Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Aksi Pemindahan Makam di KBB: Jasad 40 Tahun Masih Utuh, Keluarga Bawa Pakai Motor

Senin, 13 Juli 2026 19:48 WIB

Teka-teki Masa Depan Frans Putros di Persib: Igor Tolic Beri Sinyal Ini

Senin, 13 Juli 2026 19:33 WIB

Kesan Pertama Luka Menalo di Bandung: Dari Cuaca Sempurna hingga Target Juara

Senin, 13 Juli 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Aksi Pemindahan Makam di KBB: Jasad 40 Tahun Masih Utuh, Keluarga Bawa Pakai Motor
  • Teka-teki Masa Depan Frans Putros di Persib: Igor Tolic Beri Sinyal Ini
  • Kesan Pertama Luka Menalo di Bandung: Dari Cuaca Sempurna hingga Target Juara
  • Update Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Juli 2026: Cek Faktanya di Sini
  • Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia
  • Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut
  • Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja
  • Prancis Siap Redam Lamine Yamal! Konate Sebut Spanyol Kuat, Tapi Les Bleus Ingin ke Final
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diduga Jadi Korban Malapraktik, Karyawan Pabrik di Karawang Meninggal Usai Operasi Luka Jari

By Aga GustianaKamis, 24 April 2025 16:20 WIB2 Mins Read
Ilustrasi operasi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kematian tragis menimpa seorang karyawan pabrik sepatu di Karawang, Jawa Barat. Kintan Juniasari, perempuan muda yang bekerja di PT Changsin Indonesia, Kecamatan Klari, meninggal dunia usai menjalani operasi medis atas luka di bagian jarinya. Keluarga menduga kuat telah terjadi malapraktik dalam penanganan medis tersebut.

Peristiwa bermula saat Kintan mengalami kecelakaan kerja di pabrik dan terluka di ujung jarinya akibat terkena salah satu mesin. Luka itu disebut sebagai luka ringan, tanpa indikasi patah tulang atau kondisi yang mengancam jiwa.

Namun, setelah dilarikan ke sebuah rumah sakit umum terdekat, pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan operasi. Tak hanya itu, operasi dilakukan dengan pembiusan total, yang oleh pihak keluarga dinilai tidak wajar untuk cedera ringan.

“Cuma luka di ujung jari, enggak ada yang patah atau sampai harus dipotong. Tapi langsung dibius total dan dioperasi,” ungkap Suhendar, kakak korban, di Karawang, Kamis (24/4/2025).

Baca Juga:  Banjir Karangligar Karawang Bukan Lagi Masalah Sementara, Dedi Mulyadi Punya Solusi Radikal

Usai menjalani operasi, kondisi Kintan justru memburuk. Ia dilaporkan dalam kondisi kritis, hingga akhirnya meninggal dunia tak lama kemudian.

Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dari rumah sakit mengenai penyebab pasti kematian Kintan. Jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Desa Kedawung, Kecamatan Lemah Abang.

Baca Juga:  Satu Keluarga di Karawang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Satu Selamat

“Kami belum dapat penjelasan apa pun. Harapannya ada pertanggungjawaban dan kejelasan, karena ini nyawa manusia,” lanjut Suhendar.

Merasa ada kejanggalan dalam prosedur medis yang dilakukan, keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Karawang. Polisi kini tengah menyelidiki dugaan malapraktik yang menyebabkan kematian Kintan.

Sementara itu, pihak rumah sakit yang menangani operasi masih belum memberikan pernyataan resmi kepada media, meski sudah dimintai konfirmasi. PT Changsin Indonesia, tempat Kintan bekerja, menyatakan telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Siswa SD Belajar Renang di Lapangan Sekolah, Kepsek Sebut Hanya Simulasi

Kematian Kintan membuka kembali diskusi publik mengenai prosedur dan akuntabilitas dalam penanganan medis, terutama terkait keputusan operasi dan penggunaan anestesi pada kasus ringan. Jika terbukti adanya malapraktik, kasus ini bisa menjadi preseden penting bagi pengawasan standar pelayanan kesehatan di rumah sakit, khususnya dalam penanganan pasien rujukan dari industri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Karawang karyawan malapraktik pabrik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Aksi Pemindahan Makam di KBB: Jasad 40 Tahun Masih Utuh, Keluarga Bawa Pakai Motor

Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya

Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

Teror Bom di Hari Pertama Sekolah: Polisi Buru Pelaku, Identitas Sudah Dikantongi

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.