataan resmi kepada media, meski sudah dimintai konfirmasi. PT Changsin Indonesia, tempat Kintan bekerja, menyatakan telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Mahfud MD akan Mengisi Ceramah Bersama Kiai se-Jawa Barat di Karawang

Kematian Kintan membuka kembali diskusi publik mengenai prosedur dan akuntabilitas dalam penanganan medis, terutama terkait keputusan operasi dan penggunaan anestesi pada kasus ringan. Jika terbukti adanya malapraktik, kasus ini bisa menjadi preseden penting bagi pengawasan standar pelayanan kesehatan di rumah sakit, khususnya dalam penanganan pasien rujukan dari industri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Karawang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos September 2026 Masuk Tahap Berapa? Ini Jadwal dan Nominal PKH-BPNT

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Desil DTSEN Mau Diubah? Begini Cara Update Data September 2026 Lewat HP

Tim Hukum Jabar Istimewa Pastikan Kasus Intimidasi Guru Sukabumi Tak Berujung Damai

Nahas! Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Genangan Waduk Saguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Hancur Dihujat Satu Indonesia! Tangis Istri Gubernur Kalteng Pecah di Depan Ustaz, Cuma Drama?!

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.