Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Minggu, 11 Oktober 2026 14:02 WIB

Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung

Minggu, 11 Oktober 2026 13:02 WIB

Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih

Minggu, 11 Oktober 2026 12:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya
  • Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung
  • Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih
  • Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace
  • Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan
  • Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus
  • Mau Nonton Persib vs Dewa United? Catat Lokasi dan Jam Tukar Tiketnya!
  • Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hidup Glamor Berakhir di Bui: Mantan Istri Personel Smash Terseret Sindikat Scammer

By Aga GustianaRabu, 3 Juni 2026 10:24 WIB2 Mins Read
Fabiola Elizabeth Agnes. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia hiburan tanah air diguncang kabar mengejutkan. Fabiola Elizabeth Agnes, model ternama sekaligus mantan istri Reza Anugrah (Reza Smash), kini harus berhadapan dengan hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring skala internasional.

Kasus yang dibongkar oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah ini berpusat di kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Fabiola diduga menjadi bagian dari sindikat investasi kripto bodong yang telah mengeruk keuntungan fantastis hingga Rp41 miliar dari ratusan korban di berbagai belahan dunia.

Peran Kunci dalam Operasi Kejahatan

Sosok yang akrab disapa “Neng Bule” ini memiliki peran krusial dalam struktur PT Digi Global Konsultan, perusahaan yang menjadi kedok operasional sindikat tersebut. Penyidik mengungkapkan bahwa Fabiola bertugas sebagai “pemanis” atau talent untuk meyakinkan target korban yang mulai ragu untuk menyetorkan dana.

Teknik yang digunakan sangat manipulatif. Setelah tim pemasaran menjerat calon korban, Fabiola akan dilibatkan dalam sesi komunikasi langsung untuk memberikan kesan bahwa investasi tersebut aman dan terpercaya.

“Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban,” ujar Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Himawan Susanto Saragih.

Modus operandi ini tak jarang dibumbui dengan pendekatan emosional, atau yang populer dikenal sebagai love scamming, guna mengikat perasaan korban agar terus menggelontorkan uang.

Profil dan Rekam Jejak

Fabiola sendiri bukanlah sosok asing di Indonesia. Lahir di Jerman, ia pernah mencuri perhatian publik berkat kefasihannya berbahasa Sunda saat tinggal di Bandung pada 2017 silam. Kehidupannya semakin disorot saat ia dipersunting personel boyband Smash, Reza Anugrah, pada 2018. Sayangnya, pernikahan tersebut kandas pada 2020.

Kini, citranya sebagai model yang dekat dengan budaya lokal berubah drastis menjadi tersangka kriminal siber. Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, telah mengonfirmasi keterlibatan sang model dalam jaringan ini sejak awal operasional perusahaan.

“Bisa dibenarkan,” tegas Artanto singkat saat dimintai konfirmasi mengenai keterlibatan Fabiola dalam kasus ini.

Kerugian Miliaran Rupiah

Dalam operasi besar-besaran ini, polisi berhasil mengamankan total 38 orang yang diduga terlibat dalam jaringan kejahatan tersebut. Selain mengamankan para tersangka, pihak kepolisian terus mendalami bagaimana sistem ini dirancang untuk menargetkan warga negara asing secara profesional.

Hingga saat ini, Fabiola dan tersangka lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini menjadi pengingat keras akan bahaya penipuan daring yang kerap menggunakan pendekatan personal untuk mengelabui korbannya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.