Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi razia PSK

Bejat! Tiga Pelajar SMA di Cianjur Dijual Jadi PSK Online

Senin, 5 Oktober 2026 14:30 WIB

Lepas dari Masalah Parkir Sempit, Samsat Pajajaran Resmi Pindah ke Pusdai Jabar

Senin, 5 Oktober 2026 14:25 WIB

Siaga Musim Hujan, Wali Kota Bandung Kerahkan Seluruh Wilayah Bersihkan Drainase

Senin, 5 Oktober 2026 14:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bejat! Tiga Pelajar SMA di Cianjur Dijual Jadi PSK Online
  • Lepas dari Masalah Parkir Sempit, Samsat Pajajaran Resmi Pindah ke Pusdai Jabar
  • Siaga Musim Hujan, Wali Kota Bandung Kerahkan Seluruh Wilayah Bersihkan Drainase
  • Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai, Pemkot Bandung Pastikan Legalitas Lahan Aman
  • Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Catat Jam Mainnya Malam Ini
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Bakal Diterima Sekaligus, Siapa Saja yang Berhak?
  • Wali Kota Buka Suara soal Polemik Harga Sewa dan Penyegelan Kios Pasar Ciroyom
  • Duh! Rekor Indonesia vs Thailand di Final Bikin Cemas, Garuda Kini Bertekad Balas Dendam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ di TikTok, Warganet Diingatkan Waspada Link Berbahaya

By SusanaRabu, 11 Maret 2026 05:00 WIB3 Mins Read
Viral video ukhti mukena pink.
Viral video ukhti mukena pink. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pencarian kata kunci “Ukhti Mukena Pink” mendadak ramai di media sosial menjelang Ramadhan 2026. Tren ini viral di platform seperti TikTok dan X (Twitter).

Namun, di balik viralnya video tersebut, pengguna internet diimbau untuk lebih waspada karena diduga dimanfaatkan sebagai modus kejahatan siber atau phishing yang menargetkan data pribadi.

Berdasarkan pantauan hingga Selasa (10/3/2026), sebuah video singkat memperlihatkan seorang perempuan mengenakan mukena berwarna pink dengan sensor kotak putih di bagian dada. Potongan video ini memicu rasa penasaran warganet dan memancing berbagai spekulasi di kolom komentar.

Seiring viralnya video tersebut, sejumlah akun anonim mulai menyebarkan tautan yang diklaim sebagai “versi tanpa sensor” atau “video full durasi”. Tautan inilah yang diduga menjadi bagian dari modus penipuan digital yang berpotensi merugikan pengguna internet.

Modus Kejahatan Siber di Balik Video Viral

Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa narasi “video tanpa sensor” kerap digunakan sebagai clickbait untuk menarik perhatian pengguna. Setelah diklik, tautan tersebut biasanya mengarah ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri data akun atau menyebarkan perangkat lunak berbahaya.

Dalam beberapa kasus, pengguna yang mengakses link tersebut diarahkan ke halaman login palsu yang menyerupai platform media sosial. Jika korban memasukkan username dan password, informasi tersebut bisa langsung dicuri oleh pelaku.

Selain itu, sebagian tautan juga berpotensi menyebarkan malware yang dapat mengakses data pribadi pada perangkat, seperti kontak, foto, hingga informasi akun.

Pengamat media sosial menyebut bahwa hingga saat ini belum ada bukti autentik mengenai keberadaan video versi lengkap seperti yang diklaim oleh sejumlah akun di internet.

Tren Mukena Pink Diprediksi Populer Saat Lebaran 2026

Di tengah viralnya konten tersebut, warna pink memang diprediksi menjadi salah satu tren fashion muslimah untuk Lebaran 2026.

Berbeda dengan fenomena viral yang bernuansa negatif, industri ritel justru mencatat peningkatan minat masyarakat terhadap mukena dengan nuansa warna lembut.

Beberapa produk mukena berbahan Armany Silk dan Santorini Silk dengan warna Dusty Pink dan Rose menjadi varian yang banyak dicari menjelang hari raya.

Model mukena 2-in-1 dengan detail laser cut juga disebut sebagai salah satu desain favorit karena memadukan kesan elegan dan fungsional.

Lonjakan permintaan tersebut terlihat di berbagai marketplace dan toko perlengkapan ibadah, terutama menjelang puncak belanja menjelang Idulfitri.

Masyarakat Diminta Bijak Menyikapi Konten Viral

Melihat maraknya penyebaran tautan mencurigakan yang memanfaatkan tren viral, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat berselancar di internet.

Pengguna disarankan untuk tidak mudah mengeklik link yang tidak jelas sumbernya, terutama yang menjanjikan akses ke video viral atau konten sensitif. Selain berisiko merusak perangkat, tautan tersebut juga berpotensi menyebabkan pencurian data pribadi.

Untuk menghindari risiko keamanan digital, masyarakat dianjurkan hanya mengakses situs resmi serta melakukan transaksi pembelian perlengkapan ibadah melalui platform terpercaya. Sikap bijak dalam menyaring informasi viral menjadi kunci penting agar terhindar dari kerugian materi maupun kebocoran data pribadi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.