Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Rabu, 30 September 2026 04:00 WIB

Bansos Beras 30 Kg Segera Disalurkan! Cek 33,24 Juta Penerima dan Cara Cek NIK

Rabu, 30 September 2026 03:00 WIB
Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Rabu, 30 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu
  • Bansos Beras 30 Kg Segera Disalurkan! Cek 33,24 Juta Penerima dan Cara Cek NIK
  • Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
  • Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Peneliti Akhirnya Temukan Gunung Berapi yang Letusannya Dinginkan Suhu Bumi

By Aga GustianaSabtu, 4 Januari 2025 20:16 WIB2 Mins Read
Ilustrasi gunung berapi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Para peneliti akhirnya menemukan gunung berapi misterius yang letusannya pernah mendinginkan bumi. Gunung itu adalah Gunung Zavaritskii.

Gunung ini terletak di pulau tak berpenghuni, yakni Pulau Kuril yang berada di Kepulauan Simushir, perbatasan Jepang dan Rusia.

“Zavaritskii berlokasi di pulau yang sangat terpencil di antara Jepang dan Rusia. Tak ada yang tinggal di situ dan catatan sejarah juga teebatas pada beberapa catatan harian kapal-kapal yang melintasi kepulauan itu beberapa tahun sekali,” ujar Peneliti Sekolah Ilmu Bumi dan Lingkungan Universitas St Andrews Inggris William Hutchison.

Selama 200 tahun, para ilmuwan sempat kebingungan mengidentifikasi letusan gunung berapi yang mendinginkan suhu bumi.

Baca Juga:  4 Gunung di Jabar yang Bisa Didaki Cuman Sehari, Nomor Terakhir Favorit Banget

Letusan tersebut menjadi salah satu letusan gunung berapi terkuat di abad ke-19. Letusan itu membuat sulfur dioksida memenuhi stratosfer dan suhu di belahan bumi utara turun 1 derajat celsius.

Peristiwa itu terjadi di akhir “Zaman Es Kecil”. Era itu merupakan masa terdingin di bumi dalam 10 ribu tahun terakhir.

Namun, kini misteri asal letusan itu terjadi telah terungkap usai ilmuwan mengambil sampel inti es di Greenland.

Baca Juga:  BMKG Ungkap Ketebalan Es Pegunungan Jayawijaya Sisa 4 Meter, Apa Dampaknya?

Mereka melihat ke masa lalu melalui “Lapisan inti untuk memeriksa isotop sulfur, butiran abu, dan pecahan kaca vulkanik kecil yang diendapkan antara tahun 1831 dan 1834.”

Para ilmuwan menggunakan geokimia, penanggalan radioaktif, dan pemodelan komputer untuk menentukan arah pergerakan partikel. Hasilnya, mereka menemukan gunung berapi misterius itu terletak di barat laut Samudera Pasifik. Temuan itu ditulis dalam jurnal Proceedings of the National Academy Sciences yang dirilis pada Senin (30/12/2024) lalu.

“Untuk banyak gunung berapi di bumi, terutama gunung-gunung di kawasan terpencil, kami memiliki pemahaman yang sangat buruk terkait sejarah letusan,” ujarnya.

Baca Juga:  Ini Dia 7 Gunung Tertinggi di Jawa Barat, Surga bagi Para Pendaki

Dengan informasi minim tentang Zavaritskii pada abad ke-19, tak ada satu orang pun yang mencurigai gunung itu sebagai sumber letusan. Para ilmuwan justru menduga letusan yang mendinginkan bumi berasal dari gunung berapi Babuyan Claro di Filipina.

“Letusan ini punya dampak iklim global, tetapi telah disalahpahami berasal dari gunung berapi tropis selama periode yang lama,” ujar Stefan Brönnimann, ketua unit klimatoligi Universitas Bern, Swiss.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gunung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

HASILNYA BIKIN MELONGO! Seniman Ini Sulap Sinar Matahari Jadi ‘Kuas’ untuk Lukis Sosok Legendaris

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.