Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

French Open 2026 Dibayangi Kericuhan Paris, Tim Bulu Tangkis Indonesia Tetap Fokus

Senin, 19 Oktober 2026 20:40 WIB

Tampil Gemilang Lawan Persik, Fitrah Maulana Ungkap Persaingan dengan Teja Paku Alam

Senin, 19 Oktober 2026 20:05 WIB

Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki

Senin, 19 Oktober 2026 19:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • French Open 2026 Dibayangi Kericuhan Paris, Tim Bulu Tangkis Indonesia Tetap Fokus
  • Tampil Gemilang Lawan Persik, Fitrah Maulana Ungkap Persaingan dengan Teja Paku Alam
  • Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
  • Bukan Sekadar Guru PJOK, Yusuf Buka Jalan Devina Aqila Menuju Mimpi Besar di Dunia Futsal
  • Iseng Masukkan Jari Kelingking ke Lubang Kursi, Siswa di Bandung Minta Bantuan Damkar
  • Tiga Hari Dicari, Pemancing Hilang di Waduk Cirata Ditemukan Meninggal Dunia
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Informasi Resmi Kemnaker
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lawan Serangan Siber, Diskominfotik KBB Bentuk CSIRT

By Putra JuangRabu, 13 November 2024 15:03 WIB4 Mins Read
Kepala Diskominfotik KBB, Yoppie Indrawan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk melawan serangan siber pada sistem dan jaringan teknologi informasi milik pemerintah daerah.

Kepala Diskominfotik KBB, Yoppie Indrawan mengungkapkan, CSIRT dibentuk guna mencegah dan menginvestasi insiden keamanan siber di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat. Mengingat, beberapa tahun terakhir serangan siber marak terjadi yang mengincar sistem komputer dan jaringan di pemerintahan.

Serangan siber merupakan ancaman yang serius bagi pemerintah daerah, tak terkecuali Pemkab Bandung Barat karena dapat merusak integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data. Serangan siber juga dapat mengganggu pelayanan publik, seperti web milik pemerintah dan lainnya.

“Jadi OPD yang aplikasi dan sistemnya kena retas itu lapor ke kita apa aja yang terkena kita catat, investigasi dan perbaiki kalau bisa. Kalau tidak bisa kita bekerjasama dengan CSIRT Provinsi Jawa Barat, kalau tidak bisa menghandle, kita ke BSSN,” ucap Yoppie, Rabu (13/11/2024).

Yoppie memastikan, CSIRT Bandung Barat berjalan mengikuti pedoman dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Struktur organisasi CSIRT diantaranya pembagian tanggung jawab, rantai komando terdiri dari para pegawai Diskominfotik KBB, termasuk dirinya yang otomatis sebagai ketua Computer Security Incident Response Team.

Baca Juga:  Tekan Kasus Stunting, Pemkab Bandung Barat Gencarkan Program Pelita Bening

Pihaknya mencatat, sedikitnya 400 per hari terdapat serangan siber yang menyerang website Pemkab Bandung Barat atau sistem teknologi lainnya. Kategori serangannya bermacam-macam mulai dari skala biasa sampai merusak sistem.

“Tiap hari minimal ada 400 serangan. Jadi ipnya bisa ke tracking sebetulnya. Tapi kalau kami tergantung serangannya karena kebanyakan nya yang biasa makanya diabaikan. Kecuali serangan sudah merusak informasi di kita maka dilakukan perbaikan,” katanya.

“Begitu ada laporan atau indikasi adanya serangan, tim CSIRT segera melakukan tindakan perbaikan dan pemulihan untuk memastikan website pemerintah kembali berfungsi dengan baik dan aman dari konten negatif,” tambahnya.

Meskipun sudah ada sistem pertahanan untuk menangkal serangan dari hacker, diakui dia banyaknya metode dari perkembangan teknologi yang membuat pertahanan tersebut dapat ditembus.

“Memang pertahanannya sudah disiapkan. Memang teknologi terus berkembang jadi harus mengikuti dan ini hubungannya dengan anggaran,” ujarnya.

Baca Juga:  Harumkan Nama Bandung Barat, Pj Bupati Guyur Bonus Atlet PON XXI dan PEPARNAS XVII

Karena itu, dengan adanya CSRIT diharapkan Pemkab Bandung Barat bisa mencegah dan menelusuri akun-akun yang berusaha menyerang sistem pemerintahan. Selain itu, tim ini juga bisa dengan cepat memulihkan sistem yang coba dilumpuhkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Begitu ada laporan atau indikasi adanya serangan, tim CSIRT segera melakukan tindakan perbaikan dan pemulihan untuk memastikan website pemerintah kembali berfungsi dengan baik dan aman dari konten negatif,” ungkapnya.

Sebagai serangan siber yang masuk dikategorikan dalam bentuk promosi judi online (judol). Untuk menangani hal tersebut, selain dengan CSRIT pihaknya juga bekerja sama dengan Satgas Asta Cita Penanggulangan Perjudian Online dari Polres Cimahi dan Kodim Cimahi.

“Sebagian serangannya emang promosi judi online. Kalau itu tergantung kalau sudah masuk ke dalam rumah misalnya dan merusak, itu yang jadi masalah dan harus dimatikan sementara dan segera di perbaiki. Kalau masih di halaman mah kita masih bisa perbaiki dan dikasih treatment sedikit. Memang ini ada kerja sama dengan Satgas karena kan itu ada Pidananya,” tuturnya.

Baca Juga:  Nyaah Ka Indung, Ribuan Lansia di Bandung Barat Terima Manfaat Program Sosial Serentak

Yoppie menegaskan, pemerintah daerah turut serta mendukung dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap situs-situs judi online yang beroperasi di wilayah KBB.

“Judi online memiliki dampak negatif yang cukup serius. Diantaranya dampak ekonomi yang mencakup kehilangan aset pribadi, yang bisa mengakibatkan kerugian finansial bagi keluarga. Sedangkan dampak sosialnya dapat merusak hubungan keluarga, hingga berpotensi meningkatkan tindak kriminal,” bebernya.

Dengan adanya tindakan tegas dalam penanganan judi online, Pemkab Bandung Barat berharap masyarakat dapat terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh praktik ilegal ini. Ia menekankan akan bahayanya judi online yang juga mengganggu ketertiban dan keamanan wilayah.

“Melalui pendekatan teknologi informasi, kami turut memantau situs-situs yang diduga memfasilitasi judi online serta melaporkannya kepada Kemkominfo untuk dilakukan pemblokiran. Melalui CSIRT ini dengan sigap kami menangani situs-situs pemerintah yang menjadi korban peretasan oleh pihak yang ingin konten judi online,” tandasnya. (Diskominfotik KBB)

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Pemkab Bandung Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki

Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur

Iseng Masukkan Jari Kelingking ke Lubang Kursi, Siswa di Bandung Minta Bantuan Damkar

Tiga Hari Dicari, Pemancing Hilang di Waduk Cirata Ditemukan Meninggal Dunia

Diduga Berawal dari Ilalang Belakang Rumah, Gudang Plastik di Karawang Ludes Dilalap Si Jago Merah

peredaran narkoba

Polisi Gerebek Peracik Tembakau Sintetis di Bandung Barat, 1 Kg Narkoba Disita

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.