bukamata.id – Trotoar baru di kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung, mendapat perhatian dari sejumlah komunitas pejalan kaki dan kelompok difabel. Mereka turun langsung untuk menguji fasilitas tersebut, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan bagi penyandang disabilitas serta lanjut usia (lansia).
Kegiatan bertajuk “Tamasya Trotoar” itu digelar pada Kamis (24/9/2026) sore dan diinisiasi oleh Koalisi Pejalan Kaki Bandung.
Selain Koalisi Pejalan Kaki, kegiatan tersebut melibatkan komunitas difabel dan Edan Sepur. Mereka tidak sekadar berjalan menyusuri trotoar, tetapi mencoba menggunakan fasilitas tersebut dari perspektif pengguna secara langsung.
Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah ketika pengguna kursi roda mencoba jalur akses disabilitas untuk menuju trotoar di kawasan Lapangan Gasibu.
Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat apakah akses yang tersedia benar-benar dapat digunakan dengan mudah, aman, dan nyaman oleh penyandang disabilitas maupun lansia.
Trotoar Gasibu Jadi Sorotan
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya komunitas untuk mengawal hasil perbaikan trotoar Gasibu Bandung.
Sebelumnya, kondisi trotoar di kawasan tersebut menuai kritik dari masyarakat karena dinilai memiliki bagian yang terlalu tinggi sehingga menyulitkan sebagian pengguna, khususnya penyandang disabilitas dan lansia.
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia merespons kritik tersebut dan menyatakan akan melakukan pembenahan agar akses trotoar menjadi lebih ramah bagi pejalan kaki.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan undakan pada bagian tertentu untuk mempermudah akses menuju trotoar.
Namun, keberadaan akses tersebut tetap diuji secara langsung oleh komunitas. Bagi mereka, fasilitas yang terlihat tersedia belum tentu mudah digunakan apabila desain, kemiringan, maupun penempatannya justru menyulitkan pengguna.
Melalui “Tamasya Trotoar”, komunitas ingin melihat langsung bagaimana kondisi trotoar ketika digunakan oleh orang dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda.
Warganet Soroti Desain Trotoar
Perbincangan mengenai trotoar Gasibu juga ramai di media sosial. Sejumlah warganet menyampaikan kritik melalui kolom komentar Instagram @infobandungkota.
Salah satu warganet menyoroti akses yang dinilai terlalu curam dan keberadaan bagian tertentu di tengah trotoar.
“Merasa pro difabel tapi malah bikin repot. Menya nanjak na alah batan ti arena BMX, asa lieur nu nyieun na. Jaba naon eta ditengah trotoar aya tembok cigah kitu matak heurin,” tulis akun @abd***.
Komentar lainnya membandingkan kondisi jalur tersebut dengan tantangan dalam permainan.
“Serasa ninja warrior, udahmah curam klo geser ke kanan atau ke kiri bakal kena ujungnya yang tajem,” tulis akun @daf***.
Sementara itu, akun @19f*** memberikan komentar bernada sindiran terhadap desain fasilitas tersebut.
“Wow ‘hebat’ sekali, semua sudah dipikirkan dengan sangat matang. Malah terlalu matang sampe gosong,” tulisnya.
Uji langsung yang dilakukan komunitas ini menjadi perhatian karena aksesibilitas trotoar tidak hanya berkaitan dengan keberadaan jalur disabilitas, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut benar-benar dapat digunakan dengan aman dan nyaman oleh penyandang disabilitas, lansia, serta seluruh pejalan kaki.
Dengan adanya “Tamasya Trotoar”, kondisi trotoar Gasibu kini tidak hanya dinilai dari tampilan fisiknya, tetapi juga dari pengalaman pengguna ketika mengaksesnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









